Ketika ANTV menayangkan bincang2 tentang papua yang menghadirkan 
Yorris, MS Simbolon dari DPR dan satunya lagi lupa terasa memang 
gada yang janggal.

Sebagai bukan orang papua, saya melihat bahwa kebanyakan penelpon 
datang dari papua atau orang papua di jakarta tidak setuju dengan 
sikap para pembicara yang terlalu semangat mengemukaan pendapat pro 
merdeka di papua.

Para penelpon itu sebagian besar menyatakan bahwa papua aman2 saja- 
dalam kondisi sekarang ini- tolong para pembicara tidak memprovokasi 
keadaan.

Ketakutan para penelpon itu terasa sangat perlu diperhatikan. Karena 
kenyataan banyak konflik berkobar di daerah yang hanya disulut oleh 
mereka yang disebut sebagai tokoh2 daerah di jakarta. Orang Jakarta 
menyebutnya sebagai elit.

Tendensi orang Jakarta untuk mempolitisi semua isu di daerah, baik 
untuk kepentingan proyek, uang dan kekuasaan sangat kental dalam 
masalah ini. Padahal, isu papua kali ini hanya diakibatkan keisengan 
anggota kongres AS yang maniak melakukan provokasi.

Keterbelakangan di PApua adalah real... ketidak adilan disana adalah 
real... saya rasa di mana2 di indonesia juga begitu. Sampai 6 abad 
ke depanpun tidak ada ada keadilah yang mutlak di papua bahkan di 
dunia ini, kecuali mungkin di surga. Semua pihak hanya dituntut 
untuk tetap konsisten dalam membangun.

Mengapa sih pemerintah sibuk dengan sikap defensifnya, mengapa sih 
anggota DPR malah memanas-manasi situasi, bahkan memberi jalan ke 
provokasi anggota kongress itu untuk lebih menyakitakn dan menusuk.

Mengapa pihak intelijen tidak bergerak untuk mengecek sumber 
penyebaran RUU tersebut di papua. Pihak keamanan minimal dapat 
memantau jaringan penyusup dan pemberi kabar bohon (dan benar) 
tersebut kepada pihak luar. Tangan-tangan jahil yang tidak suka 
dengan ketenangan penduduk. Yang memanfaatkan penderitaan papua 
untuk menciptakan chaos?

Ah lagi2 wartawan demi mengejar oplah.. demi sensasi... akan 
melakukan apa saja... tidak perlu dipertanyakan bahwa pak pendeta 
dan pemuka agama pun prihatin....




--- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Refleksi: Maksudnya untul tidak memberitakan kenyataan penderitaan 
Rakyat Papua?
> 
> 
> http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=208375&kat_id=23
> Sabtu, 06 Agustus 2005  12:40:00
> 
> 
> 
> Wartawan Diminta Profesional Soal Isu 'Papua Merdeka'
> Laporan: ant/mim 
> 
> 
> Jayapura-RoL-- Lima pimpinan agama di Jayapura, Papua, minta 
kepada para wartawan baik media cetak maupun elektronik, agar dalam 
pemberitaan tentang isu "Papua Merdeka" yang kini memanas harus 
diberitakan secara baik, akurat dan tidak memancing perhatian dan 
tanggapan publik.
> 
> Permintaan itu disampaikan salah satu perwakilan lima pimpinan 
agama di Jayapura, Papua, Pdt. Herman Saud, seruan dan himbauan 
kepada wartawan di Jayapura, Sabtu. 
> Menurut Herman, pers sebagai corong masyarakat diharapkan dalam 
penulisan, tidak membangun opini publik yang berlebihan terhadap  
isu "Papua Merdeka". 
> 
> Pers harus independen dalam memberitakan berbagai kasus dan isu 
yang menyangkut kepentingan orang banyak. Dikatakan, keberadaan pers 
harus membangun opini yang baik kepada masyarakat, sehingga 
penulisan harus seimbang dan akurat, serta dapat dimengerti dan 
dipercaya masyarakat. 
> 
> Situasi dan kondisi politik di Papua, saat inI memanas, dengan 
isu "Papua Merdeka" yang kini dibahas di konggres AS, bahkan Rencana 
Dewan Adat untuk mengembalikan/menolak UU Otsus Papua, oleh karena 
itu, pemberitaan menyangkut kedua masalah itu harus dilakukan secara 
akurat sehingga tidak menimbulkan tanggapan yang tidak diharapkan 
bersama. Herman mengakui, UU telah telah mengatur tentang kebebasan 
per, namun kebebasan yang harus bertanggungjawab, sehingga tidak 
menimbulkan masalah bagi masyarakat. 
> 
> Pers sangat menentukan masa depan dan arah pembangunan, karena 
melalui pemeberitaan, pemerintah dapat merubah segala ketidak 
berhasilan menjadi nyata dan berhasil. "Tulislah berita yang baik, 
sehingga tidak memprovokasi masyarakat, untuk melakukan hal-hal yang 
tidak kita inginkan bersama, yang pada akhirnya merugikan masyarakat 
itu sendiri," katanya. 
> 
> Suhu politik menyangkut isu "Papua Merdeka" cukup tinggi, sehingga 
jangan ada berita-berita yang mempengaruhi pikiran dan tanggapan 
masyarakat tentang hal-hal yang negatif. Oleh karena itu, provinsi 
tercinta Papua kalau mau aman dan kondusif, tergantung kepada 
pemberitaan dari wartawan yang positif yang dapat diterima semua 
pihak, ujar Herman Saud.
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h8lrlic/M=362329.6886307.7839373.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123340538/A=2894324/R=0/SIG=11hia266k/*http://www.youthnoise.com/page.php?page_id=1998";>1.2
 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke