Saint, Saya paling nggak sreg penggunaan hadis umat islam akan terpecah menjadi 73 golongan untuk melegimitasi kebenaran suatu golongan tertentu. Kemudian menyerahkan seutuhnya kebenaran itu pada Allah tanpa kita mencari terlebih dulu kebenaran sejatinya. Sebelumnya hadis itu berbunyi, nasrani terpecah menjadi 72 golongan baru kemudian bla-bla yang Anda ungkapkan. Sepahaman saya 73 golongan yang dimaksudkan termasuk didalamnya 72 golongan nasrani atau golongan2 sejak nabi adam hingga pada Nabi Muhammad. Golongan terakhir atau ke -73 itulah islam. Jika pun memang benar umat islam terpecah golongan menjadi 73 golongan, apakah Saint bisa menghitungnya di seluruh dunia kah? Golongan ke-73 ialah islam yaitu muslim yang mengikuti shalafus shalih (ini pun bukan dimaksud nama sebuah golongan). Yang termasuk salafus shalih adalah siapapun dari kaum muslimin yang berpegang teguh pada Al Qur'an dan Sunnah, entah latar belakang jamaah, golongan ataupun individunya. Bukankan didalam hal pokok atau ushul yakni akidah sesungguhnya Allah telah menetapkan secara pasti. Tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah Utusan Allah. Nabi Muhammad adalah nabi dan Rasul terakhir, tiada nabi dan Rasul setelahnya. Hal ini sudah dipahami secara alami oleh seluruh kaum muslimin sebagai sesuatu yang fundamental (dasar) dan prasyarat utama dikatakan dia termasuk umat islam. Diluar itu berarti ada yang salah terhadap keyakinannya. Kalau pun ada perbedaan maka perbedaan itu hanya diperbolehkan pada masalah furu' (cabang). Dimana masalah furu' pun setiap muslim mendasarkan diri pada Al Qur'an dan Al Hadis. Sehingga perbedaan pendapat seperti ini masih bisa diterima oleh kaum muslim sebagai rahmat lil 'alamin dan dianggap pendapat islami. Takutlah pada Allah Saudara Saint. Bila saja Abu Bakar hadir di sini kembali, dia akan melakukan sesuatu seperti layaknya dilakukan pada Mushailamah Al Khazab. Salam, AS
Sebelum saya lupa, Jika kita menganggap memang agama Islam yang dibawa Muhammad adalah agama yang benar dari ALLAH sebagaimana ketika Allah juga mengajarkan Agama pada Musa, Yahya, Zakaria, Isa as. Tetapi kemudian siapa yang menjamin bahwa PENGANUT AGAMA Islam itu tidak mengalami perubahan yang menjauh dari sumber ajaran awalnya yang betul betul menyerahkan diri kepada Allah bersikap ADIL, JUJUR, dan AMANAH? Jawabnya : Tidak ada jaminan bahwa mayoritas PENGANUT AGAMA Islam itu tetap berpegang teguh pada agamanya (yang milik ALLAH) dengan benar. Malah sebaliknya Justru Nubuatan-nubuatan beliau mengatakan bahwa nanti Umatnya (bukan agamanya) akan terpecah menjadi 73 Golongan. Hanya satu yang benar dan 72 lainnya masuk ke dalam Api. Jadi ternyata minoritas yang benar itu? hehehehe... TApi jangan khawatir jika pun Ahmadiyah yang minoritas yang benar itu. Maka sesuai dengan petunjuk islam yang sesungguhnya, ajaran rasulullah saw yang sesungguhnya, Ahmadiyah akan mengakui hak setiap pribadi untuk meyakini agama dan beribadat menurut keyakinannya itu. Saya kira pernyataan kami sudah diposting sebelumnya....... Kita ini sudah 1400 tahun setelah Nabi Muhammad saw bung....... Bagi Kaum sebelumnya, masa selama ini sudah cukup untuk ALLAH mengirimkan puluhan Utusannya kepada keturunan Yaqub as untuk mengembalikan umat Israel dari kesesatan kepada Penyerahan diri yang sesungguhnya kepada ALLAH. Peace --- In [email protected], "The saint" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Begini maksudnya mas, > > Kalau masih awam masih berpendapat seakan akan agama itu tidak > berhubungan satu sama lain, gak ada hubungannya. Yang satu bilang > agama saya yang benar, agama lain salah. Sebaliknya yang lain > mengatakan agama gua yang bener dan yang satu salah. Agama kita gak > ada hubungan sama sekali. > > Tetapi setelah mulai mempelajarinya ternyata mulai ada hubungan > kesamaan. Misalnya kok perintah 10 commandment pada agama Yahudi dan > Kristen sama ada di Islam. Mungkin sebenarnya agamanya sendiri > berasal dari Tuhan, hanya pengikutnya yang kemudian mengalami > perubahan penafsiran wahyu dan kitab suci karena perjalanan zaman. > > Kemudian orang yang mau belajar lebih lanjut menemukan bahwa kok > nabi-nabi yang ada di dalam al Quran sekitar 60% adalah nabi-nabi > nya kaum ISRAEL? Ya bener juga Mulai dari ADAM sama, Noah sama, > Abraham sama terus sama semua kecuali terputus pada Jesus. Jadi > kesadaran memberikannya petunjuk bahwa apakah sebenarnya agama itu > dulunya adalah benar. Karena kala difikirkan ketika Musa diutus > dengan demikian YAhudi adalah agama yang benar??????? > > Waktu Jesus di utus berarti Kristen adalah agama yang benar. > > Kemudian datang Islam yang inti ajarannya mengajarkan penyerahan > diri sepenuhnya kepada Tuhan. Penganutnya dinamakan muslim. > > Lalu orang mulai berfikir jika demikian apakah yang sebenarnya > terjadi. Agamanya yang dari Tuhan itu yang berubah dari benar > menjadi keliru (menurut anggapan penganut agama lain) atau > pengikutnya yang mengalami perubahan karena berubahnya zaman? > > Penelitian kemudian dilanjutkan lebih detail lagi.... > > Ternyata islam atu muslim itu sudah dikenal sejak zaman Ibrahim. > Jadi sebenarnya semua agama nabi-nabi dahulu itu adalah islam. > > Aslamtu lirabil alamin. Menyerahkan diri kepada Allah tuhan semesta > alam. Ana awalul Muslimin, akulah yang pertama dari orang islam, > kata Ibrahim. > > Lalu orang mempelajari lebih detail lagi kalau begitu agama Ibrahim > adalah islam. Kemudian mengenai keturunannya dipelajari lagi > ternyata lahirlah dua kelompok besar anak-anak ibrahim yaitu Ishaq > dan Ismail. Kemudian sejarah berlanjut terus melahirkan Israel yang > adalah nama lain dari Yaqub yang juga beragama Islam. > > Hingga kemudian sejarah juga menemukan nama muslim dikenal cukup > baik di kalangan Kaum Israel. Contoh dalam kitab sejarah nabi- nabi, > disebutkan nama Zakaria as lengkapnya adalah Zakaria bin Dan bin > Muslim. > > Jadi nama Muslim sudah dikenal dari sebelum zaman Zakaria karena > kakek beliau as bernama Muslim.......NAh Loh > > Akhirnya kesadaran lah yang mengakui bahwa sebenarnya agama-agama > itu, paling tidak tiga agama besar di dunia : Islam, Yahudi dan > Kristen awalnya adalah dari sumber yang satu yaitu Allah swt dan > mengajarkan islam dalam arti sesungguhnya menyerahkan diri (kepada > Allah). > > Sekarang kita harus membedakan antara penganut agama dan Agama itu > sendiri. Agama adalah milik Allah, sedangkan penganut agama adalah > orang yang menisbahkan dirinya pada agama tertentu, dan terkadang > menjadi sombong seakan mewakili Tuhan mengklaim memiliki agama yang > sebenarnya hanya Punya Allah...... > > Mudah-mudahan orang yang masih malas belajar bisa mengerti...... > > Sayang waktu saya sekarang enggak memungkinkan menulis yang > sistematis dan mendetail. TApi saya harap cukup untuk membuka mata > yang buta, hati yang keras dan fikiran yang jumud/beku. > > > --- In [email protected], "Aman FatHa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bung, kalau apa yang saya simpulkan dari pengharaman itu salah, > lalu ayat lakum diinukum waliya diin itu maknanya apa? > > Katakan, wahai orang-orang kafir > > Aku tidak menyembah apa yang kalian sembah > > Dan tidak juga kalian menyembah apa yang aku sembah > > Dan tidak juga aku menyembah apa yang kalian > > Dan tidak juga kalian menyembah apa yang aku sembah > > Bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku (QS. al-Kafirun) > > > > Perlu sampean simak juga, selain memberikan penafsiran MUI > terhadap statemen "semua agama itu sama" saya juga mengutarakan > maksud dari statement itu dari sudut pandang saya yang didukung > kajian pluralisme selama ini. Atau dengan kata lain selain yang saya > sebutkan itu, pernyataan "semua agama itu sama" dalam makna semua > agama benar bagi pemeluknya masing-masing. > > > > Dan dengan pemaparan tentang sudut subyektif dan obyektif agama, > jelas fatwa MUI lebih dominan pada sudut subyektifnya. Sedang > pluralisme berada pada tataran obyektifnya. Dengan kata lain, anda > tidak hidup sendirian tapi berada di tengah-tengah raga-raga lain > yang berbeda-beda. Kenyataan perbedaan itu disebut pluralitas. Dan > pendalaman terhadap pluralitas untuk kemudian dikonsep.. > dirumuskan.. sebagai point-point utama yang bisa diangkat dan > dikerjakan secara bersama-sama oleh setiap kelompok yang berbeda, > itulah pluralisme. Kalau demikian, lalu apa yang haram dalam maksud > fatwa MUI tersebut? > > > > Makanya saya sebut fatwa itu sebagai langkah mundur. Karena > kenyataan pluralitas itu sudah ada sejak lama yang kemudian > berkembang dengan sikap saling menghargai dalam koridor "bagimu > agamamu dan bagiku agamaku." Dalam perkembangan selanjutnya, hanya > kesadaran itu saja dirasa tidak cukup karena bagaimanapun juga > selain memang berbeda-beda, kita juga hidup dalam lingkup wilayah > yang sama. Dan atas dasar itu, pluralisme muncul sebagai isme yang > mencari titik-titik obyektif agama yang bisa diusung bersama-sama > sehingga capaian yakni kemajuan, kesejahteraan, kenyamanan, dll yang > diinginkan bisa dihasilkan untuk bersama pula. Jelas fatwa MUI yang > mengharamkan pluralisme adalah langkah mundur karena hanya dengan > beberapa baris keputusan itu, lembaga ini telah meruntuhkan > keinginan dan tujuan bersama yang baik tersebut dimana dari sudut > pandang agama Islam keinginan dan tujuan tersebut diakui. Itu yang > saya sebut, sudut obyektif dari agama. > > > > Banyak contoh yang bisa diketengahkan, dari yang kecil hingga yang > besar. Contoh kecil saja, almarhum kakek saya punya saudara angkat > dari agama lain. Kesadaran untuk saling menghormati antara keduanya > merupakan kenyataan pluralitas yang tidak bisa disanggah. Tapi > mereka berdua tidak terbatas pada sudut itu saja. Kemana-mana selalu > bersama. Masuk hutan keluar hutan, berladang bersama, tanah sawah > milik bersama. Kakek saya shalat selagi dalam hutan, dia yang > menjaga sampai shalatnya selesai. Dia ada masalah atau suatu > pekerjaan, kakek saya yang membantunya. > > > > Dan saya pikir, ketika pluralitas yang disadari itu tidak hanya > terbatas pada sudut kesadaran dan saling menghormati.. tapi juga > bergerak dinamis ke arah capaian bersama-sama, itu yang disebut > pluralisme. Dalam contoh besar dari lingkup kenegaraan misalnya > pemberantasan KKN dan seterusnya. Dan pluralisme akan terus bergerak > mencari titik-titik kebersamaan dari sudut perbedaan agama itu > secara terus menerus.. karena itulah saya pikir kenapa pluralitas > berkembang menjadi isme. > > > > Saya utarakan penggambarannya dengan istilah "jiwa" dan "raga" > dimana dalam konsep pluralisme menjadi "terpisah tak bersatu dan > bersatu tak terpisah." Sebagai muslim, jiwa saya tetap bersama Allah > dan sebagai muslim pula raga saya ada di sini.. di tengah-tengah > kalian.. di tengah-tengah ragam bentuk budaya dan keyakinan. Jiwa > saya akan berkata, aku adalah aku dengan keyakinan dan imanku, dan > kamu adalah kamu dengan keyakinan dan imanmu. Sedang raga saya > berkata, inilah kita. Kalau demikian, buat apa fatwa MUI yang > mengharamkan pluralisme itu? > > > > Demikian, > > Terima Kasih > > > > Aman > > http://aman.kinana.or.id > > > > ----- Original Message ----- > > From: Rama B. Swandana > > To: [email protected] > > Sent: Tuesday, August 02, 2005 1:33 AM > > Subject: [ppiindia] Re: Sejumlah Tokoh Agama Prihatin atas Fatwa > MUI > > > > > > --- In [email protected], "Aman FatHa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Fatwa MUI Pluralisme Haram; Sebuah Pandangan > > Artinya, kelompok ini berpandangan bahwa pluralisme berarti > memeluk > > semua agama sekaligus. > > > > > > Apakah memang itu yang dimaksud dengan pluralisme? Apa dasar > > penafsiran mereka yang menyatakan bahwa pluralisme itu artinya > memeluk > > semua agama sekaligus? > > > > > > > > Anda salah bung..... Anggapan bahwa "semua agama itu sama" itu > tidak > > berarti lantas orang memeluk semua agama, tetapi menganggap bahwa > > memeluk agama apapun hakekatnya adalah sama, karena semua agama > toh > > sama. Ini yg diharamkan oleh MUI. Dalam ajaran islam, "inna dinna > > indallahi islam" bahwa agama yg diridhai Allah itu cuma Islam. > Dengan > > demikian pandangan bahwa semua agama adalah sama, haram menurut > islam. > > Karena kalau semua agama itu sama, konsekuensinya, kita boleh > pindah2 > > agama seenak udelnya kita. Lha wong sama khan? Ngga tahu kalau > agama > > lain berpandangan demikian, tetapi islam sudah jelas. Dengan > demikian > > fatwa itu sudah benar. Saya mendukung fatwa itu. > > > > RAMA > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] SPONSORED LINKS Indonesian languages Indonesian language learn Cultural diversity Indonesian --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "ppiindia" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- "Bangkitnya manusia karena pemikirannya" "Kemajuan mustahil tanpa perubahan. Dan mereka yang tak bisa merubah pemikirannya, maka tak akan bisa merubah apa pun" (George Bernard Shaw 1850-1950) --------------------------------- Start your day with Yahoo! - make it your home page [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h3qtb04/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123043947/A=2896112/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com ">Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children¿s Research Hospital</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

