se7, lagi pula yg dilakukan MUI itu untuk kepentingan ummat Islam, kaum muslimin.., maksudnya mengharamkan pluralisme dan sekularisme itu jelas untuk kalangan individu muslim, perseorangan, setiap muslim yg komit terhadap keislamannya (yg tidak setengah²) memang tidak akan pernah tergoda untuk mempluralkan keyakinannya, misalnya mengaku islam, tp masih melakukan hal² yg bertentangan dengan ajaran islam (menikah lain agama, minum² an yg haram demi solidaritas thd rekan yg non muslim, korupsi etc).., atau mengaku sebagai islam tp masih berhubungan dengan dunia mistik (perdukunan-red)..ini yg ingin diperjelas oleh MUI status keharamannya..islam ya islam, berdoa itu ya kepada Allah, bukan kepada kuburan², kepada dukun², kepada keris² atau kepada benda² keramat lainnya......kalau individu² lainnya komit untuk memeluk agama lain ya monggo.., kristen ya kristen, hindu ya hindu..budha ya budha.. MUI tentu tidak bermaksud melarang/menentang eksistensi agama lain yg di akui undang² berkembang di Indonesia (yg memang majemuk dlm hal keagamaan ini) dan MUI tentu tidak ingin keberagaman agama ini akan menimbulkan perpecahan diantara masyarakat plural Indonesia.., MUI ingin semua agama ini hidup damai, saling menghormati, islam jalankan keislamannya sesuai dengan syariat Islam, kristen begitu juga etc.. jd tidak ada yg perlu diributkan dgn fatwa MUI, sekali lagi MUI sudah melakukan tugas dan kewajibannya proporsional..memang fatwa² ini dibutuhkan oleh kaum muslimin Indonesia yg sudah mulai gamang oleh banyaknya penyimpangan² yg terjadi di dalam Islam, dikarenakan oleh keinginan segelintir orang yg ingin menggampangkan saja aturan² islam demi tujuan² duniawi.., padahal seseorang yg mengakui Islam adalah agamanya, pasti memahami, masih ada kehidupan lain setelah kehidupan di dunia ini, entah bagi agama² yg lain..itu mungkin memang bukan wewenang MUI mencampurinya.. toleransi beragama itu tidak harus menggadaikan keyakinan sendiri demi pergaulan misalnya, jelas dalam AQ tertulis BAGIMU AGAMAMU, BAGIKU AGAMAKU..ayat ini merupakan bentuk keindahan toleransi yg amat tinggi di dalam Islam.. salam dan maaf kalau ada yg keliru, wong lugu
Ahmad Syukri <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Maaf, apakah MUI menfatwakan : Jamaah AHMADIYAH : - Tidak boleh hidup dimuka bumi ini. Jadi harus dibakar, dimusnahkan - Tidak boleh salat, puasa, zakat - Tidak boleh baca Qur"an dll. Jika tidak ada fatwa yang demikian, maka jelaslah bahwa MUI hanya menyampaikan kebenaran yang diyakininya (bahwa Ajaran Ahmadiyah itu sesat) kepada umatnya yang percaya MUI (yang tentu saja yakin akan kebenaran fatwa itu). MUI tidak memaksakan kehendaknya tentu saja, karena bukan penguasa. Dan saya yakin MUI tentu taat pada ayat Al Qur'an yang berbunyi lakum dinukum waliyadin (bagiku agamaku dan bagimu agamamu) jadi tidak saling ganggu. Hanya saja sebagian umat memang memahami agama setengah-setengah sehingga bertindak anarkis. Menurut saya jika terjadi hal demikian aparat keamanan (pemerintahlah) yang harus bertindak (bertanggung jawab) dan ini memang tg. jawab ulama lah mendidik umat agar tidak memahami agama setengah-setengah. Apakah salah jika MUI menyampaikan kebenaran yang diyakininya kepada umatnya agar umat tersebut tidak salah jalan terhadap hal-hal yang kontroversil ?. Saya yakin MUI tidak akan menfatwakan agar umatnya membenci dan merongrong tetangganya yang non muslim misalnya. Karena jelas Islam mengajarkan agar bergaul, membantu bahkan melindungi tetangganya bila diperlukan seperti saudara sendiri walaupun dia itu non muslim. Saya yakin MUI tidak akan menfatwakan agar memusnahkan tempat beribadah umat non muslim. Karena jelas Islam mengajarkan harus menghormati tempat ibadah orang lain, bahkan Rasullullah SAW pernah mempersilahkan beberapa pendeta untuk mengadakan kebaktian dikediaman beliau. Saya yakin MUI tidak akan menfatwakan umatnya untuk menghina sesembahan (tuhan) agama lain, karena Islam mengajarkan : janganlah kamu menghina sesembahan orang lain sebab bila orang agama lain itu balas menghina tuhanmu maka berarti kamu telah menghina tuhanmu sendiri. dan lain-lain, etc. Tetapi untuk hal-hal yang meragukan umat islam secara umum dan belum jelas, seperti ; Islam Ahmadiyah, Islam liberal, pluralisme, imam perempuan dan lain-lain. Maka MUI wajib menyampaikan (fatwa) kebenaran menurut pandangannya kepada umat yang mempercayainya. Tentu saja ini bukan paksaan, orang boleh saja tidak mengikuti fatwa tersebut sesuai keyakinan masing2. Masalah anarkis itu merupakan akibat pengetahuan/informasi agama yang setengah-setengah. Wong pilkada saja ribut, DPR saja ribut. Jadi mereka yang ingin membubarkan MUI sebenarnya bukan lah orang yang demokrat, karena tidak dapat menghargai pandangan orang lain. Apalagi itu mengenai paham intern agamanya sendiri. Ambon wrote: SURAT TERBUKA KEPADA PIMPINAN MAJLIS ULAMA INDONESIA Dari: Djohan Effendi Ketua Umum Indonesian Conference of Religion for Peace Para Pimpinan Majlis Ulama Indonesia yth. Izinkanlah saya menyampaikan surat terbuka ini berkenaan dengan tindakan kekerasan yang ditimpakan kepada sebagian Manusia ciptaan Tuhan di negeri kita, warga Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Tindakan kekerasan itu, langsung maupun tidak, terkait dengan fatwa MUI yang menganggap keyakinan yang mereka anut sebagai keyakinan yang sesat. Saya tulis surat ini bukanlah untuk membela faham dan ajaran Jemaat Ahmadiyah Indonesia melainkan karena panggilan untuk membela kebebasan berkeyakinan yang dianugerahkan Tuhan kepada Manusia sebagai khalifah-Nya di muka bumi. Saya tidak ingin mempersoalkan substansi fatwa tersebut sebab fenomena sasat menyesatkan merupakan fenomena biasa dalam dunia dan kehidupan beragama di manapun dan kapanpun. Saya memahami sepenuhnya bahwa fatwa tersebut didasarkan oleh rasa tanggung jawab Pimpinan MUI untuk mengingatkan kepada kaum muslimin yang berada dalam gembalaan mereka agar jangan sampai "tersesatkan" oleh ajaran yang dianggap menyimpang dari ajaran yang benar. Melalui surat terbuka ini saya hanya ingin mengajukan beberapa pertanyaan sehubungan dengan implikasi fatwa tersebut yang menyebabkan timbulnya kekerasan dan perusakan harta benda mereka yang dianggap sesat. Apakah mereka yang difatwakan menganut ajaran yang sesat tidak boleh hidup di atas bumi Tuhan? Bukankah mereka lahir ke dunia ini atas kehendak Tuhan? Lalu apakah Negara atau pemerintah mempunyai otoritas untuk mengusir mereka dari bumi ini? Bukankah Tuhan tidak mengajarkan bahwa bumi ini hanya boleh ditinggali oleh orang-orang yang tidak sesat? Karena mereka dianggap bukan muslim apakah mereka tidak boleh mengucapkan syahadat, melakukan salat dan puasa, membayar zakat, dan ibadat-ibadat lain sama seperti dilakukan oleh kaum Muslimin lainnya? Dan karena itu mesjid-mesjid tempat mereka salat berjamaah, salat jumat, tahajjud dllnya harus ditutup? Apakah mereka dilarang membaca al-Quran dan kitab-kitab Hadits sebagaimana mereka lakukan selama ini? Kalaulah mereka memang sesat bukankah kesesatan itu merupakan tanggung jawab mereka sendiri. Bukankah kewajiban ulama terbatas pada menyampaikan dan bukan memaksakan kebenaran pada umat manusia? Dengan menyampaikan surat ini saya mengharapkan Pimpinan MUI untuk tidak membiarkan pihak-pihak yang menganggap fatwa MUI sebagai alasan pembenar untuk melakukan pengejaran terhadap warga Jemaat Ahmadiyah Indonesia, menganggap mereka bukan lagi Manusia yang dimuliakan Tuhan. Mereka saat ini sedang dirundung ketakutan, jiwa dan harta benda mereka sedang terancam. Mereka terpaksa beribadat secara sembunyi-sembunyi. Lebih-lebih kalau aparat Pemerintah juga menganggap mereka tidak lagi mempunyai hak konstitusi sebagai warga Negara hanya karena mereka difatwakan menganut faham yang sesat. Saya yakin kita semua masih punyai hati nurani. Jakarta, 30 Juli 2005 =====================================================================================================Sekretariat ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace) Jl. Cempaka Putih Barat XXI No. 34 Jakarta Pusat 10520 Telp. 021-42802349 / 42802350 Faks. 021-4227243 Email: [EMAIL PROTECTED] "Beragama untuk Perdamaian" [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "ppiindia" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- --------------------------------- To help you stay safe and secure online, we've developed the all new Yahoo! Security Centre. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links --------------------------------- Start your day with Yahoo! - make it your home page [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hqkph4o/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123125549/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail">Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who cares about public education</a>!</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

