KRONIK ANGSA LIAR: SASTRA-SENI DI KALANGAN BURUH MIGRAN INDONESIA [1].
SEJAK beberapa hari bulan Juli ini di Hong Kong, sedang diselenggarakan lokakarya penulisan di kalangan buruh-buru migran yang tinggal di kota-negara tersebut. Untuk keperluan lokakarya ini, dari Indonesia telah didatangkan dua orang wartawan/sastrawan. Dalam skala lebih besar,yaitu skala internasinonal, dari pihaknya Universitas Hong Kong, telah pula melangsungkan kegiatan pelatihan menulis. Sepanjang yang saya ketahui, buruh migran asal berbagai negeri di Hong Kong dibandingkan dengan buruh-buruh migran di tempat-tempat lain seperti Taiwan, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Jepang apalagi di negeri-negeri Timur Tengah, jauh lebih aktif dalam berkesenian. Berkesenian mereka rasakan sebagai bagian dari keperluan mereka. Mereka memiliki grup teater dengan kegiatan periodik, beranggotakan buruh-buruh migran dari berbagai negeri, termasuk buruh migran asal Indonesia.Yang paling aktif di dalam grup teater ini adalah Mega Vristian, yang juga penyair dan pelukis asal Malang, Jawa Timur.Teater oleh buruh-buruh migran di Hong Kong selain menjadi sarana pengungkap diri, agaknya juga berfungsi sebagai alat untuk membela hak serta pengucap tuntutan dan harapan mereka. Teater dan berbagai bentuk sastra-seni lainnya, selalu menyertai kegiatan-kegiatan terorganisasi buruh-buruh migran di Hong Kong, di mana buruh migran asal Indonesia turut serta di dalamnya.Teater akhirnya, langsung tidak langsung merupakan suatu proses penyadaran dan sekolah politik-kebudayaan bagi buruh-buruh migran Hong Kong ini. Aktivitas berkesenian begini mungkin dilakukan oleh para buruh migran Hong Kong, karena mereka mempunyai hak cuti akhir pekan yang dilindungi hukum. Cuti akhir pekan inilah kemudian yang oleh buruh-buruh migran ini sebagai peluang berkesenian -- kesempatan meningkatkan dan memanusiawikan diri.Di samping adanya perlindungan legal ini, kegiatan berkesenian mungkin berkembang oleh adanya majikan-majikan yang manusiawi, memberikan kesempatan kepada buruh-buruhnya setelah usai pekerjaan pokok melakukan hal-hal lain di luar tugasnya. Bahkan terdapat pula, para majikan yang membiarkan komputernya dipakai oleh buruhnya. Adanya majikan-majikan begini, saya kira tidak bisa dinegasi dengan membuat citra bahwa semua majikan itu jahat. Membuat citra majikan dan buruh migran sewarna, saya kira adalah cara pandang hitam-putih dan sangat simplistis, cara pandang yang tidak bakal mungkin memahami dan melukiskan kenyataan. Buruh dan majikan adalah dua sisi dari satu mata uang dengan lukisan berbeda di atasnya. Taman Victoria [Victoria Garden] akhir pekan merupakan tempat berkumpul dan sering menjadi pentas terbuka bagi kegiatan-kegiatan kebudayaan buruh migran di samping yang diselenggarakan di ruang-ruang tertutup. Faktor lain yang membantu kegiatan berkesenian ini adalah terdapatnya organisasi buruh migran di Hong Kong, dan mempunyai jaringan kontak dengan Sarikat Buruh Hong Kong dan organisasi-organisasi buruh di negeri-negeri lain. Buruh-buruh migran Indonesia pun mempunyai organisasi mereka sendiri, seperti KIMWU dan mempunyai penerbitan-penerbitan mereka. Melalui organ-organ organisasi buruh migran ini disalurkan karya-karya sastra yang ditulis oleh para buruh migran tentang kehidupan mereka. Selain media cetak, buruh migran Indonesia ini pun mempunyai milis mereka sendiri. Dua yang paling menonjol adalah [EMAIL PROTECTED] dan sastra_tki@ yahoogroups.com Melalui media cetak dan elektronik ini, menyalurkan karya-karya buruh migran, menyuarakan ke seantero dunia permasalahan mereka, mengembangkan jaringan di kalangan mereka di berbagai negeri dan menggalang solidaritas lokal, nasional dan internasional.Pers cetak dan elektronik buruh migran jadinya berfungsi sebagai pendidik dan organisator sekaligus. Tidak kurang pentingnya dalam kegiatan berkesenian dan dalam bidang-bidang kehidupan lainnya adalah dampingan solidaritas dari para akademisi, organisasi buruh Hong Kong, dan para profesional sehingga kegiatan, termasuk dalam kehidupan sastra-seni kian tearah dan sistmatik. Penyelenggaraan workshop penulisan yang sekarang sedang berlangsung adalah sekedar salah satu contoh saja dari ujud kongkret dampingan para profesionalis di kalangan buruh migran. Paris, Juli 2005 JJ. KUSNI [Bersambung....] [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

