Di tengah langka BBM di banyak tempat..
Di tengah kabar soal busung lapar melanda wilayah lain..
Di antara kabar orang meninggal karena tidak mampu berobat..
Di antara kabar mereka yang bunuh diri karena tidak mampu bayar
biaya sekolah..

Ya Allah, maafkan kami yang masih belum mampu berbuat banyak 
bagi mereka yang kelaparan..
Ampuni kami yang masih belum juga tersentuh dengan semua itu..
Ampuni kami, Ya Robbi..

Wassalam,

Irwan.K

--- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0507/10/utama/1887451.htm

 
Menyaksikan Tiga Hari Anak Presiden Jadi Raja... 




Sugeng Hariyanto (51) duduk termangu di tepi parit tak terurus Jalan 
Senopati No 8, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) siang lalu. Berita di 
Warta Kota yang kerap dibelinya mengantarnya ke keramaian akad nikah 
Letnan Satu (Inf) Agus Harimurti Yudhoyono dan Annisa Larasati Pohan.

"Pengin lihat gimana pesta nikah anak Presiden," ujar pemulung itu 
yang sehari-hari mengais rezeki di sekitar Jalan Senopati.

Sugeng berbaur dengan ratusan warga Kampung Senayan yang tinggal 
secara ilegal tepat di tanah kosong di depan rumah megah mantan 
Deputi Bank Indonesia Aulia Tantowi Pohan, besan Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono. Tanpa perlawanan, ratusan warga Kampung Senayan 
yang berprofesi sebagai pemulung, pedagang nasi goreng, dan pedagang 
batagor rela memindahkan gerobak mereka saat pegawai kelurahan minta 
mereka menjauh beberapa hari.

"Kami maklum, namanya juga hajatan. Apalagi yang hajatan pejabat 
tinggi. Dua hari sebelum akad nikah, kami sudah pindah ke dalam biar 
enggak kelihatan. Tahu dirilah," ujar Asep Sugandi (47), yang lahir 
dan menjalani hidupnya di Kampung Senayan.

Tidak berapa lama, iring-iringan panjang kendaraan roda empat lengkap 
dengan pengawalannya memecah keriuhan warga Kampung Senayan yang 
berbondong datang sambil mengendong anak mereka menyaksikan acara 
akad nikah.

Setelah iring-iringan berhenti di Jalan Senopati yang sudah ditutup 
untuk umum sehari sebelumnya, Agus dengan wajah berbinar keluar dari 
sedan limusin hitam mengilap milik rumah tangga kepresidenan. Warga 
Kampung Senayan berdecak kagum sambil menerawang memandang.

Gending Bindri lantas dialunkan. Pembawa acara meminta para hadirin 
menghadap ke pintu masuk untuk menyambut Agus yang disebutnya sebagai 
Sang Raja. Agus, yang mengenakan pakaian adat Yogyakarta, masuk ke 
rumah calon istrinya dengan diantar pamannya, Hadi Utomo. Di dalam 
rumah yang telah "dibungkus" tenda megah dan luas berpendingin telah 
menunggu Wakil Presiden Jusuf Kalla dan mantan Gubernur BI Arifin M 
Siregar sebagai saksi serta Kepala Kantor Urusan Agama Kebayoran Baru 
Anwar Saadi sebagai penghulu.

Undangan telah memenuhi rumah ketika akad nikah Annisa dan Agus 
dilakukan dengan wali nikah, ayah Annisa. Ketika minta dinikahkan dan 
dikawinkan dengan Agus, Annisa terisak. Sementara saat menyerahkan 
emas kawin seperangkat alat shalat dan uang Rp 872.005, Agus 
mengucapkannya dengan cepat dan lantang dalam satu tarikan napas.

Pembawa acara memecah ketegangan acara akad nikah dengan 
berujar, "Hadirin boleh tepuk tangan kok..." Dan riuh tepuk tangan 
pun memecah ketegangan. Dari layar televisi yang di tempatkan di 
sejumlah sudut ruangan, terlihat wajah Annisa dan Agus berseri-seri 
setelah resmi menjadi istri dan suami.

Warga Kampung Senayan yang berdiri berimpitan di depan layar televisi 
turut bertepuk tangan sambil tersenyum lega.

Selesai akad nikah, Presiden dan Ny Ani Yudhoyono dengan pakaian adat 
Yogyakarta dari Istana Merdeka datang ke rumah besannya. Setelah 
rangkaian acara sungkeman, wejangan pernikahan dari KH Abdullah 
Gymnastiar, dan acara singkat adat Sumatera Utara, mangulosi, 
Presiden Yudhoyono menghampiri puluhan wartawan yang menunggu di 
Jalan Senopati. 

Terlepas dari kesulitan

Puncak acara menjadikan Annisa dan Agus sebagai ratu dan raja 
dilakukan hari Sabtu di halaman belakang Istana Bogor, yang dibangun 
di lahan seluas 28 hektar pada masa Baron van Imhoff sebagai tempat 
peristirahatan tahun 1745. Baron menyebut tempat peristirahatan itu 
Buitenzorg yang artinya "terlepas dari kesulitan".

Untuk membuat ribuan undangan istimewa datang menghadiri acara 
resepsi pernikahan di halaman belakang Istana Bogor, seluruh aparat 
telah sepakat membuat para undangan "terlepas dari kesulitan".

Suasana Kota Bogor dari pagi sampai petang cukup cerah.

Jalan menuju Istana Bogor dan jalan di seputar Istana Bogor 
direkayasa. Angkutan Kota yang selama ini menjadi sumber kesulitan 
bagi pengendara lain dialihkan jalurnya sejak petang. Sistem buka 
tutup juga diterapkan semata-mata demi membuat para undangan istimewa 
dan tentu saja tuan rumah "terlepas dari kesulitan".

Seusai jumpa pers, prosesi resepsi pernikahan di halaman belakang 
Istana Bogor yang megah dan luas dengan penyejuk ruangan berlimpah 
dimulai dari halaman depan berupa prosesi Pedang Pora oleh taruna 
Akademi Militer. Tamu-tamu istimewa, seperti para pejabat dan mantan 
pejabat negara serta duta besar, telah memenuhi Istana Bogor 
menyaksikan prosesi militer itu.

Di ruang resepsi telah siap puluhan jenis makanan dan minuman 
nusantara yang didatangkan dari empat katering Jakarta. Di panggung 
belakang berhadapan dengan pelaminan, Purwacaraka bersama orkestranya 
bersiap mengiringi beberapa artis kelas atas, seperti Ahmad Dhani, 
Krisdayanti, dan Ruth Sahanaya.

Raja memang berhak mendapatkan semua yang istimewa-istimewa. Selamat 
berbahagia. Kekal abadi selamanya.... Begitu doa Sugeng dan warga 
Kampung Senayan. (INU/RTS/PUN)


[Non-text portions of this message have been removed]
--- End forwarded message ---





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke