bismi-lLah wa-lhamdu li-lLah wa-sh shalatu wa-s salamu 'al rasuli-lLah

assalamu 'alaikum warahmatu-lLahi wa barakatuH

ada dapet kiriman nech.

silah........

Assalamu'alaikum wr wb,
Berikut ini hasil diskusi Insist tentang beda JIL dan Islam Liberal.

Menurut Adian Husaini, JIL itu ibaratnya cuma "pedagang asongan" yang 
menawarkan paham Islam Liberal.

Ada pun level yang lebih tinggi justru "distributor" Islam Liberal, yaitu 
UIN-UIN yang ada di seluruh Indonesia. Mereka mencetak ribuan "kader-kader 
da'i" Islam Liberal setiap tahunnya.

Tak heran jika ada mahasiswa UIN Bandung yang menerikan "Anjinghu Akbar", atau 
rektor UIN Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra yang membela paham sesat 
Ahmadiyah.

Wassalamu'alaikum wr wb


�Beda JIL dan Islam Liberal�

Diskusi tentang pluralisme agama, liberalisme dan sekulerisme di Dewan Dakwah  
Islamiyah Indonesia Ahad kemarin (7/8), berjalan meriah.  Tidak kurang dari 600 
peserta hadir memadati ruangan. Karena tempat duduk
yang disediakan terbatas, sebagian besar peserta rela duduk berdesak-desakkan 
mengelilingi tempat acara. Hadir sebagai pembicara pada acara itu adalah Dr. 
Ugi Suharto, Adian Husaini, Hussein Umar (MUI) dan KH
Cholil Ridwan (MUI).

Ugi Suharto, Dosen Universitas Islam Internasional Malaysia, menjelaskan 
tentang upaya-upaya pengaburan istilah untuk membingungkan kaum Muslimin.  
Padahal istilah-istilah itu sudah baku dalam literatur ilmiah.
Seperti istilah pluralisme agama, liberalisme dan sekulerisme.  Sekulerisme 
misalnya, tidak ada dalam literatur Islam.  Tidak tepat sekulerisme 
dibahasa-arabkan menjadi �Ilmaniyah� karena ilmaniyah
berasal dari ilmu atau yakin.  Sekulerisme adalah istilah asing yang 
disuntikkan ke kaum Muslimin.
Begitu juga istilah Islam, kafir, khatamun nabiyyin dan lain-lain telah jelas 
maknanya dan telah diittifaq oleh para ulama.  �Mereka ingin mengubah yang 
tsawabit menjadi mutghayyirat dan yang mutghayyirat menjadi tsawaabit.  Selain 
itu mereka juga ingin mendzanikan semua dalil-dalil yang sudah qath�i,�jelas 
Ugi yang sekarang lebih banyak berada di Indonesia.

Sedangkan Adian Husaini menyatakan harus dibedakan antara Jaringan Islam 
Liberal (JIL) dan Islam Liberal. Kalau JIL itu adalah pedagang asongan ide-ide 
liberal Islam. Mereka aktif dan vokal menyuarakan ide-ide
liberal  �Karena itu kita hadapi dengan cara asongan pula,��kata Adian.  Yang 
lebih berat adalah pada level distributornya, yaitu perguruan-perguruan tinggi 
Islam atau peguruan umum yang menyebarkan ide ini.  Seperti itu harus dihadapi 
secara akademik pula.  Dan jangan lupa ada agen atau perusahaan yang terus 
memasok ide-ide itu, yaitu Islamic-islamic Studies yang didirikan di Barat.  
Tapi sekarang di sinipun (di
UIN-UIN) mereka mendirikan cabangnya.

Sementara itu, KH Cholil Ridwan dan Hussein Umar menyatakan bahwa fatwa-fatwa 
MUI itu telah dibahas secara serius lebih dari setahun.  �Lebih dari 100 dalil 
yang melandasi keluarnya fatwa itu,�kata Kholil,
Ketua MUI ini.  Jadi menurutnya, fatwa ini tidak keluar serampangan, fatwa ini 
keluar benar-benar dari ulama. Yaitu ulama yang mumpuni ilmunya dan memiliki 
akhlak yang terpuji. �Dawam Rahardjo dan Ulil tidak
bisa kita sebut ulama, ia hanya ilmuwan saja, punya ilmu tapi tidak mempunyai 
karakter ulama,�tegas Kholil.  Sebelumnya Kholil juga mengingatkan bahwa ulama 
harus menjadi ulama yang muttaqin, jangan sampai menjadi ulama yang munafiqin.

Diskusi ini diadakan INSISTS bekerjasama dengan DDII, Gema Insani Press, 
Khairul Bayan Press dan Radio Dakta.*

www. hidayatullah.com

KH. Kholil Ridwan: "Aa Gym, Arifin Ilham, Bicaralah!"

Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-Indonesia (BKSPPI), KH Kholil Ridwan, 
mengharapkan tokoh-tokoh Islam seperti Aa Gym, Arifin Ilham ikut bicara 
menyangkut fatwa MUI agar ummat tidak bingung 

Senin, 8 Agustus 2005

Hidayatullah.com--Sudah cukup banyak elemen ummat yang menyatakan diri berada 
di belakang Majelis Ulama Indonesia (MUI), pasca keluarnya 11 fatwa baru-baru 
ini. Namun masih banyak pula yang masih belum angkat
bicara dan memberi sikap, selain yang memang jelas-jelas menentang.

KH Kholil Ridwan, Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-Indonesia (BKSPPI), 
mengharapkan tokoh-tokoh Islam bersikap tegas agar ummat tidak
terus dilanda kebingungan. �Bicaralah, terutama tokoh-tokoh yang punya banyak 
jamaah dan sering tampil di media massa. Ustadz Aa Gym, Ustadz Arifin Ilham, 
bicaralah. Jangan sampai ummat dilanda kebingungan,�
kata salah satu Ketua MUI ini ketika menjadi pembicara di acara diskusi panel 
�Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme Pasca Fatwa MUI� di Dewan Dakwah 
Islamiyah Indonesia (DDII) Jakarta kemarin (7/8).

Menurut Kholil, itu diperlukan karena kaum liberal yang menentang fatwa MUI 
memanfaatkan jaringan media massa cetak dan elektronik sehingga gaungnya 
menerobos kemana-mana. Akibatnya, fatwa yang telah dirumuskan
dengan sangat cermat oleh para ulama itu seperti dilecehkan.

�Fatwa itu dibahas oleh para ahli hadits, ahli Qur`an, tafsir, dan sebagainya 
selama berbulan-bulan dan diperkuat dengan dalil-dalil yang jelas. Perumusnya 
adalah ahli-ahli ibadah. Lha kok tiba-tiba ada orang
yang tidak jelas shalatnya lalu menentang dan itu menjadi konsumsi ummat 
melalui media massa, bagaimana ini? Orang-orang ini bahkan mengatakan ulama 
konyol dan tolol!� kata Kholil.

Meskipun ada berbagai tantangan, kata Kholil, MUI akan terus maju. �Tugas ulama 
adalah memberi rambu-rambu kepada ummat. Perkara itu dilaksanakan atau tidak, 
itu urusan seseorang dengan Allah. Wong Al-Qur`an yang sudah jelas-jelas haq 
saja banyak yang tidak melaksanakannya.� (pam)

Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Leo Imanov
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
http://www.imanov.jeeran.com


_____________________________________________________________
--------------------------------
Get Your Free Exclusive E-mail !
Go to http://www.myquran.com 
Indonesian Muslim Portal
--------------------------------------




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h98jvft/M=362329.6886307.7839373.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123667463/A=2894324/R=0/SIG=11hia266k/*http://www.youthnoise.com/page.php?page_id=1998";>1.2
 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke