At 11:34 AM 7/14/05 +0200, you wrote:
>Yang menarik secara historis adalah peran golongan Nestorian dalam 
>merumuskan Trinitas:
>
>Nestorian Party
>
>Beberapa di antara Gereja terdahulu  mempergunakan  ekspresi
>yang  tampaknya  menyangkal  adanya dua nature dalam Kristus
>dan  mempostulasikan  suatu  nature   yang   tunggal   yakni
>"inkarnasi  yang  menarik."  Dari  segi  pandangan ini Maria
>sering dinamakan sebagai theotokos, ibu dari tuhan.  Sekolah
>Alexandria  khususnya menolak kecenderungan ini. Sebaliknya,
>sekolah Antioch berada pada kutub pandangan yang lain.
>
>Hal ini khususnya terjadi dalam pengajaran dari Theodore  of
>Mopsuestia.  Dia  mengambil  titik awalnya dalam kemanusiaan
>yang  utuh  dari  Kristus  serta   realita   sempurna   dari
>pengalaman    kemanusiaan   Kristus.   Menurut   pendapatnya
>(Theodora),  sebenarnya  Kristus   berjuang   dengan   human
>passion,   melalui   berbagai  godaan,  dan  keluar  sebagai
>pemenang. Dia (Kristus) mempunyai kekuasaan  untuk  mencegah
>dirinya dari dosa atau membebaskan dirinya dari dosa melalui
>(a)  kelahirannya  yang  suci,   dan   (b)   kesatuan   dari
>kemanusiannnya  dengan  ketuhanan Logos. Theodora menyangkal
>perlunya indwelling dari Kristus, dan  membolehkannya  hanya
>untuk  indwelling  moral. Dia tidak melihat adanya perbedaan
>yang penting  tetapi  hanya  ada  perbedaan  derajat  antara
>indwelling of God dalam Kristus dan yang percaya (believer).
>Pandangan  ini  benar-benar  mensubstitusi  inkarnasi  moral
>indwelling  pada  Logos  dalam  diri Yesus. Meskipun begitu,
>Theodore enggan untuk membuat kesimpulan apakah pandangannya
>tak  dapat  dihindarkan,  bahwa  ada personalitas yang ganda
>dalam Kristus, dua person di mana  terdapat  suatu  gabungan
>moral.  Dia  berkata  bahwa  gabungan  tersebut  sangat erat
>sehingga kedua-duanya dapat berbicara sebagai  satu  person,
>sebagaimana halnya suami dan istri dapat disebut satu tubuh.
>
>Pengembangan  logika dari pandangan Antiochian dapat dilihat
>dalam Nestorianism. Nestorius mengikuti jejak Theodore  yang
>menyangkal   bahwa   bentuk   theotokos   dapat  benar-benar
>diterapkan pada Maria dengan alasan yang sederhana bahwa dia
>hanya   melahirkan   seorang   anak   laki-laki  yang  telah
>ditetapkan  oleh  Logos.  Walaupun  Logos  tidak  melukiskan
>kesimpulan  yang  layak bahwa diikuti dari posisi ini, namun
>penentangnya yaitu Cyril memberikan kepadanya tanggung jawab
>atas  kesimpulan  tersebut.  Dia menunjukkan bahwa, (a) jika
>Maria bukan theotokos, yakni  ibu  seorang,  dan  orang  itu
>adalah  tuhan  maka  asumsi dari seorang human being tunggal
>pada fellowship dengan Logos disubstitusikan dari  inkarnasi
>dari  God;  (b)  jika  Maria  bukan theotokos, maka hubungan
>antara Kristus dengan  kemanusiaan  akan  berubah,  dan  dia
>tidak   lebih   dari  redeemer  of  mankind.  Para  pengikut
>Nestorius tidak ragu-ragu untuk membuat kesimpulan  tersebut
>di atas.
>
>Nestorianism     adalah     defektif    (tidak    sempurna),
>ketidaksempurnaan ini bukan dalam doktrin  dari  dua  nature
>dalam Kristus, tetapi dalam satu person. Baik kebenaran dari
>kematian ataupun kebenaran dari kemanusiaan  adalah  diakui,
>tetapi  kedua  hal tersebut tidak dikonsep dengan suatu cara
>sebagaimana halnya membentuk suatu kesatuan yang  nyata  dan
>mengkonstitusi  seorang  person  yang  tunggal. Kedua nature
>tersebut juga merupakan  dua  person.  Pentingnya  perbedaan
>antara  nature  sebagai  substansi yang dimiliki secara umum
>dan person sebagai suatu substansi yang  relatif  independen
>dari nature tersebut, adalah benar-benar tidak diakui.
>
>Perihal  perpaduan  dua  nature (sifat) dalam kesadaran akan
>diri yang tunggal, maka Nestorianism  menempatkan  perpaduan
>tersebut  berdampingan  dengan setiap lainnya tanpa melebihi
>gabungan moral dan simpatik di  antaranya.  The  man  Christ
>bukanlah  God,  tetapi God-bearer, theophoros, yaitu pemilik
>Godhead. Kristus dipuja, bukan karena  Kristus  adalah  God,
>tetapi   karena   God  ada  dalam  diri  Kristus.  Pendirian
>Nestorianism yang kuat ini yaitu  pendirian  yang  melakukan
>pencarian keadilan sepenuhnya akan kemanusiaan Kristus. Pada
>waktu  yang  bersamaan  tersebut  pendirian   itu   bertolak
>belakang  dengan  seluruh  scriptural  proofs untuk kesatuan
>person dalam mediator. Pendirian tersebut mengabaikan Gereja
>dengan contoh agung akan kesalehan sejati dan moralitas akan
>human person of  Yesus,  tetapi  menggali  pendirian  divine
>human  Redeemer,  menggali  sumber  seluruh  kekuasaan  atau
>kekuatan spiritual, keagungan, dan penyelamatan.
>
>Salam
>
>danardono
========

tks pak.... cuma bahasanya agak rumit ya....? dan saya awam
tentang ilmu kekristenan.... bisakah pak danardono menjelaskan
kembali dengan sederhana....? (saya yakin bisa, seperti kualitas
anda sebelum-sebelumnya hehehe....)

salam,




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke