Tidak sepantasnya perbuatan sewenang-wenang seperti ini terjadi di Indonesia sebagai negara Republik dan Demokrasi.
Hak warga negara harus dilindungi seberapa pun besarnya perbedaan pandangan/keyakinan/ataupun ideologi. Apalagi perbedaan Ahmadiyah dengan LPPI dan Habib Asegaf hanyalah masalah keimanan tidak berhubungan dengan aspek-aspek praktis dan politis. Terlepas sesat atau tidak sesatnya Ahmadiyah, sebenarnya masalahnya sederhana : Sekelompok massa berusaha merampas, menyerang kalau bukan merampok bahkan sudah merusak properti milik orang lain yang dengan susah payah dibeli dan dibangun dengan keringat anggota ahmadiyah. Mengenai keyakinan Ahmaadiyah, saya kira kita perlu mendengarkan penjelasan dari yang bersangkutan dan dari sumbernya langsung. Kalaupun Ahmadiyah menurut sebagian pihak tetap sesat, toh tidak berarti penganiayaan fisik ini diizinkan secar hukum. Dialog hanya untuk membuka saling pengertian antar umat beragama. Sedangkan rambu merahnya sudah jelas, apapun alasannya penyerangan, perusakan dan pembakaran atas hak milik orang lain harus ditindak secara tegas apalagi dilakukan secara terang-terangan. Sebenarnya massa hanya terprovokasi. Menurut Info otak dibalik semua ini adalah ketua LPPI Amin Djamaludin yang tinggal di Pasar Rumput, Manggarai. Dia ini telah pernah menyebabkan penyerangan Ahmadiyah di Lombok yang menyebabkan satu anggota Ahmadiyah terbunuh. Juga ia memprovokasi dengan mencap sesat sambil perintah pembubaran dan penghancuran juga terhadap NII, LDII, Syiah, Arqam dll. mungkin nanti termasuk JIL juga akan jadi sasarannya. Beberapa tahun lalu mereka (LPPI) kena batunya, diserang oleh massa LDII di Bogor ketika mengadakan seminar kesesatan Islam Jamaah. Saya tidak bermaksud memprovokasi, hanya masyarakat Indonesia dengan kejadian ini harus waspada karena bisa jadi ini merupakan awal skenario yang lebih besar seperti yang terjadi di Pakistan namun masih gagal di bangladesh karena penduduk bangladesh serentak menolak pelanggaran HAM seperti ini dan memperjuangka hak setiap kelompok bersama-sama bahu memahu melawan kelompok islam garis keras. Padahal menurut Islam sendiri : Dan berbualah Adil. Sesungguhnya Adil itu lebih dekat kepada TAkwa. Jadi Ironis, justru dengan ini LPPI dan FPI yang melanggar ajaran Al Quran sebagai Rahmatan lil Alamin. NAbi Muhammadsaw pun dulu teraniaya sebagai minoritas ditekan mayoritas Quraisy. Kini malah Umat Beliau yang meniru perbuatan KAum Quraisy. Manakah Keadilan itu. Kalau kita lihat di penyiaran TV-TV swasta kita betul-betul heran melihat tingkah laku orang yang mengaku Gerakan Umat Islam Indonesia. Umat Islam yang mana? --- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > http://www.indomedia.com/bpost/072005/16/nusantara/nusa1.htm > > > > Bogor, BPost > > > > Markas Ahmadiyah Diserbu Massa > Bogor, BPost > > > > Warga muslim Bogor dan Front Pembela Islam (FPI) yang menamakan dirinya Gerakan Umat Islam Indonesia (GUII) bergerak lagi. Jumat (15/7), mereka menyerbu Kampus Mubarak di kawasan Parung Bogor yang merupakan sekretariat Pengurus Besar Jamaah Ahmadiyah Indonesia. Mereka meminta jamaah Ahmadiyah segera meninggalkan kawasan tersebut. > > Penyerbuan ini merupakan tindakan kali kedua. Sabtu (9/7) lalu, massa juga menyerbu tempat ini. Saat itu, sedang digelar acara tahunan jamaah Ahmadiyah. Akibatnya, bentrokan pun terjadi dengan belasan orang mengalami luka-luka. > > Gerakan yang dilakukan ribuan orang ini dimulai pukul 13.50 WIB. Sebagian besar dari mereka mengenakan jubah putih, sorban, dan peci. Selain membawa sejumlah poster yang berisikan tuntutan pembubaran Jamaah Ahmadiyah, massa juga membawa bendera Palestina dan bendera yang bertuliskan kalimat tauhid serta potongan kayu, bambu, besi dan batu. > > Massa yang dipimpin Habib Abdurrahman ini melakukan long march dari Masjid Al Hidayah, Jampang, sekitar 500 meter dari Markas Ahmadiyah. Sebelumnya, massa memang berkonsolidasi di masjid ini seusai Shalat Jumat. > > Massa memang bukan warga yang tinggal di dekat gedungjamaah Ahmadiyah itu. Mereka datang dari berbagai daerah. Saat long march, mereka menerobos rombongan Kapolres dan sejumlah ulama dari Bogor yang sebenarnya akan mengajak mereka negosiasi. > > Saat berorasi di depan massanya, Habib Abdurrahman memberi batas waktu Jumat sore kepada pemerintah Kabupaten Bogor untuk membubarkan kegiatan mereka. Bila deadline itu terlewati, maka massa akan menghancurkan gedung-gedung yang berdiri di lahan yang cukup luas itu. > > "Kalau pukul 16.00 WIB saya mengangkat tongkat saya, maka tidak ada yang dapat menghentikan kita," teriak Habib Abdurrahman disahut teriakan Allahu Akbar dari massanya. > > Untuk menghindari benturan, aparat mengambil langkah mengevakuasi sekitar 100 jamaah Ahmadiyah yang bersembunyi di dalam markasnya. Menggunakan empat bus dan empat truk polisi, mereka kemudian dilarikan dari kawasan tersebut. > > Saat proses evakuasi berlangsung, massa melakukan aksi anarkis dengan melempari kendaraan itu dengan batu, bambu, dan kayu. > > Untuk menghindari amukan massa, aparat kepolisian mempercepat laju kendaraan pengangkut jamaah Ahmadiyah ini. > > Selain itu aparat juga mengamankan seorang yang diduga provokator yang mengompori massa agar melemparijamaah Ahmadiyah itu. Akhirnya, provokator itu tertangkap. Setelah diamankan polisi, provokator itu malah dihajar oleh massa. Pemuda berumur 22 tahun itu membantah sebagai provokator. > > Sementara massa lainnya terlihat duduk tenang sambil mengumandangkan salawat dan kalimat tauhid. Menurut Kapolres Bogor AKBP Agus K Sutisna, jamaah Ahmadiyah itu dibawa ke Kejaksaan Negeri Bogor di Cibinong. Setelah Kampus Mubarak bersih dari jamaah , massa memasang spanduk bertuliskan 'Disegel Oleh Umat Islam Indonesia'. dtc > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

