Aku lagi baca bukunya Mustafa Abdul Rahman
wartawan kompas pos Timur Tengah nich sekarang.
[ belon kelar juga :P ]

Kayaknya di tahun tahun mendatang, konflik di Indonesia
akan makin mirip dengan konflik di Iran, antara kaum
reformis dengan konservatif.  sayang, karena membuat
energi kedua belah pihak dihamburkan secara percuma.

salam,
Ari Condro


----- Original Message ----- 
From: "Sandy Dwiyono" <[EMAIL PROTECTED]>
03.08.2005

Presiden Baru Iran Dikukuhkan

Oleh: Berndt Riegert

Ketika akhir bulan Juni lalu walikota Teheran, Mahmud
Ahmadinejad yang berusia 48 tahun terpilih menjadi
presiden, warga Iran menentukan politik yang
diinginkan, yaitu ultra-konservatif.

Sebelum dikukuhkan secara resmi Ahmadinejad sudah
menunjukkan arah politiknya. Program atom Iran akan
dijalankan lagi, walaupun perembukan dengan UE masih
belum tuntas. Berikut pemaparan Peter Philipp:

Kesederhanaan Ahmadinejad

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei sangat
antusias dengan penyerahan kekuasaan yang berjalan
mulus. Dalam resepsi perpisahan bagi Presiden Mohammad
Khatami dan kabinetnya, Khamenei bersikap rujuk dengan
para tokoh pembaru yang kini benar-benar mundur dari
ajang politik. Tiap menteri memperoleh kitab suci Al
Quran sebagai hadiah perpisahan dan kemudian mereka
makan bersama. Bukan pada meja yang istimewa,
melainkan di atas permadani, dan sangat
sederhana.Mungkin ini merupakan tanda pertama dari
kebijakan Teheran selanjutnya. Kemewahan dan kemegahan
digantikan dengan kesederhanaan. Presiden baru, Mahmud
Ahmadinejad memberikan teladan. Ia hanya mengenakan
stelan safari dan bukan jubah yang istimewa. 


Pemberantasan Korupsi

Sebelum diresmikan dalam jabatannya ia sudah mulai
melaksanakan programnya. Misalnya, parlemen sudah
mengijinkan pemberian kredit untuk membeli rumah dan
apartemen, agar masalah tempat tinggal bagi mereka
yang kurang mampu untuk sementara dapat diatasi.
Pemilik rumah yang mengkhawatirkan akan jatuhnya harga
properti dapat merasa lega. Karena pasaran properti
kini bergerak kembali. Sebaliknya para menteri yang
habis masa jabatannya dapat dikatakan resah. Enam
diantaranya akan harus memberikan pertanggung-jawaban
di depan parlemen. Ahmadinejad mencanangkan
pemberantasan korupsi secara terbuka. Walaupun para
menteri itu merasa bersih dari korupsi, tetapi bisa
saja mereka itu akan menjadi korban "perhitungan" yang
dilakukan terhadap para tokoh pembaruan.

 

Program Atom Iran

Amhadinejad akan memberikan tekanan baru pada bidang
politik luar negeri. Itu sudah terlihat dari debat
kusir dengan UE mengenai program atom Iran.
Dibandingkan dengan pendahulunya, Ahmadinejad memang
lebih tidak rela kalau Iran harus melepaskan haknya
untuk melakukan penelitian dan pengembangan energi
atom. Apalagi karena Iran tidak ikut dalam perjanjian
non proliferasi senjata atom. Bahwasanya sebelum
pengukuhan Ahmadinejad pun, Iran secara resmi sudah
memulai kembali program atomnya dan tidak menunggu
tawaran dari UE, sudah merupakan pertanda jelas, bahwa
di bawah presiden baru ini, Iran mengutamakan
penampilan yang percaya diri dan berani. Iran akan
menepis tiap tekanan dan membela diri terhadap
serangan dari AS. Demikian kata Ahmadinejad. Sebab ia
tahu pasti, bahwa kalangan pembaru di Iran pun akan
menolak segala bentuk tekanan dari luar dan bila perlu
melupakan silang pendapat di dalam negeri, dan
mendahulukan perasaan sebagai warga Iran.

 

Kebijakan Terhadap Eropa

Terhadap Eropa pun Ahmadinejad akan menjalankan
kebijakan yang lebih keras. Untuk itulah mantan
direktur televisi yang ultra konservatif, Ali Larijani
diangkat menjadi menteri luar negeri. Ini merupakan
dampak dari sikap Eropa, yang bersikeras hendak
melakukan perembukan dengan Iran, untuk membuktikan
pada AS, bahwa lebih banyak yang dapat dicapai lewat
diplomasi, daripada melakukan gertakan. Di lain pihak
Eropa nampaknya yakin, Teheran akan menerima pemberian
insentif ala kadarnya. Seperti peningkatan
perdagangan, pemasokan sukucadang bagi pesawat
penumpang dan sebagainya. Iran menuntut lebih dari
itu. Apalagi setelah terlihat bahwa pemberian insentif
yang sedikit itu pun tidak dapat dijamin, maka Teheran
memutuskan untuk bertindak. Iran memang dapat bersikap
kasar terhadap AS dan Eropa. Di segi ekonomi Iran
yakin tidak akan terkucil. Karena Asia, terutama Cina
pastilah tidak akan mau mengurangi kerjasamanya dengan
Iran. Dan dengan hak vetonya, Cina pulalah yang akan
dapat menggagalkan rencana AS untuk memberlakukan
sanksi terhadap Iran dalam Dewan Keamanan PBB.






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hdfsarr/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123074028/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Take
 a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who 
cares about public education</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke