seed of facism create a new borned facist..., feed their greed by blood and
violence as justification that their are superior and no other...
their justified them self as the one that righteous and hold the only
truth...but their forget a very simple thing..violence cant never be
justified anything but violence..., because in the eyes of law and mankind,
the act of violence is a crime...
Hitler and Mussolini had set the foot print of crime of humanity and they
paid the price..., and most of if their ppl paid the price...
just imagine by only a word of fatwa, a mass of ppl will gather and a
create a storm of violence against ppl, i wonder if in the case of
ahmadiyah there're no policemen or law inforcement guard the place of
ahmadiyah.., what would happen to ahmadiyah ppl then..? could u guess..?
ANDREAS MIHARDJA
<[EMAIL PROTECTED]
.net> To
Sent by: [email protected]
[EMAIL PROTECTED] cc
ups.com
Subject
Re: [ppiindia] KISDI Minta Semua
07/21/2005 02:16 Pihak Dudukan Ahmadiyah Secara
PM Proposional
Please respond to
[EMAIL PROTECTED]
ups.com
Aneh sekali ini - Inilah negara didalam negara. Dulu gereja2 kristen dan
katholiek dilarang - sekarang Ahmadijah dilarang dan disegel malah dan
diberikan undang2 a'la MUI. Indonesia percuma ada pemilihan umum atau ada
presiden negara Yg berkuasa adalah pasukan FPI dgn MUI sebagai pelindung.
Ini sama dgn gerakan SA diJerman dgn partei Nazi sebagai pelindung Mereka
yg merupakan negara didalam negara dijerman. Hasilnya kita lihat sendiri
WW2.
Inilah pemerintahan anarchi - dan saya harus memberikan mereka selamat dgn
tercapainya posisi ini. L'histoire se repete Kalau pemerintah tidak
bertindak nanti mereka sendiri akan disingkirkan dan Indonesia akan
diperintah MUI sama dgn Iran oleh Khomeinie.
Ahmadijah memang diFatwa oleh wahabi muslim tetapi pengikut mereka yg
berjumlah jutaan tetap berkembang dan makmur. Memang mereka tidak dapat
pergi keMekah Kalau diPakistan tidak berhasil mereka dapat pindah ump-nya
keCanada dimana agama ini berkembang.
Sayang sarcasme saya tidak dapat membantu keadaan. Perut lapar perlu
diberikan makan dan hanya agama yg memberikan mereka sedikit kesenangan.
Andreas
Mohammad-Riyadi Tampubolon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
KISDI Minta Semua Pihak Dudukan Ahmadiyah Secara Proposional
Sikap kaum liberal yang membela-bela kasus Ahmadiyah secara seenaknya
dianggap KISDI membahayakan. KISDI meminta masyarakat memahami kasus secara
proporsional
Hidayatullah.com-- Berkaitan dengan kasus penyegelan dan penutupan Markas
Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Parung, Jumat (15/7/2005) lalu, Komite
Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) meminta semua pihak untuk
memahami masalah secara proposional.
Menurut KISDI, permintaannya itu sehubungan dengan munculnya suara-suara
dari kalangan tertentu yang mengatasnamakan dirinya 'Aliansi Masyarakat
untuk Kebebasan Beragama' yang melakukan pembelaan secara membabi buta
terhadap
aliran Ahmadiyah.
Dalam press releasenya yang dikirim ke redaksi Hidayatullah.com, Kisdi
melihat beberapa kelompok yang jelas-jelas mengusung paham liberalisme yang
mengarahkan negara pada kondisi anarkis, karena mengesampingkan aspek-aspek
keyakinan umat beragama, dalam hal ini umat Islam.
Menurut KISDI, sikap pelarangan terhadap Ahmadiyah bukan hanya di Indonesia
semata. Keberadaannya sendiri telah terbukti merupakan rekayasa lama
penjajah
Inggris saat itu untuk memecah belah umat Islam di Pakistan dan di dunia
Islam
lainnya.
Pemerintah Pakistan sendiri, ujar KISDI, tetap melarang kebaradaan
Ahmadiyah Qadiyan. Begitu juga dengan Rabithah Alam Islami telah menetapkan
bahwa Ahmadiyah adalah kelompok di luar Islam.
Di Indonesia, pemerintah dan umat Islam Indonesia sudah lama sepakat dalam
memandang status Aliran Ahmadiyah. Keputusan Munas Alim Ulama se-Indonesia
tahun 1980 telah memutuskan bahwa Ahmadiyah adalah kelompok di luar Islam,
sesat dan menyesatkan. Ini dituangkan dalam Keputusan No 05/Kep/Munas
II/MUI/1980 (pada 17 Rajab 1400H/1 Juni 1980M, ditandatangani oleh Ketua
MUI
Prof. Dr. Hamka dan Sekretaris Drs H. Kafrawi MA, juga Ketua Dewan
Pertimbangan
MUI (Menag) Alamsyah R. Prawiranegara).
Pembelaan Kaum Liberal
Keberatan MUI Bogor dan masyarakat Islam di Parung dan sekitarnya serta
umat
Islam pada umumnya sudah lama disampaikan. "Sikap mereka itu memiliki
landasan
yang jelas, baik secara keagamaan maupun kenegaraan. Tapi kaum yang mengaku
Islam Liberal yang sebenarnya anti Al Quran Mushaf Utsmani, mencoba membela
Ahmadiyah dengan menafikan pendapat ulama-ulama Islam yang sahih dan
terkemuka.
Mereka ingin menerapkan liberalisme keagamaan, dengan membebaskan
aliran-aliran
sesat yang menghina Al Qur'an dan menghina Nabi Muhammad berkembang di
masyarakat, " kutipnya.
Karena itu, menurut KISDI, jika paham liberalisme keagamaan diterapkan,
maka
konsekuensinya akan sangat mahal dan sangat buruk, karena akan membiarkan
setiap orang untuk merusak dan mencaci maki agama "seenak perutnya"
sendiri.
Dalam siaran persnya, yang ditandatangani, Ketuanya, K.H. Abd. Rasyid
Abdullah Syafii, KISDI juga mengimbau kepada segenap umat Islam, khususnya
para
tokoh agama, dan para pemimpin bangsa, agar tidak mudah termakan oleh
opini
menyesatkan yang sedang digulirkan oleh Aliran Ahmadiyah dan oknum-oknum
pemulung paham liberalisme, dengan menggunakan kedok kebebasan, hak asasi
manusia, dan sebagainya - yang sejatinya menyimpan agenda terselubung untuk
menghancurkan agama Islam dan bangsa Indonesia pada umumnya. (nuim)
source : Hidayatullah.com
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS
Visit your group "ppiindia" on the web.
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/