Disinggung belum ada bandar judi besar yang ditangkap,
Rubani Pranoto mengatakan, yang terpenting dan yang
perlu diketahui masyarakat kini perjudian di Sumut
sudah tidak ada lagi. Subtansinya bukan banyaknya
tempat perjudian yang disegel atau kuantitas bandar
judi yang ditangkap,

Bud's =  Memang berani menangkap ??? he he he 
  ----- Original Message ----- 
  From: susan to 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, July 16, 2005 2:38 PM
  Subject: [ppiindia] judi di medan


  Apa mungkin judi bisa dihapuskan????Bukankah itu sudah
  menjadi mental pejabat kita!!!!!

  (Waspada Medan)Kapoldasu Irjen Pol Drs Iwan
  Pandjiwinata mengatakan, mengacu instruksi Kapolri
  Jenderal Pol Sutanto yang menekankan perjudian di
  seluruh nusantara dihentikan dalam waktu satu minggu,
  maka, khusus di Sumut, hari kedua pasca instruksi
  tersebut, judi sudah tidak ada lagi yang buka. Dengan
  kata lain, Sumut bersih dari judi.

  "Jika masih ada perjudian yang beroperasi segera
  laporkan," tegas Kapoldasu diwakili Wakapoldasu,
  Brigjen Pol Drs H. Rubani Pranoto didampingi Direktur
  Reskrim Poldasu, Kombes Pol Surya Darma, Karo Ops
  Kombes Pol Drs DU Sitohang, Kabid Humas Kombes Pol Drs
  Bambang Prihadhy, Direktur Narkoba AKBP Nixon Manurung
  serta sejumlah perwira lainnya kepada wartawan di
  Mapoldasu, Jumat (15/7) sore.

  "Anda nanti bisa cek. Laporkan kepada saya kalau masih
  ada yang buka, akan saya bawa pasukan untuk menutup
  atau kita tangkap dan Insya Allah, berdasarkan
  laporan, pantauan dan segala aktifitas itu, sampai
  saat ini, atau mulai hari kedua (12/7) semua lokasi
  besar perjudian sudah tutup."

  Berdasarkan pantauan Waspada, lokasi perjudian di Jl
  Industri Medan yang membelah ruas Jl AR Hakim dengan
  Jl Mandala By Pass Medan terlihat sunyi. Di lokasi ini
  biasanya orang-orang yang berjudi dari pagi hingga
  tengah malam ke luar masuk lokasi, namun beberapa hari
  belakang tampak sunyi.

  Selain itu, warung-warung yang biasanya ramai dengan
  permainan judi jenis togel, kim di Kota Medan juga
  tidak tampak lagi. Begitu juga judi jackpot dan kasino
  yang ada di pusat perbelanjaan dan gedung-gedung
  bertingkat, tutup. Seorang juru parkir di Jl Industri
  kepada Waspada, Jumat mengatakan, lokasi ini biasanya
  ramai. Kendaraan roda empat dan dua selama 24 jam
  memenuhi sisi jalan. Namun beberapa hari ini, hal itu
  tidak terlihat lagi. "Sudah tiga hari lokasi judi di
  sini tutup," ujarnya.

  Senada dengan itu, seorang penarik beca dayung yang
  sering mangkal di Jl Industri juga mengatakan hal
  sama. "Sudah tiga hari lokasi ini tutup," ujarnya
  seraya menambahkan, di lokasi terdapat segala jenis
  permainan judi. Penarik beca dayung itu mengatakan
  tidak hanya di Jl Industri lokasi judi yang tutup,
  kabarnya lokasi-lokasi lainnya seperti di Jl Sekip,
  Kasino di Capital Building Jl Balai Kota, berdasarkan
  pemantauan selalu ramai, kali ini juga tutup. Bahkan
  deretan taksi dan beca mesin yang biasanya ramai
  menunggu penumpang yang ke luar dari Capital Building
  kini tampak sepi. Di luar kota seperti Green Hill di
  Sibolangit, Berastagi juga tutup. Selain itu,
  warung-warung yang biasanya diramaikan dengan para
  penulis Togel beberapa hari belakangan tidak tampak
  lagi.

  Frontal
  Dalam menindaklanjuti masalah judi, Poldasu, kata
  Wakapoldasu, menggelar operasi-operasi secara frontal.
  Hasil yang dicapai selama empat hari (11/7 ? 14/7),
  Poldasu mengungkap 120 kasus judi dengan 196
  tersangka. Terdiri 33 bandar besar, 14 perekap, 56
  pengedar, serta 93 pemain/penjudi. Barang bukti yang
  diamankan di antaranya uang tunai Rp 6,26 juta, kartu
  37 set, rekap 36 unit, kupon 100 lembar, 28 buku
  tafsir mimpi 28, kertas karbon 11 lembar, meja bilyar
  1 unit, 32 bola bilyar, 3 stik bilyar, lapak dadu 1
  lembar, 18 dadu, mesin jackpot 32 unit dan lainnya.

  "Jadi sudah sangat signifikan dan gerakan ini sudah
  menggetar, saya sudah mohon restu tokoh masyarakat,
  DPR dan lainnya bahwa ini tidak hangat-hangat tahi
  ayam. Akan kita lakukan secara simultan, dan saya
  konsisten bertindak," ujarnya. Wakapoldasu juga
  berjanji, menindak aparat polisi yang mengoperasikan
  judi ketangkasan di berbagai daerah di Sumut.

  Disinggung belum ada bandar judi besar yang ditangkap,
  Rubani Pranoto mengatakan, yang terpenting dan yang
  perlu diketahui masyarakat kini perjudian di Sumut
  sudah tidak ada lagi. Subtansinya bukan banyaknya
  tempat perjudian yang disegel atau kuantitas bandar
  judi yang ditangkap, tetapi operasional judi di Sumut
  sudah tidak ada lagi. "Karena menyangkut judi ini
  Kapolri sangat serius, dalam dua hari terakhir,
  Kapolri terus menelpon saya," katanya. Yang pasti,
  sebut dia, tidak ada jenis kejahatan yang diberantas
  lalu mati. Karena itu, rutinitas pemberantasan
  kejahatan, terutama judi akan terus menerus dilakukan.

  Skala prioritas
  Sementara itu, pimpinan DPRD Medan mengharapkan
  Kepolisian di Medan membuat skala prioritas dalam
  menyahuti instruksi Kapolri Jenderal Pol Sutanto dalam
  mengungkap kejahatan. Namun pimpinan dewan menilai
  yang paling utama harus diberantas adalah pemakaian
  dan peredaran Narkoba. Ketua DPRD Medan H. Syahdansyah
  Putra dan Wakil Ketua Drs Zulfan, MBA, mengatakan itu
  kepada wartawan Kamis. Mereka mengaku sangat mendukung
  sikap tegas yang ditunjukkan Kapolri.

  Untuk mendukung semangat yang telah ditunjukkan
  Kapolri, menurut Syahdansyah, kepolisian perlu membuat
  skala prioritas tersebut sehingga tugas yang diprogram
  Kapolri bisa dilaksanakan secara baik. Hal sama
  dikatakan Wakil Ketua DPRD Medan Zulfan. Menurutnya,
  masyarakat sangat menggantungkan harapan kepada polisi
  dalam memberantas Narkoba, mengingat para orangtua
  selama ini sangat mengkhawatirkan masa depan anaknya.
  Namun kedua pimpinan wakil rakyat ini tidak
  menyinggung pemberantasan judi di Kota Medan.


    

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke