----- Original Message ----- 
From: "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, July 20, 2005 2:16 PM
Subject: [ppiindia] Re: Jalan di Depan Kedubes Australia Ditutup, Kemacetan 
Berkepanjangan


> Bung Ambon malah mencampur adukkan masalah. Masalah hub diplomatik
> kok dicampurbaurkan dgn masalah tidak adanya perencanaan kota ?
>

Hello Lina,

Ada dua hal (a) kedutaan Australia dan (b) kemacetan lalulintas. Kalau 
masalahnya tidak terkait dengan kedutaan Australia, kenapa mau dihubungkan 
oleh sdr Satrio A dengan mengatakan : "Kalau jalan ditutup hanya semata-mata 
mengikuti maunya Australia, dengan mengorbankan hak rakyat yang biasa 
melintas di depannya... lalu namanya apa?" dan juga dikatakan oleh A. Nizam 
: "Kalau jalan umum ditutup hanya karena Kedubes Australia takut dibom, 
sebaiknya dicari solusi lain.Solusi ini selain memberi rasa aman kepada 
Kedubes Australia juga tidak menimbulkan kemacetan bagi umum".

Dari dua pernyataan ini terang dihubungankan dengan keberadaan Kedutaan 
Australia  yang adalah wilah Australia. Makanya itu saya berusaha 
menjelaskan kaitannya dengan secara singkat memberikan implus tentang 
masalah lalulintas dalam perkembangan dan pertumbuhan kota pada zaman yang 
dikatakan zaman canggih.

Untuk supaya tidak bertele-tele hendaklah dimengerti bahwa di milist ada 
diplomat-diplomat RI, barangkali mereka akan lebih fasih menjelaskan secara 
terperinci protokol hubungan diplomatik dan konvensi internasional mengenai 
hubungan diplomatik, dan juga imunitas kaum diplomat. Agar dapat dipahami 
dengan lebih jelas lagi. Pak Togi itu katanya pangkatnya akan dinaikan 
menjadi attache penerangan dari KBRI di Swedia, saya yakin beliau mahir 
dalam soal-soal diplomatik dan akan senang hati menjawab pertanyaan.

Cheers,


> Kalo gak salah tangkep, ini kan membicarakan kemacetan di depan
> kedutaan ostrali saja. Terlepas dari payahnya perencanaan tata kota
> di Jakarta, tapi kemacetan di Kuningan itu semakin bertambah dengan
> ditutupnya jalur tsb. Terasa bedanya.
>
> Kalaupun orang curiga,itu karena banyak dari kejadian-kejadian lalu
> dan kini yang menunjukkan bahwa kita memang tidak punya gigi/harga
> diri lagi sebagai bangsa (terpuruknya hukum).
>
> Jadi, apa yg terjadi didepan kedutaan ostrali juga menunjukkan kita
> sbg bangsa yang gak punya gigi dihadapan Ostrali. Tidak punya
> sesuatu yang bisa diajukan sebagai alat utk bargaining lagi. dah KO.
> ato SKAK MAT.
>
> Saya hanya khawatir, ini akan menimbulkan kericuhan baru.
>
> wassalam,
>
>
> --- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> Hubungan diplomatik diatur sesuai protokolnya yang mengandung
> perlindungan > keselematan timbal balik. Apa yang dilakukan
> pemerintah Indonesia adalah > seusai dengan pertimbangan berazaskan
> protokol  hubungan diplomatik yang > telah disepakati. Jadi jangan
> terlalu curiga sehingga kesempatan melihat > dari segi lain menjadi
> tertutup tanpa sampai pada masalah intinya.
>>
>> Masalah kemacetan lalu lintas di Jakarta atau kota-kota lain
> ialah karena
>> tidak ada perencaan kota yang memada, dalam arti perkembangan dan
>> pertumbuhannya sesuai urbanisasi penduduk maupun populasi
> kendaraan.
>> Akibatnya jalur lalu-lintas sering tersumbat, kekurangan lampu
> pengatur arus
>> lalu lintas, begitu pun keselematan lalulintas maupun keamanan di
> jalanan
>> adalah sebahagian dari problemnya. Kalau ditambah dengan polusi
> masalahnya
>> tambah berat.
>>
>> Jadi menyalahkan ditutup jalan di depan kedutaan Australia atau
> kedutaan X
>> adalah mengabaikan penilaian dari masalah yang berlarut-larut di
> Indonesia
>> dalam hal ini "lalu lintas" darat dan khususnya lalu lintas kota
> Jakarta
>> sebagai ibukota Republik Indonesia.
>>
>> Salam,
>>
>> ----- Original Message ----- 
>> From: "Satrio Arismunandar" <[EMAIL PROTECTED]>
>> To: <[email protected]>
>> Sent: Wednesday, July 20, 2005 11:17 AM
>> Subject: Re: [ppiindia] Jalan di Depan Kedubes Australia Ditutup,
> Kemacetan
>> Berkepanjangan
>>
>>
>> > Kalau jalan ditutup hanya semata-mata mengikuti maunya
>> > Australia, dengan mengorbankan hak rakyat yang biasa
>> > melintas di depannya... lalu namanya apa?
>> >
>> >
>> > --- Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> >
>> >> Apa hubung jalan ditutup dengan harga diri rakyat
>> >> Indonesia?
>> >>
>> >> Kemacetan lalulintas di Jakarta bukan soal aneh dan
>> >> bukan saja di Jakarta,
>> >> tetapi agaknya diberbagai kota di Indonesia pun
>> >> kemacetan atau kaos
>> >> lalulintas itu kejadian tiap hari. Belum lagi
>> >> ditinjau polusi dari kendaraan
>> >> bermotor.
>> >>
>> >> Kalau sistem transportasi kota, antar kota maupun
>> >> antar pulau tidak mendapat
>> >> perhatian untuk diatur secara baik maka arus
>> >> lalulintas maka tetap saja
>> >> menjadi problem  sekalipun tidak ada ganguan seperti
>> >> disebutkan.
>> >>
>> >>
>> >>
>> >> ----- Original Message ----- 
>> >> From: "Satrio Arismunandar"
>> >> <[EMAIL PROTECTED]>
>> >> To: "pjtv" <[EMAIL PROTECTED]>; "AJI INDONESIA"
>> >> <[EMAIL PROTECTED]>;
>> >> "BA-depok" <[EMAIL PROTECTED]>;
>> >> <[EMAIL PROTECTED]>;
>> >> "ppiindia" <[email protected]>; "Begundal
>> >> Salemba"
>> >> <[EMAIL PROTECTED]>
>> >> Sent: Tuesday, July 19, 2005 3:32 PM
>> >> Subject: [ppiindia] Jalan di Depan Kedubes Australia
>> >> Ditutup, Kemacetan
>> >> Berkepanjangan
>> >>
>> >>
>> >> > Maunya apa sih??? Nasib rakyat di negeri yang
>> >> makin
>> >> > kehilangan harga diri....
>> >> >
>> >> >
>> >>
>> >
> http://www.suarapembaruan.co.id/News/2005/07/18/Jabotabe/jab04.htm
>> >> >
>> >> >> Jalan di Depan Kedubes Australia Ditutup,
>> >> Kemacetan
>> >> >> Berkepanjangan
>> >> >
>> >> >> JAKARTA - Sejumlah warga Kota Jakarta mengeluhkan
>> >> >> kemacetan yang menjadi-jadi di beberapa jalan
>> >> utama
>> >> >> di Kota Jakarta akibat penutupan sebagian badan
>> >> >> jalan di depan beberapa kantor Kedutaan Besar
>> >> >> (Kedubes) di kota ini. Keluhan serupa juga sudah
>> >> >> menyebar lewat surat elektronik.
>> >> >>
>> >> >> "Hampir setahun kasus pengeboman di depan Kedubes
>> >> >> Australia di Jl HR Rasuna Said, Kuningan terjadi,
>> >> >> tetapi jalur lambat di depannya masih terus
>> >> ditutup.
>> >> >> Setiap kali lewat di Kuningan, banyak pengguna
>> >> jalan
>> >> >> yang menggerutu," keluh Parni kepada Pembaruan di
>> >> >> Jakarta, Senin (18/7).
>> >> >>
>> >> >> Setiap hari, Parni, warga Cibubur itu harus
>> >> melalui
>> >> >> jalan di depan Kedubes Australia tersebut menuju
>> >> >> kantornya di kawasan yang sama.
>> >> >>
>> >> >> "Saya pusing setiap kali pulang kerja. Mau
>> >> mengemudi
>> >> >> sendiri, kaki sudah sangat pegal. Mau naik taksi,
>> >> >> para pengemudi taksi pun tak mau melintasi jalan
>> >> itu
>> >> >> dikala jam-jam macet," keluh Nirina, yang
>> >> >> sehari-hari juga berkantor di kawasan Kuningan.
>> >> >>
>> >> >> Pada awalnya, warga memaklumi penutupan jalur
>> >> lambat
>> >> >> di Kedubes Australia dalam rangka renovasi pagar
>> >> >> halaman dan gedung kedutaan Australia yang dibom
>> >> >> pada Kamis 9 September 2004 lalu. "Namun, kami
>> >> >> melihat sendiri bahwa pekerjaan pagar sudah
>> >> beberapa
>> >> >> bulan lalu selesai, dan tidak terlihat lagi para
>> >> >> pekerja yang mengerjakan tembok tinggi yang
>> >> seperti
>> >> >> benteng itu. Namun anehnya, jalur untuk umum di
>> >> >> depan kedubes sampai hari ini masih saja ditutup
>> >> dan
>> >> >> mengakibatkan kemacetan setiap melintasi jalan
>> >> itu,"
>> >> >> katanya.
>> >> >>
>> >> >> Menurut informasi dari Departemen Luar Negeri RI,
>> >> >> Kedutaan Australia telah meminta kepada
>> >> Pemerintah
>> >> >> RI, juga tembusan surat pada Gurbernur DKI, agar
>> >> >> jalur lambat di depan kedubes itu ditutup
>> >> selamanya.
>> >> >> "Kalau itu ternyata telah direalisasikan,
>> >> terkesan
>> >> >> pihak kedutaan asing itu sangat arogan," kata
>> >> Parni.
>> >> >>
>> >> >>
>> >> >> Sebab, setengah jalur jalan di depan Kedubes
>> >> Amerika
>> >> >> telah dipasangi pagar beton. Demikian juga jalan
>> >> >> tembus ke Bundaran Hotel Indonesia (HI) telah
>> >> sekian
>> >> >> lama ditutup untuk kepentingan umum, demi
>> >> >> kepentingan Kedubes Inggris. "Kalau jalur lambat
>> >> di
>> >> >> depan Kedubes Australia ditutup selamanya, sangat
>> >> >> tidak masuk akal. Sebab, terletak di jalur yang
>> >> >> sangat padat dan berada di segi tiga emas, yang
>> >> >> tentunya sangat mengganggu kelancaran lalu
>> >> lintas,"
>> >> >> kata Parni.
>> >> >>
>> >> >> Dia menyayangkan, kenapa Pemprov DKI, khususnya
>> >> >> Pemerintah Kota Jakarta Selatan, sampai hari ini
>> >> >> tetap saja mendiamkan penutupan jalan tersebut.
>> >> >> Padahal, untuk mengatasi kemacetan, Pemprov DKI
>> >> >> sedang berupaya membangun jalur bus way dan
>> >> >> monorail.
>> >> >>
>> >> >> "Mengapa untuk keperluan satu gedung di Kuningan
>> >> >> itu, kemacetan dibiarkan makin parah setiap hari?
>> >> >> Sebagai bangsa kita tidak hanya dilanda banyak
>> >> >> masalah, tapi yang lebih parah lagi kita
>> >> kehilangan
>> >> >> harga diri bila berhadapan dengan bangsa asing
>> >> yang
>> >> >> mendikte kita sampai pada pengaturan jalan raya,"
>> >> >> katanya.
>> >> >>
>> >> >> Dalam surat elektronik yang beredar dan diterima
>> >> >> beberapa warga Jakarta disebutkan, warga Jakarta
>> >> >> harus protes atas penutupan jalur lambat di depan
>> >> >> Kedubes Australia itu. "Hidupkan klakson tanda
>> >> >> protes, atau sebarkan stiker seruan membuka
>> >> kembali
>> >> >> jalur lambat tersebut," demikian bunyi surat
>> >> >> elektronik tersebut.
>> >> >>
>> >> >> Warga juga mempertanyakan peran Dewan Perwakilan
>> >> >> Daerah pilihan rakyat. (N-6)
>> >> >>
>> >> >
>> >> >
>> >> > __________________________________________________
>> >> > Do You Yahoo!?
>> >> > Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam
>> >> protection around
>> >> > http://mail.yahoo.com
>> >> >
>> >> >
>> >> >
>> >>
>> >
> *********************************************************************
> ******
>> >> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat
>> >> Persahabatan. Menuju Indonesia
>> >> > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
>> >> http://www.ppi-india.org
>> >> >
>> >>
>> >
> *********************************************************************
> ******
>> >> >
>> >>
>> >
> _____________________________________________________________________
> _____
>> >> > Mohon Perhatian:
>> >> >
>> >> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA
>> >> (kecuali sbg otokritik)
>> >> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg
>> >> akan dikomentari.
>> >> > 3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi
>> >> > 4. Satu email perhari:
>> >> [EMAIL PROTECTED]
>> >> > 5. No-email/web only:
>> >> [EMAIL PROTECTED]
>> >> > 6. kembali menerima email:
>> >> [EMAIL PROTECTED]
>> >> >
>> >> > Yahoo! Groups Links
>> >> >
>> >> >
>> >> >
>> >> >
>> >> >
>> >> >
>> >> >
>> >>
>> >>
>> >
>> >
>> >
>> >
>> > ____________________________________________________
>> > Start your day with Yahoo! - make it your home page
>> > http://www.yahoo.com/r/hs
>> >
>> >
>> >
>> >
> *********************************************************************
> ******
>> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
> Indonesia
>> > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-
> india.org
>> >
> *********************************************************************
> ******
>> >
> _____________________________________________________________________
> _____
>> > Mohon Perhatian:
>> >
>> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
>> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
> dikomentari.
>> > 3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi
>> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
>> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
>> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>> >
>> > Yahoo! Groups Links
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia 
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
> 



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke