http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/8/4/n5.htm
Arsenik Munir dan Jus Jeruk Jakarta (Bali Post) - Racun arsenik yang membunuh aktivis HAM Munir ternyata dimasukkan melalui jus jeruk (orange juice). Jus itu diberikan oleh tersangka Pollycarpus Budihari Priyanto dengan bantuan dua tersangka lainnya, pramugari Yeti Susmiyarti dan petugas pantry Oedi Irianto. Demikian isi dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) kasus pembunuhan Munir yang disampaikan pengacara Pollycarpus, Mohammad Assegaf, kepada wartawan di Mabes Polri Jakarta, Rabu (3/8) kemarin. Kedatangan Assegaf ke Mabes Polri itu dimaksudkan untuk meminta surat kuasa dari Pollycarpus, terkait sidang kasus itu yang rencananya akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pekan depan. Dijelaskan Assegaf, dalam surat dakwaan itu dijelaskan, di atas pesawat, Munir ditawari dua jenis minuman oleh Yeti, yaitu wine (anggur) dan jus jeruk. Dari kedua minuman yang dibuat oleh Oedi, ujar pengacara senior ini, hanya jus jeruk yang dibubuhi arsenik. Alasannya, menurut JPU, tersangka yakin Munir pasti akan menolak tawaran minum anggur dan pasti akan memilih jus jeruk. Assegaf menganggap dakwaan JPU itu merupakan tuduhan yang lebih bersikap spekulatif, ketimbang didasarkan fakta hukum. Karena itu, pengacara kondang ini mengaku siap untuk mematahkan dakwaan JPU di sidang mendatang. Mantan Sekretaris Tim Pencari Fakta (TPF) Usman Hamid menyatakan, pengungkapan kasus Munir jangan sampai berhenti pada persidangan kasus Pollycarpus. Dalam sidang Polly, Usman tidak berharap banyak. Bahkan, ia pesimis sidang itu dapat menghasilkan temuan-temaun baru yang bisa melacak dan membongkar siapa aktor utama pembunuhan tersebut. ''Hakim dan jaksa tak bisa diharapkan terlalu jauh untuk mengungkapkan skenario pembunuhan Munir. Di pengadilan nanti, hakim hanya perlu menghubungkan bukti-bukti terbunuhnya Munir dengan pelaku. Selanjutnya, hakim tak bisa berbuat banyak,'' kata Usman. Satu-satunya alat yang bisa mengungkap skenario pembunuhan itu tak lain adalah polisi. Polisi memiliki kewenangan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan. Melalui tim bentukan Mabes Polri dipertaruhkan komitmen dan keseriusan pemerintah mengungkap perencana pembunuhan pendiri LSM Imparsial itu. ''Seharusya polisi dapat menemukan tersangka-tersnagka baru. Sebab, faktanya sangat jelas, pembunuhan itu tidak dilakukan oleh pelaku tunggal. Pembunuhan itu dilakukan secara terencana. Di sinilah polisi harus bisa mengusut tuntas siapa dalang pembunuhan tersebut,'' tandasnya. Masyarakat berharap banyak pada kepolisian. Tim yang nantinya akan dipimpin Brigjen Marsudhi Hanafi -- yang juga mantan Ketua TPF Munir -- itu tentu tak bakal bisa berbuat banyak jika tanpa dukungan dari masyarakat dan Presiden Yudhoyono. Sebab, hambatannya sangat besar. Terutama hambatan politik. Polisi harus bisa menerobos hambatan tersebut. (kmb5/kmb7) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h339491/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123107781/A=2896110/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com ">Help save the life of a child. Support St. Jude Children¿s Research Hospital</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

