SUARA PEMBARUAN DAILY Tajuk Rencana Menaruh Harapan pada Cina PEKAN ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memenuhi lawatannya ke Cina yang tertunda. Negeri tirai bambu itu termasuk salah satu prioritas lawatan Presiden di awal masa kepemimpinannya. Sebagaimana lawatan kenegaraan ke negara lain, salah satu agenda utama kunjungan ke Cina adalah pertemuan bilateral guna memperkuat hubungan kerja sama di bidang ekonomi. Sebab ekonomi merupakan salah satu jembatan yang mendekatkan hubungan antarnegara, baik melalui investasi, perdagangan, maupun bantuan-bantuan teknis di bidang ekonomi lainnya.
Kunjungan ke Cina kali ini, boleh dikata terasa istimewa. Mengapa? Cina adalah kekuatan baru di kancah perekonomian global. Performa ekonomi Cina cukup mencengangkan dan sekaligus menjadi ancaman dari kekuatan eko-nomi tradisional, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara lain yang selama ini berkongsi di dalam forum G-7. SIKAP independen Cina di percaturan ekonomi internasional, terbukti membuat G-7 gusar dan frustasi. Ambil contoh, saat nilai tukar yuan dibiarkan lemah terhadap dolar AS menyebabkan perekonomian Cina cukup berkibar, menyusul membanjirnya produk-produk Cina di pasar dunia. Mengapa bisa demikian? Kebijakan nilai tukar yuan konservatif yang diterapkan Beijing, mendorong produk impor dari Cina menjadi sangat kompetitif dari sisi harga. Tak pelak Cina mengalami fase pertumbuhan yang mengesankan, dengan rata-rata pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahunan mencapai 9 persen. Kebijakan konservatif itu pun menuai kecaman sehingga saat Pemerintah Cina merevaluasi yuan, dianggap sebagai tonggak masuknya Cina ke pergaulan internasional. Kekuatan Cina tak berhenti di situ. Pesatnya industrialisasi di negara itu mendorong peningkatan konsumsi energi. Akibatnya, pasokan minyak dunia pun terancam, dan menyebabkan harga minyak melambung. Selain itu, Cina juga mampu hadir sebagai kekuatan penyeimbang di perekonomian global, yang selama ini di bawah pengaruh G-7, baik secara sendiri-sendiri maupun melalui peran lembaga-lembaga multinasional yang mereka sponsori. Dengan kata lain, Cina menjadi kiblat baru yang diperhitungkan. Ibarat macan ekonomi yang kelaparan, program-program ekonomi yang dirancang Beijing diperkirakan akan mampu melebarkan kepak sayap Cina ke seluruh penjuru dunia. Sasaran-sasaran di bidang perekonomian pun tak tanggung-tanggung, di antaranya mencatat PDB hingga US$ 4 triliun dalam 15 tahun ke depan. Sasaran itu rasanya bukan hal yang mengada-ada, melihat kemampuan dan potensi yang masih terpendam. KENYATAAN tersebut sudah barang tentu membuka mata Indonesia untuk melihat peluang besar dari sang naga. Saatnya Indonesia menempatkan Cina sebagai kiblat baru, tanpa harus mengabaikan kekuatan ekonomi tradisional, yakni G-7. Indonesia harus mampu memanfaatkan kesempatan itu supaya perekonomian kita pun beroleh imbas yang positif dari kemitraan dengan Cina. Cina banyak membutuhkan bahan baku dan energi yang bisa diperoleh dari Indonesia. Peluang itulah yang kini harus ditangkap Pemerintah Indonesia dan segenap kalangan pengusaha di Tanah Air. Apalagi banyak pengusaha nasional yang keturunan Tionghoa. Tentu kita berharap hal itu bisa membantu memperlancar pertautan ekonomi antara kedua negara. Keseriusan pemerintah, melalui lawatan Presiden kali ini bakal diuji. Harapan terbentang, dan langkah pun telah diayunkan, kita tidak ingin langkah awal tersebut bakal berhenti sebatas dokumen, tanpa hasil nyata yang dapat dinikmati rakyat Indonesia. Last modified: 30/7/05 http://www.suarapembaruan.com/News/2005/07/30/index.html [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h9c2hem/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122726009/A=2896112/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com ">Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children¿s Research Hospital</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

