mbak fau, ide bisa datang darimana saja.... dan pertukaran ide adalah sesuatu yang lumrah di kalangan orang-orang rasional....
jepang adalah salah satu sumber ide yang luar biasa.... negeri yang modern sekaligus teguh memegang tradisi lama yang baik.... tak heran mahathir mohammad sejak awal 1980-an konsisten dengan kebijakan "melihat ke timur," untuk mencapai visi 2020: membuat malaysia menjadi negeri modern di tahun 2020..... btw, batik indonesia memang adem dan nyaman, tapi sekarang ini banyak batik sudah diproduksi di cina karena biayanya lebih murah.... kita cuma mengirim desain dan motif batik, setelah selesai diproduksi disana dikirim balik ke indonesia.... pasar tanah abang yang dulu menjadi sentra tekstil buat kain-kain produksi majalaya atau pekalongan pun sekarang sudah berbalik menjadi pusat penjualan tesktil made in china.... arus balik dari negeri-negeri atas angin ini sungguh memprihatinkan.... kapan gerangan arus berputar arah dan kapal-kapal kita bisa kembali menjelajah dan membawa barang-barang dari kepulauan nusantara ke negeri-negeri asing....? salam, At 04:40 AM 7/18/05 +0000, you wrote: >Mas Nug, >apakah inspirasi pakaian pejabat ini datang dari PM Koizumi ya? >Soalnya pas Pak SBY kesini awal Juni bertepatan pula dg kampanye PM >Koizumi untuk menanggalkan jas dan dasi selama summer di Jepang >(that's the first time in Japan). Pak Koizumi sendiri memakai kemeja >casual lengan panjang. > >Dengar2 awalnya tidak terlalu efektif, karena memang jas gelap dan >dasi sudah gaya berpakaian standar pria pekerja disini. AC ruangan yg >diharapkan diset pada 28C nyatanya masih diset 24C. Tetapi mulai >banyak yg meninggalkan jas dan dasi terutama para akademisi dan >terutama mulai minggu2 ini karena sudah terasa gerahnya. Harusnya >kemaren Pak SBY melobi Koizumi untuk mengimpor batik Indonesia yg >lebih adem... > >fau > > >--- In [email protected], Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Tinggalkan Jas, Tanggalkan Dasi > > > > Gerakan menghemat energi membawa efek samping penting. Cara berpakaian > > pejabat disesuaikan: fungsi mengalahkan gengsi. > > > > ***- > > > > > >*************************************************************************** >Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia >yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org >*************************************************************************** >__________________________________________________________________________ >Mohon Perhatian: > >1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) >2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. >3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi >4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] >5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] >6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > >Yahoo! Groups Links > > > > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

