http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/8/4/n3.htm
Kasus Korupsi di Setneg-- Yusril Minta Tunda Pemeriksaan Jakarta (Bali Post) - Upaya membongkar kasus dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan Sekretariat Negara (Setneg), sepertinya akan berjalan lamban. Pasalnya, Mensekneg Yusril Ihza Mahendra telah meminta Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor) untuk menunda pemeriksaan kasus korupsi di instansinya tersebut. ''Mensekneg sudah meminta untuk menunda dahulu pemeriksaan kasus korupsi di Setneg. Permintaan tersebut disampaikan Pak Yusril melalui surat satu minggu lalu kepada kami. Hal itu juga sudah saya laporkan kepada Presiden Yudhoyono,'' kata Ketua Timtas Tipikor Hendarman Supandji, Rabu (3/8) kemarin. Sebelumnya, Mensekneg Yusril Ihza Mahendra di Istana Negara pada Selasa (2/8) menyatakan takkan menghalangi kerja Timtas Tipikor melakukan pemeriksaan kasus dugaan korupsi di instansinya. Ia mempersilakan aparat penyidik menjalankan tugasnya membongkar korupsi itu. Kata Hendarman, alasan penundaan itu untuk membantu membongkar kasus yang akan banyak menyeret pihak-pihak tertentu di dalamnya. Mensekneg menginginkan pemeriksaan dilakukan setelah audit investigasi yang tengah dilakukan BPK itu selesai. Setelah itu, penyidik memeriksanya hingga tuntas. Untuk kasus dugaan korupsi di Setneg itu, lanjutnya, pihaknya telah memanggil dan meminta keterangan sekitar 20 pejabat di lingkungan Setneg berikut sejumlah rekanan. Dari fakta dan bukti awal, memang ada indikasi korupsi. ''Pemeriksaan belum selesai menunggu proses audit BPK. Kami yakin banyak pihak yang gerah kalau kasus ini diungkap,'' kata Jampidsus Kejaksaan Agung ini. Diungkapkannya, tiga aset milik Setneg yang berada di wilayah Jakarta diduga termasuk aset yang terindikasi korupsi yakni Badan Pengelola (BP) Gelora Senayan, Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) dan Taman Ria Senayan. Tetapi tidak merinci lebih jauh jumlah kerugian negara yang terjadi di tiga aset milik Setneg tersebut. ''Aset Setneg tersebar di mana-mana, tetapi masih dalam penyelidikan. Untuk sementara, kami telah temukan indikasi pidana korupsi,'' tuturnya. Sebagaimana diketahui, kasus korupsi di Setneg merupakan satu dari sekian kasus dugaan korupsi yang diberikan Presiden Yudhoyono untuk dituntaskan Timtas Tipikor. Kasus besar lainnya yakni korupsi kakap di PT Pertamina, PT Telkom, PT Jamsostek dan Badan Pengelola (BP) Gelora Senayan. Sesuai dengan Keppres Nomor 11 Tahun 2005 tertanggal 2 Mei 2005, Timtas Tipikor hanya diberi waktu dua tahun untuk menyelesaikan kasus-kasus tersebut. Di tempat terpisah, Ketua Fraksi PDI-P DPR Tjahjo Kumolo mengatakan pihaknya tidak khawatir jika fokus pengungkapan korupsi oleh Timtas Tipikor akan berimbas kepada mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dan keluarganya. ''Silakan saja dibongkar semuanya,'' katanya. Diyakini, Megawati tidak akan keberatan terhadap upaya pemerintah saat ini yang memberi perhatian terhadap pengungkapan korupsi di Setneg. Beberapa kasus korupsi di Setneg yang sempat menyebut-nyebut kader PDI-P terlibat di dalamnya, menurutnya, sebaiknya dibuka dan diselesaikan dengan jelas, sehingga tidak timbul kontroversi di masyarakat. Namun, ia meminta Timtas Tipikor tidak diskriminatif hanya membidik orang tertentu dalam penanganannya. Semua yang terlibat harus diusut, begitu juga dengan korupsi institusi pemerintah di tiap departemen, juga harus diusut. ''Ibu Mega tentu mempersilakan saja, asal penanganannya jangan memakai model tebang pilih,'' ingat Ketua PDI-P Bidang Politik ini. (kmb3/kmb4) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h3jcb55/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123107136/A=2896110/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com ">Help save the life of a child. Support St. Jude Children¿s Research Hospital</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

