1. Lho, mas mas,

Makanya kaum beragama dikenal sebagai kapitalis juga.
Gak Kristen, gak Muslim, gak Hindu, gak Kong Hu Cu.

Opomaneh, nabine mantan pedagang, mantan panglima perang.
Anak turune yo kapitalis ekspansionis.  Wong saingane
Persia plus Romawi, jeeee.  Jadi jangan heran kalo orang Barat
belajar dari Arab Muslim, terus menyerap taktik ini.  
Jadilah dia Kapitalis Ekspansionis baru.

Lha sekarang kok marah marah sama barat ... :P

2. Sorry itu ide provokatif sejenak.  Kembali calm down
dulu dech ....

Menarik mengamati konsep para pemikir awal tentang 
pasar dan regulasinya, perputaran uang, pengaturan fiskal 
dan belanja negara, sistem moneter, trus jaman Umar bin Abdul Azis
itu dia bikin pemerataan pendapatan dengan cara membebaskan
pajak atas tanah (kharaj) pada orang Islam sehingga orang
berbondong - bondong convert ke Islam untuk dapat
dispensasi model tanah perdikan ini sehingga ketika masa pembagian
zakat orang udah berkeccukupan (untuk level waktu itu)
sehinggan yang bagi bagi zakat bingung, di China pernah
di coba cara ini, setelah beberapa puluh tahun negara dedel duwel
karena pemasukan pajak turun drastis (untung Umar bin Abdul
Azis ini cuma memrintah 3.5 tahun saja).  Lengser (meninggal sih 
sebenarnya) di masa jaya, jadi gak perlu melihat kegagalan
policy ekonominya.  Malah namanya jadi legenda.

Kitab kitab kuning itu sampai sekarang masih ada, namun
karena pembacaan dan konteks yang berbeda, banyak pengetahuan di 
sana yang seolah nggak applicable.  Menjawab pertanyaan,
kenapa di Jawa pedalaman ilmu ekonomi gak berkembang. dan
orang jadi subsisten, Lha kultur di timur tengah di msa kitab itu dibuat
kondisinya perdagangan internasional maju dan lagi ekspansi wilayah,
sehingga banyak yang jadi pedagang dan kelas menengah, tapi di jawa
kebanyakan petani saja.  Trus yang ngajar kitab bukan pakar ekonomi,
sama aja diajarin kalkulus sama tukang becak.  Gak ada transfer 
pengetahuan yang memadai untuk dipakai di masyarakat.



salam,
Ari Condro


----- Original Message ----- 
From: "Nugroho Dewanto" <[EMAIL PROTECTED]>

menarik sekali membaca posting ini.... terasa saya
masih kurang banyak membaca.... menarik mengetahui
ibn khaldun seorang yang percaya pada free market
economy....

di sebuah acara pernah ada seorang audien bertanya
pada seorang intelektual islam yang sedang berceramah
tentang filsafat: siapa gerangan yang menciptakan
harga....? setelah berpikir lama, si intelektual menjawab:
Tuhan...

secara tak terduga, jawaban itu juga mirip dengan
pernyataan adam smith tentang "invisible hand" yang
mengatur keseimbangan maha rumit dari sejumlah
permintaan dan penawaran....

salam,






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke