REPUBLIKA
Senin, 01 Agustus 2005

Jenderal Sutanto, Bravo 

Oleh : Ahmad Tohari 




Hari Sabtu kemarin media massa nasional serentak memberitakan disidiknya 
rekening tidak wajar lima belas perwira tinggi Polri. Sebuah harian yang terbit 
di Semarang memberitakan, lima belas rekening tidak wajar itu berjumlah Rp 3 
miliar sampai Rp 800 miliar yang semuanya diduga berasal dari perjudian, 
penebangan hutan ilegal, narkoba, penyuapan dan KKN.

Berita tersebut mengingatkan saya akan cerita yang saya dengar dua tahun lalu 
dari seorang teman yang menjadi pegawai sebuah bank pemerintah di Kebayoran 
Baru, Jakarta. Sebagai pegawai yang mengurus tabungan, teman ini sering 
menerima setoran seorang nasabah kakap. Nasabah ini seorang perwira tinggi 
Polri dari Polda di Sumatra.

Kata teman saya, setiap setor tabungan nasabah itu selalu membawa uangnya 
dengan sebuah tas besar. Bapak tadi juga suka bersikap lugas. Dia sering 
menyuruh teman saya menghitung sendiri setoran tersebut yang jumlahnya pernah 
mencapai Rp 700 juta sekali setor. Teman saya juga bilang, uang setoran 
sebanyak itu ada yang masih terbungkus amplop-amplop. Jadi memang benar si 
nasabah kakap itu tidak menghitung dan tidak tahu berapa jumlah uang yang 
dibawanya ke bank.

Menurut teman saya tadi, sikap si nasabah kakap itu hanya mungkin diperlihatkan 
oleh orang yang sudah sangat terbiasa dengan uang berlimpah yang didapat dengan 
mudah. Katanya ada pepatah yang mengatakan, orang yang benar-benar kaya adalah 
dia yang sudah tidak lagi ingin tahu jumlah uang yang dimilikinya. Jadi si 
nasabah kakap itu benar-benar kaya. Dan itu rupanya belum cukup. Karena 
rekening istrinya pun hampir setiap minggu membengkak dengan jumlah yang 
membuat seorang pegawai bank seperti teman saya hanya bisa menggeleng-gelengkan 
kepala.

Itu cerita tentang seorang perwira tinggi Polri yang karena jabatannya bisa 
hidup dengan uang melimpah ruah. Dan hal ini sebenarnya tidak terlalu 
mengejutkan. Karena masyarakat sesungguhnya sudah merasa adanya akumulasi 
kekayaan di kalangan Polri, terutama di tingkat atas. Masyarakat juga tidak 
terlalu terkejut ketika membaca tulisan di harian yang terbit di Semarang itu; 
bahwa rekening milik perwira tinggi Polri yang berjumlah ratusan miliar itu 
diduga berasal dari dunia gelap.

Tetapi pada sisi lain masyarakat juga tahu, kesulitan-kesulitan yang dihadapi 
Polri yang sering menjadi pembenar bagi perilaku oknum-oknum yang menyimpang. 
Gaji kecil, biaya operasional sangat minim, peralatan kuno, dan sebagainya. 
Kesulitan-kesulitan ini sering menjadi alasan mengapa di tingkat bawah biasa 
terjadi perilaku yang sangat tidak bermartabat yang dilakukan oleh oknum-oknum 
Polri. Misalnya, untuk mengejar pelaku pencurian polisi minta bantuan uang 
bensin kepada korban, menjadi pelindung perjudian, menganggap pelaku 
pelanggaran atau kecelakaan lalu lintas sebagai 'sumber dana'.

Semua ini sudah tampak tanpa aling-aling di mata masyarakat. 
Dan hari Sabtu kemarin, Kapolri yang baru, Jenderal Polisi Sutanto, bilang akan 
menangani kasus rekening tidak wajar milik lima belas Pati anak buahnya. Walaun 
Jenderal Sutanto bertekad menanganinya sendiri, tidak menyerahkannya kepada 
KPTPK, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan adanya konflik kepentingan, tapi 
sudah bisa dibilang bagus.

Dan tentu saja masyarakat berharap gebrakan Kapolri baru ini benar-benar 
ditindaklanjuti dengan konsistensi yang nyata. Sebab tanpa ketangguhan tekad 
serta konsistensi yang andal, tindakan tersebut bisa layu sebelum berbuah. 
Apalagi bila diingat, kasus 'rekening tidak wajar' bisa berkembang jumlahnya 
menjadi ratusan, bahkan ribuan, dari tingkat atas, menengah, sampai ke bawah. 
Meskipun begitu rasanya tidak ada warga masyarakat yang tidak mendukung rencana 
tindalan Jenderal Sutanto. Bravo, Jenderal. 




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h97tuum/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122947085/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Take
 a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who 
cares about public education</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke