Kamis, 21 Juli 200
Media Indonesia

Dari 5000 ke 9949



 
DI ERA Pak Harto, nama Kotak Pos 5000 menyeramkan. Seram, karena itulah tempat 
pengaduan tentang segala hal dari rakyat. Dan juga angker karena dari situlah 
keputusan bisa dijatuhkan tanpa perlu banyak orang tahu. Kotak Pos 5000 lama 
kelamaan menjadi ruang hitam yang mati sendiri karena tidak dipedulikan.

Sekarang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka ruang serupa dengan PO Box 
9949. Sejak dibuka 16 Juni 2005, kotak ini telah menerima 1804 pengaduan atau 
rata-rata 70 dalam sehari. Tercatat delapan departemen/lembaga yang memperoleh 
pengaduan di atas 10. Yang terbanyak ialah Depdagri (44), Depdiknas (20), 
Mahkamah Agung dan Depnakertrans masing-masing 17, lalu Menpan (16), kemudian 
BPN (15), disusul Polri dan Kementerian BUMN masing-masing 14. Dari 1804 
pengaduan, 223 layak ditindaklanjuti oleh instansi terkait.


SBY ternyata tidak cuma membuka PO Box 9949. Dia juga menyediakan beberapa 
nomor ponsel untuk menerima pesan singkat (SMS). Sejak dibuka sebulan yang 
lalu, sms yang masuk sudah mencapai 447.228. Belum dijelaskan hendak diapakan 
ratusan ribu sms yang di awal masuk ke ponsel SBY itu.


Kotak Pos 5000 menjadi hantu yang kemudian sekarat karena ketiadaan dua hal 
mendasar, yaitu tindak lanjut dan transparansi. Ketiadaan transparansi 
menyebabkan tindak lanjut terhadap pengaduan tidak diawasi. Akibatnya, 
pengaduan-pengaduan yang masuk ke Kotak Pos 5000 menjadi sarana pemerasan. 
Nasib serupa bisa saja terjadi pada PO Box 9949, termasuk ponsel khusus sms.


Memeriksa 1804 pengaduan dan menindaklanjutinya bukan pekerjaan gampang. Belum 
ditambah lagi dengan 447.228 sms yang semuanya harus dibaca. Pengadu dan 
pengirim sms mempunyai harapan yang sama, yaitu memperoleh respons memuaskan.

Nah, bila respons SBY seadanya--apalagi kemudian hilang, maka harapan yang 
melambung tinggi itu akan lenyap. Harapan akan berubah menjadi kekecewaan yang 
dalam.


Karena itu, respons yang diharapkan tidak sekadar mengemukakan kategori 
permasalahan dan jumlah pengaduan. Yang jauh lebih penting adalah terciptanya 
mekanisme tindak lanjut sampai tuntas, tidak sekadarnya.

Transparansi tidak sebatas ekspose bulanan. Yang lebih penting ialah 
pertanggungjawaban bahwa seluruh pengaduan dan sms yang masuk ditanggapi secara 
serius. Misalnya, SBY mengumumkan di surat kabar semua sms dan pengaduan yang 
masuk. Lalu secara berkala melaporkan kepada publik tentang penyelesaian 
kasus-kasus yang ditindaklanjuti oleh departemen/instansi terkait.

Satu bulan pertama belum bisa dijadikan indikator tentang kesungguhan. Masih 48 
bulan ke depan yang menunggu kesungguhan dan kejujuran. Ratusan ribu pengaduan 
bukan pekerjaan mudah. Ia membutuhkan keterbukaan dan kejujuran serta dukungan 
administrasi yang tekun dan cekatan. Bila tidak, nasib PO Box 9949 sama dengan 
Kotak Pos 5000 yang sekali berarti lalu mati. 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke