Hubungan diplomatik diatur sesuai protokolnya yang mengandung perlindungan keselematan timbal balik. Apa yang dilakukan pemerintah Indonesia adalah seusai dengan pertimbangan berazaskan protokol hubungan diplomatik yang telah disepakati. Jadi jangan terlalu curiga sehingga kesempatan melihat dari segi lain menjadi tertutup tanpa sampai pada masalah intinya.
Masalah kemacetan lalu lintas di Jakarta atau kota-kota lain ialah karena tidak ada perencaan kota yang memada, dalam arti perkembangan dan pertumbuhannya sesuai urbanisasi penduduk maupun populasi kendaraan. Akibatnya jalur lalu-lintas sering tersumbat, kekurangan lampu pengatur arus lalu lintas, begitu pun keselematan lalulintas maupun keamanan di jalanan adalah sebahagian dari problemnya. Kalau ditambah dengan polusi masalahnya tambah berat. Jadi menyalahkan ditutup jalan di depan kedutaan Australia atau kedutaan X adalah mengabaikan penilaian dari masalah yang berlarut-larut di Indonesia dalam hal ini "lalu lintas" darat dan khususnya lalu lintas kota Jakarta sebagai ibukota Republik Indonesia. Salam, ----- Original Message ----- From: "Satrio Arismunandar" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Wednesday, July 20, 2005 11:17 AM Subject: Re: [ppiindia] Jalan di Depan Kedubes Australia Ditutup, Kemacetan Berkepanjangan > Kalau jalan ditutup hanya semata-mata mengikuti maunya > Australia, dengan mengorbankan hak rakyat yang biasa > melintas di depannya... lalu namanya apa? > > > --- Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >> Apa hubung jalan ditutup dengan harga diri rakyat >> Indonesia? >> >> Kemacetan lalulintas di Jakarta bukan soal aneh dan >> bukan saja di Jakarta, >> tetapi agaknya diberbagai kota di Indonesia pun >> kemacetan atau kaos >> lalulintas itu kejadian tiap hari. Belum lagi >> ditinjau polusi dari kendaraan >> bermotor. >> >> Kalau sistem transportasi kota, antar kota maupun >> antar pulau tidak mendapat >> perhatian untuk diatur secara baik maka arus >> lalulintas maka tetap saja >> menjadi problem sekalipun tidak ada ganguan seperti >> disebutkan. >> >> >> >> ----- Original Message ----- >> From: "Satrio Arismunandar" >> <[EMAIL PROTECTED]> >> To: "pjtv" <[EMAIL PROTECTED]>; "AJI INDONESIA" >> <[EMAIL PROTECTED]>; >> "BA-depok" <[EMAIL PROTECTED]>; >> <[EMAIL PROTECTED]>; >> "ppiindia" <[email protected]>; "Begundal >> Salemba" >> <[EMAIL PROTECTED]> >> Sent: Tuesday, July 19, 2005 3:32 PM >> Subject: [ppiindia] Jalan di Depan Kedubes Australia >> Ditutup, Kemacetan >> Berkepanjangan >> >> >> > Maunya apa sih??? Nasib rakyat di negeri yang >> makin >> > kehilangan harga diri.... >> > >> > >> > http://www.suarapembaruan.co.id/News/2005/07/18/Jabotabe/jab04.htm >> > >> >> Jalan di Depan Kedubes Australia Ditutup, >> Kemacetan >> >> Berkepanjangan >> > >> >> JAKARTA - Sejumlah warga Kota Jakarta mengeluhkan >> >> kemacetan yang menjadi-jadi di beberapa jalan >> utama >> >> di Kota Jakarta akibat penutupan sebagian badan >> >> jalan di depan beberapa kantor Kedutaan Besar >> >> (Kedubes) di kota ini. Keluhan serupa juga sudah >> >> menyebar lewat surat elektronik. >> >> >> >> "Hampir setahun kasus pengeboman di depan Kedubes >> >> Australia di Jl HR Rasuna Said, Kuningan terjadi, >> >> tetapi jalur lambat di depannya masih terus >> ditutup. >> >> Setiap kali lewat di Kuningan, banyak pengguna >> jalan >> >> yang menggerutu," keluh Parni kepada Pembaruan di >> >> Jakarta, Senin (18/7). >> >> >> >> Setiap hari, Parni, warga Cibubur itu harus >> melalui >> >> jalan di depan Kedubes Australia tersebut menuju >> >> kantornya di kawasan yang sama. >> >> >> >> "Saya pusing setiap kali pulang kerja. Mau >> mengemudi >> >> sendiri, kaki sudah sangat pegal. Mau naik taksi, >> >> para pengemudi taksi pun tak mau melintasi jalan >> itu >> >> dikala jam-jam macet," keluh Nirina, yang >> >> sehari-hari juga berkantor di kawasan Kuningan. >> >> >> >> Pada awalnya, warga memaklumi penutupan jalur >> lambat >> >> di Kedubes Australia dalam rangka renovasi pagar >> >> halaman dan gedung kedutaan Australia yang dibom >> >> pada Kamis 9 September 2004 lalu. "Namun, kami >> >> melihat sendiri bahwa pekerjaan pagar sudah >> beberapa >> >> bulan lalu selesai, dan tidak terlihat lagi para >> >> pekerja yang mengerjakan tembok tinggi yang >> seperti >> >> benteng itu. Namun anehnya, jalur untuk umum di >> >> depan kedubes sampai hari ini masih saja ditutup >> dan >> >> mengakibatkan kemacetan setiap melintasi jalan >> itu," >> >> katanya. >> >> >> >> Menurut informasi dari Departemen Luar Negeri RI, >> >> Kedutaan Australia telah meminta kepada >> Pemerintah >> >> RI, juga tembusan surat pada Gurbernur DKI, agar >> >> jalur lambat di depan kedubes itu ditutup >> selamanya. >> >> "Kalau itu ternyata telah direalisasikan, >> terkesan >> >> pihak kedutaan asing itu sangat arogan," kata >> Parni. >> >> >> >> >> >> Sebab, setengah jalur jalan di depan Kedubes >> Amerika >> >> telah dipasangi pagar beton. Demikian juga jalan >> >> tembus ke Bundaran Hotel Indonesia (HI) telah >> sekian >> >> lama ditutup untuk kepentingan umum, demi >> >> kepentingan Kedubes Inggris. "Kalau jalur lambat >> di >> >> depan Kedubes Australia ditutup selamanya, sangat >> >> tidak masuk akal. Sebab, terletak di jalur yang >> >> sangat padat dan berada di segi tiga emas, yang >> >> tentunya sangat mengganggu kelancaran lalu >> lintas," >> >> kata Parni. >> >> >> >> Dia menyayangkan, kenapa Pemprov DKI, khususnya >> >> Pemerintah Kota Jakarta Selatan, sampai hari ini >> >> tetap saja mendiamkan penutupan jalan tersebut. >> >> Padahal, untuk mengatasi kemacetan, Pemprov DKI >> >> sedang berupaya membangun jalur bus way dan >> >> monorail. >> >> >> >> "Mengapa untuk keperluan satu gedung di Kuningan >> >> itu, kemacetan dibiarkan makin parah setiap hari? >> >> Sebagai bangsa kita tidak hanya dilanda banyak >> >> masalah, tapi yang lebih parah lagi kita >> kehilangan >> >> harga diri bila berhadapan dengan bangsa asing >> yang >> >> mendikte kita sampai pada pengaturan jalan raya," >> >> katanya. >> >> >> >> Dalam surat elektronik yang beredar dan diterima >> >> beberapa warga Jakarta disebutkan, warga Jakarta >> >> harus protes atas penutupan jalur lambat di depan >> >> Kedubes Australia itu. "Hidupkan klakson tanda >> >> protes, atau sebarkan stiker seruan membuka >> kembali >> >> jalur lambat tersebut," demikian bunyi surat >> >> elektronik tersebut. >> >> >> >> Warga juga mempertanyakan peran Dewan Perwakilan >> >> Daerah pilihan rakyat. (N-6) >> >> >> > >> > >> > __________________________________________________ >> > Do You Yahoo!? >> > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam >> protection around >> > http://mail.yahoo.com >> > >> > >> > >> > *************************************************************************** >> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat >> Persahabatan. Menuju Indonesia >> > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. >> http://www.ppi-india.org >> > >> > *************************************************************************** >> > >> > __________________________________________________________________________ >> > Mohon Perhatian: >> > >> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA >> (kecuali sbg otokritik) >> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg >> akan dikomentari. >> > 3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi >> > 4. Satu email perhari: >> [EMAIL PROTECTED] >> > 5. No-email/web only: >> [EMAIL PROTECTED] >> > 6. kembali menerima email: >> [EMAIL PROTECTED] >> > >> > Yahoo! Groups Links >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> >> > > > > > ____________________________________________________ > Start your day with Yahoo! - make it your home page > http://www.yahoo.com/r/hs > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

