Ini adalah jawaban dari sikap AROGANSI Mayoritas, yang namanya membangun tempat ibadah kalau mau konsisten ya ikuti aturan main dari SKB itu, ternyata kami bangun Mesjid At-Taqwa tanpa pake ijin apapun, Mushola yang dibangun tepat dibelakang tembok rumah kami tidak ada minta persetujuan warga yang Muslim maupun Mon Muslim. Anda tahu dalam meminta ijin untuk membangun tempat Ibadah bagi Non-muslim di Indonesia ???. semuanya mengacu ke " CUMA ADA 1-2 " rumah yang beragama X. Sekarang coba anda jalan2 di Jakarta, mesjid yang ada di tepi jalan Hayam Wuruk itu tetangganya apakah beragama Islam ???. di Kelapa Gading juga.
Bicara Mayoritas Bagaimana dengan kasus dibawah ini DEMOGRAFI SIMALUNGUN: TAMU DI RUMAH SENDIRI Kabupaten Simalungun adalah kawasan yang secara adat merupakan tanah leluhur etnis Simalungun. Namun dalam kenyataannnya wilayah tersebut menjadi tujuan migrasi etnis-etnis ¡§tamu¡¨ dalam jumlah yang lebih besar sehingga etnis Simalungun sendiri menjadi kaum minoritas di rumah sendiri. Kelompok etnis terbesar adalah suku Jawa (46,53%), diikuti oleh suku Batak Toba (31,08%) dan Simalungun (15,82%). Sehinngga : Di sisi lain, di wilayah ini juga berkembang 2 agama besar yaitu Islam (58,40%) dan Kristen (41,10%). Pemeluk agama Kristen dapat dibagi dalam 2 golongan yaitu Kristen Protestan (35,30%) dan Katolik (5,80%). Penduduk etnis Jawa pada umumnya memeluk agama Islam, ditambah dengan sebagian suku Simalungun, Toba dan etnis lainnya (terutama Mandailing dan Minang). Sementara etnis Batak Toba dan Simalungun sebagian besar memeluk agama Kristen Protestan dan sebagian kecil pemeluk Katolik dan Islam (lihat Tabel III). Kalau sudah begitu ( contoh kasus diatas ), Apa sikap seorang Mayoritas ??? masih dibilang oh hanya ada 1 -2 warga saja ???. Kalau anda mau mengacu ke Eropa dan Barat lainnya ( Ausi, Selandia Baru ), sekarang kami tanya Apakah di Sana ada Perusakan Mesjid yang disebabkan WARGA SETEMPAT TIDAK SETUJU DENGAN ADANYA MESJID KARENA HANYA ADA 1 ~ 2 WARGA SAJA DISEKITARNYA ??? Disamping itu Sama sesama Saudara yang sebangsa dan setanah air ( Mungkin bisa Se suku juga ) saja sudah diperlakukan demikian. apalagi terhadap bangsa lain ??? ya Pantas saja rakyat Papua merasa Gerah. Sekarang kami ingin bertanya ??? APAKAH ANDA TIDAK SETUJU DENGAN ADANYA RUMAH IBADAH NON-MUSLIM DI NUSANTARA INI ??? ----- Original Message ----- From: A Nizami To: [email protected] Sent: Monday, August 01, 2005 5:46 PM Subject: Re: [ppiindia] Kebebasan Beragama? Yang jadi masalah adalah, sering di daerah yang mayoritasnya muslim, dibangun rumah ibadah agama lain. Padahal yang beragama "X" itu cuma 1-2 rumah. Jema'ah yang lain terpaksa didatangkan dari tempat lain. Akhirnya ini menimbulkan keresahan. Jangankan di Indonesia, di Eropa saja ummat Islam tidak bisa sembarang bikin masjid. Harus ada izin segala macam. --- Arriko Indrawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Date: Sat, 30 Jul 2005 20:05:41 -0700 (PDT) > From: herman joseph sudarwanto > <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Kebebasan Beragama? > > Sering kita mendengar atau bahkan mengalami sendiri, > banyak Gereja yang > megah dihancurkan, ditutup, bahkan dibom dengan > semena-mena. > Minggu lalu di Semarang, tepatnya di gang Sambiroto, > saya menyaksikan lewat > sebuah siaran televisi lokal, orang-orang kampung > mendatangi sebuah yayasan > Kristen, mereka menuntut ditutupnya bangunan itu > dari segala macam kegiatan > yang katanya bisa "mengganggu" ketentraman hidup > masyarakat sekitarnya. > Sangatlah menyedihkan, dimaan dijaman serba > keterbukaan ini, masih banyak > orang-orang picik, pengecut di sekitar kita yang > masih mempraktekkan ajaran > pemaksaan seperti itu. Mengapa saya katakan > pemaksaan? > Coba bayangkan, setiap hari, 5 kali sehari kita > dipaksa utk mendengarkan > orang teriak-teriak sekeras-kerasnya. Di seluruh > saluran televisi, pada jam > tertentu kita dipaksa untuk melihat cara mereka > beribadat. Di jalan > pantura, kita dipaksa untuk memperlambat kendaraan > kita hanya untuk supaya > mereka bisa mengemis minta sumbangan pembangunan > tempat ibadat... > Bahkan kita dipaksa untuk secara tidak langsung kita > jangan berkumpul untuk > beribadat. Buktinya, banyak gereja ditutup, ijin > pembangunan tempat ibadah > yang tidak disetujui warga sekitar, dan masih banyak > lagi....Sampai > kapankah hal ini akan berakhir? > Sebetulnya jawaban dari pertanyaan ini saya juga > tahu... yah, memang inilah > Indonesia. Bangsa yang sudah terlanjur remuk, bangsa > yang penuh dengan > adegan kekerasan, kekejaman dan semua tindakan jahat > yang mungkin setanpun > mengutuknya.. > Semoga dengan tulisan saya ini, bisa menjadi > perenungan kita semua... > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12het7p41/M=362329.6886307.7839373.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122987371/A=2894324/R=0/SIG=11hia266k/*http://www.youthnoise.com/page.php?page_id=1998">1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

