www.sriti.com update
Akmal Nasery Basral, yang kita kenal sebagai wartawan senior telah melepas novel bertitel, Imperia bagaimana kupasan ringkas novel tersebut dari mata seorang Ekky Imanjaya-yang juga seorang wartawan dan pengamat film itu? Artikel yang pernah dipahat di majalah Gatra itu bisa dinikmati di www.sriti.com Nantikan, telaah kritis yang ditulis Is Mujiarso-yang lagi-lagi mantan wartawan kenamaan detik.com di edisi pekan depan . ================================== Akmal Nasery Basral Imperia Akoer, 2005 Penulis: Ekky Imanjaya "... tahu persis meramu teori konspirasi tingkat tinggi dengan menyelipkan petunjuk-petunjuk sederhana ... " Sriti.com. 06-08-2005. Apa hubungan patung Imperia di Kota Konstanz dengan Melanie Capricia (seorang diva di dunia musik), Wikan Larasati (wartawati pemula majalah Dimensi), Jenderal Pur yang sangat berpengaruh di dunia politik, dan Rangga Tohjaya, keponakan sang jenderal yang adalah pengacara muda nan sukses? Dan keempat tokoh ini, bersama tokoh-tokoh lain yang tak kalah penting, kemudian menarik para pembaca ke dalam sebuah teori konspirasi, yang mengajak kita sulit untuk tidak membacanya hingga selesai, sejak lembar pertama dibuka. Itulah novel Imperia karya Akmal Nasery Basral yang baru saja beredar. Begitu padat dan menjanjikan ketegangan. Simak saja sinopsisnya yang berada di sampul belakang: "14 Juli 2003. seorang pengacara muda keponakan seorang tokoh militer berpengaruh ditemukan tewas di Cicantayan, Sukabumi. Pada mayatnya ditemukan Quik-Shok, puluru yang bisa pecah menjadi tiga bagian di dalam tubuh. Tersangka utama adalah seorang dica yang pernah menjadi klien sang pengacara dalam kasus plagiarisme terbesar dalam sejarah industri musik Indonesia..." Memang, sejak awal, novel ini mengajak kita berpetualang ke dalam dunia wartawan, kehidupan selebriti, hingga pengacara muda yang menukik ke arah teori konspirasi tingkat tinggi dengan tingkat ketegangan tinggi, dan kejutan-kejutan yang tak terduga, bahkan hingga di lembar paling akhir. Akmal adalah tipe penulis yang cerdas-dia sudah satu dekade menjadi wartawan-dan tahu persis meramu teori konspirasi tingkat tinggi dengan menyelipkan petunjuk-petunjuk sederhana sejak dari halaman pertama. Termasuk memotong-motong kronologi peristiwa dan menyusunnya secara acak-mirip film Wicker Park garapan Paul McGuigan yang diadaptasi dari L'Appartement (Gilles Mimouni). Akmal juga membiarkan karakter-karakternya berdiskusi banyak hal-misalnya dalam rapat redaksi (hal 116) yang sangat detil membahas rubrik demi rubrik-yang kemudian, beberapa hal itu, menjadi penting secara tak terduga. Dan hanya kalau kita baca untuk kedua kalinya, baru kita ngeh, " Oh yang itu sebenarnya sudah ada di halaman ini". Akmal tidak hanya menyajikan cerita yang meliuk-liuk dan plot yang berlapis-lapis. Dia juga menyajikan karakter tokoh yang kuat, dan membiarkan pembaca mengetahui latar belakang para tokoh itu. Kita diajak untuk ikut gugup seperti Wikan yang baru pertama kali meliput dan mendapat banyak pelajaran dari seniornya (hal 136) yang menjadi inspirasi bagi semua reporter pemula. Pun kita dibuat terkagum-kagum dengan pengetahun MC-singkatan nama sang diva-soal banyak hal. Inilah kelebihan kedua novel ini, begitu menyajikan banyak data-termasuk diagram warna pembagian suara Stabat Mater Rossini, sejarah patung Imperia dengan dua patung tokoh besar di kedua tangannya, teori soal "mata ketiga, hingga gambar konstelasi bintang dan segala istilah-istilahnya. Inilah pengetahuan ensiklopedis itu. Sekilas, khususnya pembabakannya, mirip dengan ramuan formula Dan Brown dalam Angel & Demon dan Da Vinci Code. Tetapi, semangat eksplorasi ensiklopedis ini ternyata juga menjadi bumerang. Akibatnya, cerita menjadi tidak intens dan tidak fokus, di beberapa tempat. Dan ini yang membedakannya dengan gaya Brown. Kalau bahan dan data itu memperkuat latar belakang cerita atau karakter tertentu, mungkin bisa ditolerir. Tapi beberapa hal ditulis secara berlebihan dan bahkan-ini istilah dari Akmal sendiri-"usus buntu", bisa dibuang tanpa mempengaruhi jalan cerita. Misalnya, soal telepati, soal Steve Vai yang ditulisnya-bak menulis essay atau feature rubrik musik-dari halaman 46 hingga 51. Bahkan untuk adegan di Konstanz, Akmal menghabiskan 47 halaman sebelum akhirnya menukik ke persoalan utama, dan sejak itu cerita menjadi intens. selengkap ulasannya: http://www.sriti.com/story.php --------------------------------- Start your day with Yahoo! - make it your home page [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hefsdbn/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123680028/A=2896112/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com ">Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children¿s Research Hospital</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

