aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
 
Insya Allah Indonesia bisa. 
 
.............
Namun ada yang ingin saya ketahui mengenai standar kekayaan suatu negara diukur 
melalui apa, (dalam hal ini Irlandia)? Kalau semisalnya dengan penggunaan 
pendapatan per kapita lazimnya dalm ilmu ekonomi. Jangan-jangan jumlah kekayaan 
orang-orang paling kaya ditambah orang yang miskin terus dibagi jumlah 
penduduknya. Kalau hal ini bukanlah realitas kekayaan sebenarnya. 
salam,
Aris
------------------------
 
DH: ya, nihh, mungkin ini hanya masalah methode penghitungan. 
Mungkin kalau cara menghitungnya diganti, kita dapat simpulkan, Indonesia jauh 
lebih kaya dari USA, Jerman dan seluruh Uni Eropa??
 
Salam
 
Danardono

 
Insya Allah Indonesia bisa. Penggratisan pendidikan terlebih lagi. Memang 
diperlukan perbaikan sistem secara totalitas di negara ini. Sudah saatnya 
berusaha hidup mandiri tak tergantung pinjaman luar negeri terutama pinjaman 
bersyarat yang membunuh diri sendiri (privatisasi, pencabutan subsidi publik, 
regulasi bank dll). Percaya pada diri sendiri. Sebenarnya untuk kasus 
kemiskinan, Indonesia bisa menggalakkan kewajiban pembayaran zakat yang 
terlalaikan umat Islam baik zakat fitrah terlebih zakat maal. Zakat hanya 
diberikan untuk 8 asnaf didalamnya adalah fakir miskin. Tentu saja 
pengelolaannya agar distribusi merata negaralah yang melaksanakan.

Sebenarnya pengenai pengaturan ekonomi, dalam ekonomi syariah sudah mumpuni 
tinggal di aplikasikan. Di sana diatur mengenai pengaturan pemilikan pribadi, 
pemilikan umum dan negara secara terperinci. Bahkan mengenai bekerja, 
sewa-menyewa, perdagangan internasional yang seharusnya, distribusi 
kekayaan,sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran negara dll.
Namun ada yang ingin saya ketahui mengenai standar kekayaan suatu negara diukur 
melalui apa, (dalam hal ini Irlandia)? Kalau semisalnya dengan penggunaan 
pendapatan per kapita lazimnya dalm ilmu ekonomi. Jangan-jangan jumlah kekayaan 
orang-orang paling kaya ditambah orang yang miskin terus dibagi jumlah 
penduduknya. Kalau hal ini bukanlah realitas kekayaan sebenarnya. 
salam,
Aris

A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sebetulnya keberhasilan Irlandia tak lain karena
mereka menggratiskan pendidikan bagi rakyatnya.
Akibatnya rakyat mereka jadi terdidik dan mampu
bersaing dgn bangsa lain. Bukan karena globalisasi.

Di Indonesia globalisasi sudah jalan. Privatisasi BUMN
sudah dilakukan. Namun pendidikan mahal. Rakyatnya
banyak yang bodoh. Akibatnya selain direktur, para
manajer dan teknisi pun diimpor dari negara lain.

Bangsa kita jadi penonton. Sebab untuk menjadi kuli
pun sulit karena lowongan terlalu sedikit dibanding
jumlah tenaga kerja yang ada.


--- bayu montana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> bagaimana indonesia bisa seperti Irlandia sungguh
> mustahil......, kita lihat saja program pendidikan
> di indonesia saat ini sungguh aneh bin ajaib.....
> jangankan mencapai pendidikan yang tinggi, untuk
> lulus UAN saja banyak yang mustahil bahkan ada
> beberapa SLA yang 100% siswanya tidak lulus UAN khan
> aneh....., dimana letak salahnya.... gurunya atau
> muridnya atau bahkan UAN nya yang salah.....,
> lucunya di indonesia setiap ganti mentri pasti ganti
> kurikulum dsb, dsb. mungkin para mentri ingin
> meninggalkan jasa buat cerita anak cucunya "tuch
> kurikulum itu abah yang buat lho..." hehehe.....
> sebodo mau bener or nggaknya yang penting itu hasil
> kerja ku heehehee....
> dan yang sangat aneh lagi..... Anak temanku sudah
> diterima di UNPAD lewat program PMDK ech ternyata
> hasil ujiannya SLA nya nggak lulus.... jadi
> bagaimana tuch....!?! mereka bingung dua kali.
> Pertama bingung nyediain dana -+ Rp.20 juta. Kedua
> bingung ngurusin kelulusannya. jadi gimana yach....
> tolong dong .......... sampaikan sama bapak mentri
> pendidikan agar program kerjanya di simulasikan dulu
> dong......
> salam.............
> 
> 
> Jimmy Okberto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Indonesia gimana? sepertinya mustahil yach.....!!
> 
>
===========================================================
> By THOMAS L. FRIEDMAN
> The New York Times
> Published: June 29, 2005
> 
> Irlandia sekarang adalah negara terkaya di Uni Eropa
> kedua setelah
> Luxembourg.
> Ya, di negara yang selama ratusan tahun dikenal
> karena imigrasi warga,
> puisi tragis, perang saudara, dan lepranya, sekarang
> memiliki GDP
> perkapita lebih tinggi dari Jerman, Prancis, dan
> Inggris.
> Bagaimana Irlandia berubah dari orang sakit di Eropa
> menjadi orang kaya
> di
> Eropa kurang dari satu generasi adalah cerita yang
> luar biasa. Ini
> cerita
> pada Anda tentang Eropa sekarang: semua inovasi
> muncul di negara
> pinggiran
> Eropa yang memeluk globalisasi dengan cara mereka
> sendiri--Irlandia,
> Inggris, Skandinavia, dan Eropa Timur--sedang mereka
> yang ikut model
> sosial Prancis-Jerman mengalami pengangguran.
> Perubahan Irlandia dimulai akhir 1960-an saat
> pemerintah menggratiskan
> sekolah menengah, memungkinkan anak kelas bawah bisa
> menyelesaikan
> sekolah
> menengah atau sekolah teknik. Hasilnya, saat
> Irlandia bergabung Uni
> Eropa
> pada 1973, mereka bisa mengandalkan tenaga kerja
> berpendidikan mereka.
> Pada pertengahan 1980-an, Irlandia sudah mendapat
> keuntungan awal
> anggota Uni Eropa, seperti subsidi pembangunan
> infrastruktur dan pasar
> lebih luas. Tapi mereka masih belum memiliki produk
> kompetitif untuk
> dihasilkan, akibat proteksi dan kesalahan fiskal
> selama bertahun-tahun.
> 
> Negara itu bangkrut dan para sarjananya berimigrasi
> ke luar negeri.
> "Kami meminjam, membelanjakan, meningkatkan pajak
> dan itu nyaris
> menenggelamkan kami," kata Deputi PM Mary Harney.
> "Hanya karena kami
> nyaris tenggelam, kami berani berubah."
> Irlandia pun berubah. Dalam perkembangan yang tidak
> biasa, pemerintah,
> serikat pekerja terbesar, petani, dan kalangan
> industri bersetuju
> melakukan langkah perbaikan fiskal, memotong pajak
> korporasi sampai
> 12,5
> persen, mengurangi gaji dan harga, serta merayu
> investasi asing. Pada
> 1996, Irlandia membuat pendidikan tinggi pada
> dasarnya gratis, sehingga
> 
> tenaga kerja berpendidikan lebih banyak lagi.
> Hasilnya sangat fenomenal. Sekarang, 9 dari 10
> perusahaan farmasi
> terbesar dunia memiliki pabrik di sana, seperti 16
> dari 20 peralatan
> pembuat medis serta 7 dari 10 perusahaan pembuat
> piranti lunak. Tahun
> lalu, Irlandia mendapat investasi Amerika lebih
> banyak daripada Cina.
> Dan
> secara keseluruhan, pendapatan pajak pemerintah
> meningkat.
> "Kami membuat pabrik di Irlandia pada 1990," kata
> Michael Dell, pendiri
> 
> Dell Computer. "Yang menarik kami? Tenaga kerja
> berpendidikan dan
> universitas bagus di dekatnya. Irlandia memiliki
> kebijakan industri dan
> 
> pajak yang secara konsisten mendukung bisnis,
> siapapun yang sedang
> berkuasa secara politik di sana. Saya percaya ini
> karena banyak orang
> yang
> ingat saat buruk saat pembangunan ekonomi terlalu
> terkait politik.
> Irlandia juga memiliki transportasi dan logistik
> sangat baik--mudah
> bagi
> produk apapun mendistribusikan produknya di pasar
> utama di Eropa dengan
> 
> cepat."
> Akhirnya, tambah Mr. Dell, "Mereka kompetitif, ingin
> berhasil, haus dan
> 
> tahu bagaimana rasanya menang. Pabrik kami di
> Limerick, tapi kami juga
> memiliki beberapa ribu orang penjualan dan teknis di
> luar Dublin. Bakat
> 
> teknis di Irlandia juga terbukti menjadi sumber daya
> kami... Fakta
> menyenangkan: kamui menjadi eksporter Irlandia
> terbesar."
> Intel membuka pabrik chip pertama di Irlandia pada
> 1993. James Jarrett,
> 
> wakil presiden Intel, mengatakan mereka tertarik
> banyaknya orang
> berpendidikan di Irlandia, pajak korporasi yang
> rendah, dan insentif
> lain
> yang membuat Intel menghemat miliaran dolar selama
> lebih 10 tahun.
> Program kesehatan nasional juga tidak merugikan.
> "Kami memiliki 4.700
> karyawan di empat pabrik dan kami malah merancang
> chip tercanggih di
> Shannon dengan insinyur Irlandia," katanya.
> Pada 1990, angkatan kerja Irlandia adalah 1,1 juta.
> Tahun ini mencapai
> 2
> juta, tanpa ada penganggur, dan 200 ribu pekerja
> asing (termasuk 50
> ribu
> Cina). Negara lain memperhatikan. Perdana Menteri
> Bertie Ahern
> mengatakan,
> "Saya bertemu perdana menteri Cina lima kali dalam
> dua tahun terakhir."
> 
> Nasehat Irlandia sangat sederhana: Buat agar
> pendidikan menengah dan
> tinggi gratis; buat pajak korporasi rendah,
> sederhana, dan transparan;
> aktif mencari perusahaan global; buka ekonomi untuk
> kompetisi;
> berbicara
> bahasa Inggris; ciptakan kebijakan fiskal yang
> tertib; dan ciptakan
> konsensus keseluruhan paket ini dengan buruh dan
> manajemen--dan setia
> di
> sana karena Anda juga bisa menjadi engara terkaya di
> Eropa.
> "Ini bukan keajaiban, kami tidak menemukan emas,"
> kata Mary Harney.
> "Ini
> kebijakan domestik yang tepat dan percaya
> globalisasi."
> By THOMAS L. FRIEDMAN
> The New York Times
> Published: June 29, 2005
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>
***************************************************************************
> 
=== message truncated ===


Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "ppiindia" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------




"Bangkitnya manusia karena pemikirannya"
"Kemajuan mustahil tanpa perubahan. Dan mereka yang tak bisa merubah 
pemikirannya, maka tak akan bisa merubah apa pun"
(George Bernard Shaw 1850-1950)

            
---------------------------------
Start your day with Yahoo! - make it your home page 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "ppiindia" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------




Kita menjalani kehidupan dengan apa yang 
kita peroleh, tetapi kita menciptakan 
kehidupan dengan apa yang kita berikan. 

(Winston Churchill)

                
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke