http://www.suarapembaruan.co.id/News/2005/07/15/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 

Deplu Perlu Panggil Dubes Arab Saudi Klarifikasi Kasus TKI Teraniaya


JAKARTA - Departemen Luar Negeri (Deplu) selayaknya memanggil Duta Besar Arab 
Saudi untuk Indonesia guna mengklarifikasi tenaga kerja Indonesia (TKI), Nour 
Miyati yang dianiaya majikannya di Arab Saudi. Namum ketika masih dalam 
perawatan di rumah sakit, malah diciduk dan ditahan pihak kepolisian. 

Demikian dikemukakan Aktivis Migrant Care, Wahyu Susilo menjawab Pembaruan di 
Jakarta, Jumat (15/7). Dikatakan, pihaknya mendukung langkah pemerintah 
Indonesia yang telah menyampaikan protes melalui nota diplomatik. Tetapi hal 
itu belum cukup karena harus dibarengi dengan tindakan di dalam negeri, 
misalnya menuntut tanggung jawab Perusahaan Jasa Tenaga Kerja yang 
memberangkatkannya. 

''Upaya KBRI seharusnya dibarengi Depnakertras dengan memanggil PJTKI yang 
menempatkan Nour Miyati,'' katanya. 

Dikatakan, Nour ditempatkan PT Rohana Korindo Utama pada Oktober 2003 dan 
bekerja pada Fahd Al Doseri. Saat ditemukan kondisi TKI asal Desa Jorok, 
Sumbawa, Nusa Tenggara Barat itu dalam kondisi sangat memprihatinkan yang patut 
diduga akibat perlakuan di luar perikemanusiaan. ''Sejumlah luka membusuk di 
jari-jari tangan dan kaki kanannya membuatnya harus diamputasi,'' katanya. 

Pada kesempatan terpisah, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja 
Indonesia (Apjati), asosiasi PJTKI yang menempatkan TKI ke kawasan Timur 
Tengah, Husein Alaydrus mengatakan, pihaknya baru mengetahui kasus Nour Miyati 
dari pemberitaan media massa kemarin. Pihaknya bersedia membantu pihak-pihak 
yang berkepentingan dengan memberikan informasi dan data yang menyangkut TKI 
Nurmiati. 

''Kami punya sistem online yang menampung data seluruh TKI yang ditempatkan 
oleh PJTKI anggota kami. Besok silahkan hubungi saya lagi. Siang ini akan kami 
cari file-nya,'' katanya. 


Belum Ada Data 

Sementara itu, Direktur Perlindungan dan Advokasi Departemen Tenaga Kerja dan 
Transmigrasi, Marjono mengemukakan, pihaknya belum memperoleh data tentang 
PJTKI yang menempatkan Nour Miyati dan asal usul TKI teraniaya tersebut. ''Kami 
tak mau berspekulasi bertindak sebelum mendapat informasi akurat dari KBRI,'' 
katanya. 

Lebih lanjut, Marjono mengemukakan, berdasarkan faksimile yang diperolehnya 
dari KBRI di Riyadh, pihak KBRI telah mendatangi kepolisian untuk meminta 
kembali Nour Miyati agar dikembalikan ke pengawasan KBRI. ''Atas pencidukan 
Nour di rumah sakit, KBRI telah mengeluarkan nota diplomatik memprotes tindakan 
tersebut,'' katanya. 

Dikatakan, KBRI sempat terheran-heran karena Nour Miyati yang sedang dalam 
perawatan di rumah sakit tiba-tiba diciduk polisi, lalu dipenjarakan. Informasi 
itu langsung ditanggapi KBRI dengan mendatangi pihak kepolisian dan meminta 
agar Nurmiati dikembalikan ke KBRI karena sebelumnya TKI tersebut berada dalam 
pelayanan dan pengananan KBRI. ''Itu informasi yang saya peroleh lewat faksimil 
dari Atase Ketenagakerjaan KBRI di Riyad, M Sugiarto. Informasi selanjutnya 
belum saya peroleh karena dua kali menelepon pak Giarto belum nyambung,'' 
katanya. 

Lebih lanjut, Marjono mengaku belum mengetahui nama Perusahaan jasa Tenaga 
Kerja Indonesia (PJTKI) yang menempatkan Nour Miyati bekerja di Arab Saudi. 
''Kami sedang melacaknya. Nanti setelah saya berkomunilasi dengan Pak Sugiarto 
silahkan hubungi saya lagi,'' katanya. 

Sementara itu, Pembaruan yang pagi tadi berupaya menghubungi Sugiarto melalui 
telepon juga mengalami kegagalan. Dari nada teleponnya yang seperti morse nada 
panjang-panjang mengindikasikan pesawat teleponnya aktif, tetapi tidak 
diangkat. (L-7) 


Last modified: 15/7/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke