Yah begitulah bung Irwan. Mungkin sudah keenakan jadi
orang kaya, jadi tidak mengerti penderitaan orang
miskin.

Mungkin dalam hidupnya tidak pernah berjejal naik bis
kota. Atau tidak pernah melihat orang miskin yang
mengais makanan di perempatan jalan.

Bapak Khaerunnisa ketika anaknya meninggal hanya punya
uang Rp 6 ribu di kantong. Tapi saya yakin banyak
orang kaya yang tidak mengerti hal itu.

Ada 5 juta rakyat yang kelaparan dan kena busung
lapar. Paling2 orang kaya yang tidak paham cuma
bertanya heran, "kenapa tidak makan roti..?":)


--- irwank <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Lah di Indonesia, siapa yang ngurusin begituan? 
> Pemerintah? Astek? Yang punya astek aja 'makan
> hati'.. 
> udah cakupannya sedikit, diremehin RS pula.
> Yang bayar sendiri saja, tapi cuma kelas 2, udah
> beda pelayanannya (gak ramah)
> waktu di bagian penerimaan. Apalagi yang bener"
> miskin dan bawa kartu Gakin..
> apalagi klo pas gak bawa/punya kartu Gakin.
> 
> Swasta? Tetap aja mesti bayar kan.. kadang lumayan
> mahal dan itupun kebanyakan 
> hanya untuk rawat inap dan jarang untuk yang
> melahirkan. CMIIW..
> Sementara problem kesehatan gak harus sampai rawat
> inap..
> Boro" buat bayar asuransi kesehatan.. penghasilan
> keluarga ada yang cuma 
> $1-2 sehari. Buat makan aja gak tahu cukup atau
> nggak.
> 
> Yang nggak" aja nih.. bandingin ferrari sama beca'..
> :-p
> Again.. CMIIW..
>  
> > salam
> > fau
>  
> -- 
> Wassalam,
> 
> Irwan.K
> 
> > PS. Kalau mau ribut soal privatisasi/liberalisasi,
> lebih baik ngomong
> > yang relevan mis. pelajari masalah yang mungkin
> timbul dg adanya GATS
> > 2005 terutama di bidang pendidikan. Saya tidak
> setuju kalau pendidikan
> > kita diglobalisasi saat ini, karena kita tidak
> dalam level of playing field.
> 
> Apa sih yang Indonesia siap soal
> privatisasi/liberalisasi?
> Nyerap seks bebas dan individualisme-nya aja
> paling.. :-(
> 


Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke