http://www.suaramerdeka.com/harian/0508/02/nas04.htm

MUI Minta Jangan Salah Paham soal Fatwa


JAKARTA-Polemik fatwa haram pluralisme terus berlanjut, namun MUI berharap 
semua pihak tidak salah paham atas fatwa tersebut, karena tetap mengakui 
kemajemukan.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri Azyumardi Senin kemarin 
mengatakan, dilihat dari sudut keagamaan, fatwa MUI potensial menciptakan 
pertikaian antarumat beragama, dalam hal ini agama Islam. Fatwa itu tidak 
sesuai dengan prinsip Islam, yakni toleransi dan tidak sesuai dengan 
prinsip-prinsip dakwah. Bahkan, fatwa itu bisa dijadikan justifikasi untuk 
mengambil tindakan main hakim sendiri di kalangan masyarakat. 

Dia memaparkan, dari 11 fatwa MUI, 4 pasal merupakan fatwa yang kontroversial, 
yakni pengharaman Ahmadiyah, kawin antaragama, aliran liberalisme, skularisme, 
pluralisme, dan pengharaman doa bersama antaragama yang berbeda.

Menurut Direktur Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Absar, fatwa yang salah 
satunya mengharamkan aliran Ahmadiyah sebagai hal yang tidak bijak. 

Sedangkan tokoh HAM Todung Mulya Lubis menilai, fatwa itu cenderung 
menanggalkan prinsip Bhineka Tunggal Ika. MUI kurang menyadari konteks 
kemasyarakatan dan kebangsaan negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

''Pada akhirnya kami menyerukan kepada segenap kalangan untuk lebih 
mengedepankan rasa kebangsaan, solidaritas sosial, dan hak-hak kewarganegaraan 
yang diatur dalam konstitusi kita dalam menafsirkan fatwa MUI itu,'' jelas 
Todung.

Kemajemukan

Ketua Dewan Komisi Fatwa MUI, KH Ma'ruf Amien, menegaskan, ulama dan teolog 
Islam yang ada dalam MUI melihat kemajemukan dan kerukunan umat beragama 
merupakan sebuah persoalan paling mendasar yang tidak terbantahkan.

Kemajemukan merupakan sebuah realitas kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia 
sebagai bagian integral dari persatuan dan kesatuan menciptakan NKRI.

''Karena itu, saya berharap seluruh pihak hendaknya tidak salah paham dan salah 
mengerti mengenai fatwa liberalisasi dan pluralisme yang direkomendasikan Munas 
VII MUI untuk fatwakan sebagai sesuatu yang diharamkan. MUI melihat ada 
perbedaan mendasar dalam pengertian terminologi pluralisme dan pluralitas yang 
ditanggapi sejumlah tokoh masyarakat,'' ujar Ma'ruf Amien.

Menurutnya, pengertian pluralisme yang diharamkan oleh MUI adalah paham atau 
konsepsi tentang pembenaran semua agama. MUI menyebutkan, pola pikir pluralisme 
yang menilai sesungguhnya semua agama adalah benar, sangat tidak sesuai dengan 
kenyataan tekstual atau nash dalam Alquran, yang secara tegas menyebutkan jalan 
kebenaran hanya terdapat dalam Islam.

Sedangkan pengertian pluralitas sebagai sebuah terminologi yang berarti 
kemajemukan bagi MUI tidak ada masalah. ''Pluralitas itu jelas berbeda dari 
pluralisme. Kami melihat kemajemukan dalam konteks pluralitas merupakan 
persoalan tidak terbantahkan dan bagian dari semangat kemajemukan yang juga 
harus dimiliki umat Islam. Dalam hal pluralitas jelas agama Islam menjunjung 
tinggi dengan menegaskan bahwa bagimu agamamu dan bagiku agamaku,'' ujarnya.

Mengenai liberalisme jelas bagi para ulama bahwa cara berpikir bebas itu tidak 
sebebas-bebasnya. Dalam Islam jelas semuanya mengacu pada konteks Alquran dan 
hadis Nabi dan itu semua bersumber dari Ilahi. ''Jika kemudian dianggap tidak 
sesuai dan memancing kekerasan, pertanyaannya siapa yang sesat dalam 
berpikir,'' tandas Ma'ruf Amien.

Dia mengatakan, fatwa tersebut telah disetujui oleh para ulama yang dalam MUI 
terdiri atas berbagai latar belakang ormas keagamaan besar di Indonesia. Dari 
NU ada sejumlah rais dan rais am dan dari Muhammadiyah ada ketua umumnya, Din 
Syamsuddin, serta sejumlah teolog dan ahli Islam di MUI. ''Jadi, fatwa tersebut 
jelas menunjukkan representasi dari umat Islam di Indonesia.''(di-49t) 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h88itbe/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122947311/A=2896129/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>DonorsChoose.
 A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in 
public schools. Fund a student project in NYC/NC today</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke