iye..iye...semua akan bertanggung jawab masing-masing krn dah berani 
menyadur kata Tuhan, ye mbah ye...Tapi yang saya tanya adalah maksud 
mbah, bukan maksud Sang Pencipta.

Hanya orang yang otak dan hatinya bersih yang bisa menyadur kata 
Tuhan dgn baik.

bener mbah, Tuhan gak nuntut pengorbanan buat diriNya. Ini dah jelas 
dan gak perlu simbol apapun.

Mengenai simbol, kisah kurban Ishak secara keseluruhan adalah simbol 
ketaatan Abraham kepada Tuhannya. Tapi Tuhan pernah menyuruh Abraham 
untuk membunuh dan ini bukan simbol. Dan syukurnya gak jadi dan 
diganti domba. Jadi, korban domba dibolehkan toh dalam Bible. Ini 
bukan simbol kan mbah. Ini betul sebuah kisah yang menyimbolkan 
sebuah ketaatan seorang Nabi kepada Khaliknya. he..he...umat Islam 
yang melestarikan simbol ketaatan ini dengan adanya hari Kurban agar 
kita selalu ingat bahwa kita hanya harus taat kepada Allah 
sebagaimana Abraham taat.

Begitu juga kisah pembunuhan anakNya. Itu betul terjadi dengan ijin 
Tuhan (menurut Kristen). Kisah matinya sang anakNya ini bukan 
simbol. Namun semua kisah ini yang kemudian menjadi simbol kasih 
sayang Tuhan kepada manusia. 

Kembali pertanyaanya, universal kah kasih yang demikian? bila harus 
mengorbankan nyawa manusia ? 

Mengapa harus ada antara kontradiksi antara akal/ilmu dan iman?
Saya yakin kontradiksi ini ada karena ada yang tidak beres dengan 
ilmu/konsep itu sendiri ato ada yang salah dgn cara berfikir. 

wassalam,

--- In [email protected], Danardono HADINOTO 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sebelumnya, mBak, kita harus benar benar paham, apakah maksud Sang 
Pencipta sebenarnya. Apakah saduran kata kata Tuhan benar benar 
seperti yang Dia kehendaki?
>  
> Ini kan persepsi kita? Dan, jangan lupa, dalam kisah bangsa Semit 
itu, juga dikisahkan, Tuhan tak mau benar benar meminta manusia 
dibunuh..
>  
> Seorang romo menerangkan pada saya, Tuhan tak pernah akan menuntut 
pengkorbanan, ini hanya symbol, nahh..
>  
> Salam
>  
> Danardono
>  
> 
> 
> Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
> Kalau mbah berprinsip demikian, dapatkah saya mengartikan bhw - 
> menurut mbah pribadi - kisah Tuhan mengorbankan anakNya untuk 
dibunuh 
> dalam upaya menghapuskan dosa umat manusia, adalah sangat 
menyalahi 
> hukum kasih universal tsb ?. 
> 
> wassalam.
> --- In [email protected], Danardono HADINOTO 
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Tidak membunuh makhluk hidup, adalah hukum kasih universal, yang 
> berada diatas segala-galanya. Juga, kalau kadang kadang ini seolah 
> diizinkan oleh agama. Misalnya dalam mengadakan kurban.
> >  
> > Bagi saya pribadi, sang Pencipta yang  - menurut saya pribadi - 
> sangat menghargai ciptaanNya, takkan mungkin menuntut makhluknya 
untuk 
> membunuh makhlukNya yang lain, walau ini "hanya" hewan, untuk 
> dikurbankan.
> >  
> > Salam
> >  
> > Danardono
> >  
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://www.ppi-india.org
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> 
> SPONSORED LINKS 
> Indonesian languages Indonesian language learn Cultural diversity 
Indonesian 
> 
> ---------------------------------
> YAHOO! GROUPS LINKS 
> 
> 
>     Visit your group "ppiindia" on the web.
>   
>     To unsubscribe from this group, send an email to:
>  [EMAIL PROTECTED]
>   
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
> ---------------------------------
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
**************
>  
> It is wrong to think that misfortunes come from the east or from 
the west; 
> they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to 
guard against 
> misfortunes from the external world and leave the inner mind 
uncontrolled.
> 
> Sidharta Gautama
> 
> 
> 
>               
> ---------------------------------
> Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke