Dalam Wawancara Metro TV dengan Amir Ahmadiyah Indonesia Bp.Abdul 
Basith dan Wakil MUI Bp. Amidhan pk 18.30 Sabtu ini terlihat 
bagaimana sikap Wk. MUI yang telah menutup Dialog dengan Ahmadiyah 
tanpa pernah ada dialog sebelumnya.

Saya kira para pemirsa dapat melihat kualitas wakil MUI yang telah
mengeluarkan Fatwa thd Jamaah Ahmadiyah Indonsia JAI. 

Sebagaimana pernyataan JAI : Fatwa itukan
hanya pendapat, Kami tidak berpengaruh terhadap 1000 Fatwa
sekalipun, yang kami sesalkan aalah penyerangan terhadap properti
ahmadiyah (bahkan di Lombok sampai menyebabkan korban jiwa - The
saint). Berikut beberapa ikhtisar dari pernyataan Amir Ahmadiyah
Indonesia, Maulana Abdul Basith yang saya garis bawahi :

- Kami tidak pernah mengatakan bahwa kami keluar dari Islam. BAhkan
kami adalah orang Islam 100%.
- Fatwa MUI dikeluarkan tanpa mengadakan/mengundang dialog dengan
Ahmadiyah terlebih dahulu
- 9 Buku yang dijadikan rujukan oleh MUI tidak pernah disebutkan
- Sebaiknya kita menggunakan plat form yang sama yaitu Al Quran dan
Sunnah
- Fatwa itu kan hanya pendapat. Kami tidak akan terpengaruh terhadap
1000 fatwa sekalipun. Yang kami sesalkan adalah Fatwa MUI itu
digunakan untuk melakukan penyerangan dan keaniayaan terhadap
Ahmadiyah (sampai menimbulkan korban jiwa di lombok-the saint)
- Sekarang misalnya BApak Amidhan kan mengaku sebagai orang islam,
maka tidak ada hak bagi saya untuk menyatakan you bukan islam.
__________________________________________________________finish

Yang sangat disayangkan adalah MUI sudah menutup pintu dialog
katanya.

Dan sepertinya wawancara tersebut cenderung untuk mendesak
pemerintah melakukan tindakan terhadap Ahmadiyah bukan terhadap para
perusuh yang menyerang khususnya Sang Aktor Besar Amin Djamaludin
yang juga mungkin akan mengincar LDII, Syiah, NII, Al Zaytun, JIL 
dll.

Apa terus Ahmadiyah mau dibubarkan. Bagaimana ini, orang berkeyakinan
kok dilarang. Apalagi dalam sejarah Indonesia dan dimanapun di dunia 
(coba deh check di India)
Ahmadiyah berada Organisasi ini terkenal dan jutaan yang menjadi
saksi bahwa mereka adalah pencinta keadilan dan kedamaian. Betul
juga kata Direktur Ahmadiyah ketika dievakuasi :
OH Dunia ini memang sudah terbalik, kita yang diserang kok kita yang
disuruh pergi/diusir.

Sekarang lah massa seperti NU, Muhammadiyah, PKS dan Massa-massa
nasionalis lainnya menunjukkan sisi sesungguhnya mereka yang katanya
membela KEADILAN.

Sayangnya mungkin karena Ahmadiyah mendapat kesan miring, dan
LPPI/FPI/GUI mengatas namakan islam (walau cuma dalam simbol-simbol
bukan hakikat, yang justru berlawanan dengan islam) Ormas Islam
sperti PKS tidak begitu perduli padahal ia memegang tangung jawab
denan nama besarnya KEADILAN yang merupakan nilai paling luhur dalam
ajaran AL QUran.

Takutlah(Bertakwalah) kepada Allah yang telah memintahkan :
Dan janganlah permusuhan kamu dengan suatu kaum menyebabkan mu
bersikap tidak Adil. Berlaku Adillah karena Adil itu lebih dekat
kepad TAkwa



--- In [email protected], "fauziah swasono" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> --- In [email protected], "The saint" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> > Tidak sepantasnya perbuatan sewenang-wenang seperti ini terjadi 
di 
> > Indonesia sebagai negara Republik dan Demokrasi.
> > 
> > Terlepas sesat atau tidak sesatnya Ahmadiyah, sebenarnya 
masalahnya 
> > sederhana :
> > 
> > Sekelompok massa berusaha merampas, menyerang kalau bukan 
merampok 
> > bahkan sudah merusak properti milik orang lain yang dengan susah 
> > payah dibeli dan dibangun dengan keringat anggota ahmadiyah.
> > 
> 
> Ya, saya setuju pendapat anda.
> Menyerang orang lain apalagi diatas property mereka sendiri adalah
> kriminal. Harus diusut secara hukum. Dan karena massa Ahmadiyah 
kalah
> banyak dg massa penyerang, tidaklah otomatis berarti suara 
mayoritas
> itu adalah suara yg benar. 
> Gampang amat sih menjudge orang lain. Playing as a God. Kita nggak 
tau
> siapa yg akan ke neraka dan ke surga. Siapa tau nanti sama2 ketemu 
di
> neraka atau malah yg menghujat dineraka sambil menonton yg dihujat
> masuk surga. 
> 
> > Kalau kita lihat di penyiaran TV-TV swasta kita betul-betul 
heran 
> > melihat tingkah laku orang yang mengaku Gerakan Umat Islam 
> > Indonesia. 
> > Umat Islam yang mana?
> > 
> > Setelah Kampus Mubarak bersih dari jamaah , massa 
> > memasang spanduk bertuliskan 'Disegel Oleh Umat Islam 
Indonesia'. 
> 
> Saya tidak merasa bagian dari klaim mereka. Enak aja 
mengatasnamakan
> komunitas -siapa yang ngasih mandat?- untuk berbuat kezaliman.
> 
> 
> fau




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke