--- In [email protected], Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Suatu diskusi yang sangat sejuk dan santun. Mohon maaf, sebagai seorang non pakar dalam ajaran Islam, saya ingin ikut urun rembug, tentu dari sisi falsafah lintas akidah. Dua hal: > > 1) > > LD: > Bung Aman, Bukannya umat Islam harus melihat segala sesuatu dr sudut> pandang AlQur'an?> Saya yakin bahwa hanya manusia yang mengatakan bahwa AlQur'an adalah kitab suci kaum muslimin saja. Manusia yang membatasi demikian. > Manusia yang membuat dikotomi demikian. Apakah AlQur'an membatasi > dirinya seperti itu? Maksudnya, apa AlQur'an mengatakan bahwa dia > hanya utk kaum muslimin saja? Saya sekarang ini sebetulnya dalam > posisi tidak perduli manusia mau mengatakan apa ttg kitab suci, cuma mau tau apa kata kitab suci itu mengenai dirinya sendiri. > > DH: Demikianlah. Tiap wahyu turun pada umat atau rakyat tertentu, demikian dimasa nabi Musa dan Ibrahim ketika taurat turun, disaat nabi Isa menurunkan ajarannya yang tertuang dalam Alkitab, dan kemudian ketika ajaran Islam turun. > > Namun, panggilan untuk menjalankan ajaran, diberikan pada umat manusia. Ketika "10 Perintah Allah" dikumandangkan, ini juga bagi umat manusia. Tentu saja, yang mendengar adalah mereka yang hidup kala itu ditempat itu. Kristus memanggil umat manusia mengikutiNya. Ketika Kristus mengajarkan, "hanyalah melalui Aku kau dapat sampai kepada Bapak", ditujukan pada semua. Semua manusia hendaknya mengikutiNya. Demikian juga, nabi Muhammad menyerukan ajaranNya pada manusia.
LD: Karena saya dalam posisi memperdulikan bagaimana kitab suci itu berkata tentang dirinya sendiri dan tidak perduli kata manusia (termasuk kata Mbah) tentang kitab suci, saya memerlukan kutipan2 ayat kitab suci yang mengatakan tentang dirinya sendiri sedangkan Mbah pastinya alergi untuk membahas ayat2 Alkitab karena Mbah merasa tidak berkompetensi. Adakah ayat Alkitab yang mengatakan bahwa Alkitab untuk semua manusia? Adakah AlQur'an mengatakan bahwa AlQur'an untuk semua manusia, begitu juga agama lainnya. Kalau kemudian manusia membuat dikotomi bhw kitab suci A untuk umat A saja, berarti manusia tsb tlh menghilangkan makna luhur kitab suci (yang universal) itu sendiri sesungguhnya kan?. Apa dasarnya Mbah bisa mengatakan ajaran "hanyalah melalui Aku kau dapat sampai kepada Bapak" ini ditujukan kepada semua manusia? kalau di Alkitab sendiri mengatakan (Matius15:24) Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel" Kan pengetahuan kita saja (yang saya akui juga sebagai kebenaran) bahwa kitab suci itu harus berlaku kepada seluruh umat manusia sehingga kitab suci harus bersifat universal. Kapan boleh perang, kapan tidak...adakah dalam Alkitab? Wanita mana saja yang tidak boleh dinikahi, adakah dalam Alkitab? Adakah hukum waris? Apakah Alkitab universal? Apakah Alkitab untuk seluruh umat? > ----------- > > 2) > LD: > Yap. Saya faham bahwa AlQur'an yg eksklusif tidak akan menyebut > suatu nama tertentu scr langsung (nama orang, nama agama, nama > bangsa), kecuali yang tertentu itu sungguh spesial dan perlu > diabadikan. AlQur'an hanya menyebut orang muslim, orang mukmin, > mukhsin, muttaqin, orang kafir, musyrik, munafik dan tidak pernah > menyebut orang kristen, orang budha, orang hindu, orang-orang baru > lainnya lagi yang mungkin akan terus bertambah (dll). Itu artinya > didunia ini memang cuma ada penggolongan orang spt yg disebutkan > AlQur'an itu. > > DH: Demikianlah. Juga dalam Kitab Kitab lain, tak ada penggolongan agama agama apapun. Karena ketika Allah bersabda, Dia tak memaksudkan membuat agama apapun. Pembatasan hanyalah pada "mereka yang taat, dan yang musyrik, dll. RakyatKu dan bukan RakyatKu. LD: Ralat sedikit nih (sedikit apa banyak ya?). AlQur'an itu membuat penggolongan manusia: muslim (orang Islam=orang yang beragama Islam), mukmin (orang mukmin), dstnya. Tapi tidak menggolongkan manusia menjadi orang Kristen, Hindu, Budha, (orang yang beragama...) etc. AlQur'an menyebutkan Islam sebagai sesuatu. Di ayat lain (spt yang dikutip bung Aman) AlQuran menegaskan Islam sebagai agama yang diridhai disisi Allah. Sedangkan Alkitab (sabda Yesus) memang tidak menyebutkan orang Islam, maupun orang Kristen karena orang-orang ini ada setelah Yesus sendiri wafat. Hal wajar. Jadi, intinya: AlQuran menjamin bhw Islam itu sebagai agama, sedang yang lain tidak. Lalu, adakah jaminan seperti itu juga tertulis pada sabda Yesus dalam Alkitab? Adakah Yesus mengatakan Kristen adalah sebuah agama? Begitu juga dengan agama lain. Kalau tidak ada, tentunya manusia yang mengatakan Kristen, Budha, Hindu sebagai agama tidak berdasarkan kepada kitab sucinya masing-masing. Hanya berdasarkan kesepakatan sesama manusia yang harus hidup berdampingan secara damai. Kalau Mbah mengatakan,"ketika Allah bersabda, Dia tak memaksudkan membuat agama apapun." Saya sangat maklum karena Mbah berangkat dari kitab suci yang tidak pernah menyebut dan menjamin agamanya sendiri. > DH: > Ini sebuah bukti historis, agama dibentuk manusia, terutama setelah nabi nabi mereka wafat. LD: Yap...bukti historis bagi agama buatan manusia. > > Conclusio: Manusia yang membutuhkan agama, untuk mengorganisasikan diri secara teratur. Bahkan dalam Islam, batasan ajaran adalah identis dengan batasan negara (kala itu). Sang Khalik, tak menciptakan agama apapun. LD: Arti Khalik adalah Maha Pencipta. Pencipta satu agama. Agama lain hanya ciptaan manusia. Sang Khalik mengatakan kepada manusia bahwa agama yang diciptakan/ridhainya hanya Islam. Masalah manusia mau percaya atau tidak, saya juga sepakat dengan bung Aman itu urusan hidayah. wassalam, > > Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: > Assalamu'alaikum wr wb bung Aman, > > Makasih bung Aman untuk pencerahannya. Trus terang ini pencerahan > buat saya. Saya juga dah mengunjungi web anda tuk belajar....:-) > meski belum semua. Soal fatwa MUI dan pluralismenya bila dihubungkan > dengan konteks Pluralisme subjektif dan objektifnya bung Aman, saya > kira fatwa MUI dgn segala penjelasannya tsb menjadi wajar pula. > Karena yang diharamkan adalah Pluralisme subjektif (yang juga ada > pada AlQur'an dan ini hanya mengikat pada orang Islam saja > (subjektif). Dan bila umat Islam harus berinnteraksi dengan > masyarakat lain mereka harus memakai makna pluralisme objektif (dan > ini tidak diharamkan oleh fatwa MUI/pluralitas). > > --- In [email protected], "Aman FatHa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Tulisan sangat bagus, Mbak. Dan sangat mencerahkan. > > Tapi bagian yang satu ini ada keinginan saya untuk memberikan > tambahan dan tanggapan: > > > > "Sepanjang sepengetahuan saya, dalam AlQur'an tak ada penjelasan > > AlQur'an tersirat dan tersurat tentang keberadaan agama-agama > (agama > > yang banyak) yang memang atas kehendakNya sebagaimana keberadaan > > suku dan bangsa tsb, makanya saya menjadi tambah yakin bahwa agama > > dimana Tuhan berkehendak atasnya itu cuma SATU meski budaya, suku, > > dan bangsa buanyak. Kalaupun disebut Nashara dan Yahudi dalam > > AlQur'an, itu menunjukkan pada sebuah bangsa or suku, yang telah > > diturunkan kepada mereka Taurat dan Injil." > > > > Saya pikir ini bisa terjadi karena Mbak Lina mencoba melihatnya > dari sudut pandangan al-Qur`an. Tentu saja itu jelas, karena al- > Qur`an adalah kitab suci kaum muslimin (yang tentunya eksklusif > ketika berbicara soal kebenaran agama). Sehingga kaum Nuh, kaum Hud, > kaum Saleh dst, digambarkan sebagai orang yang ingkar terhadap > ajakan Nabi-Nabi. Begitu juga yang kita lihat pada Namruz dan anak > buahnya yang kemudian membakar Nabi Ibrahim a.s. Namun kalau kita > kembali kepada sudut istilahi, apakah mereka-mereka itu pada saat > itu pemeluk suatu agama tertentu? Jawabannya adalah ya, seperti yang > kita lihat sendiri dalam peninggalan-peninggalan dan prasasti > sejarahnya. > > LD: > Bung Aman, Bukannya umat Islam harus melihat segala sesuatu dr sudut > pandang AlQur'an? > Saya yakin bahwa hanya manusia yang mengatakan bahwa AlQur'an adalah > kitab suci kaum muslimin saja. Manusia yang membatasi demikian. > Manusia yang membuat dikotomi demikian. Apakah AlQur'an membatasi > dirinya seperti itu? Maksudnya, apa AlQur'an mengatakan bahwa dia > hanya utk kaum muslimin saja? Saya sekarang ini sebetulnya dalam > posisi tidak perduli manusia mau mengatakan apa ttg kitab suci, cuma > mau tau apa kata kitab suci itu mengenai dirinya sendiri. > > Maaf bung ya, prasasti itu mengatakan apa sih? > > Mengapa pula bung mengatakan Kaum Nuh, Hud, Saleh dstnya sbg org yg > ingkar terhdp ajaran Nabi-Nabi jika memang AlQur'an itu eksklusif?? > Masih gak mudeng. > > > > Sekali lagi memang di dalam al-Qur`an tidak menyebut keberadaan > agama tertentu, tapi ada satu ayat yang sangat mencukupi untuk > mewakili semuanya (yakni semua yang tidak disebut al-Qur`an secara > langsung sebagai agama). Lakum diinukum waliya diin; bagi kalian > agama kalian dan bagiku agamaku. Dan itu secara tegas menyatakan > keberadaan agama lain tanpa menyebut apa agamanya. > > > > Jadi saya yakin maksud Mbak Lina, "bahwa agama dimana Tuhan > berkehendak atasnya itu cuma SATU meski budaya..dst" maksudnya > adalah agama yang benar di sisi Allah swt hanya satu yaitu Islam > (innad diina 'indallahi al-Islam). Dan itu yang diyakini setiap > orang mu'min (eksklusif). Sedangkan keberadaan mu'min itu sendiri di > tengah-tengah keberagaman manusia dalam dunia ini, maka "bagi kalian > agama kalian dan bagiku agamaku" (inklusif). Setelah garis batas itu > sudah jelas, lalu timbul kesadaran yang lebih maju tentang perlunya > kebersamaan yang diberdayakan untuk menuju kehidupan yang lebih baik > dan adil.. muncullah ide pluralisme itu. > > > > Dari dua ayat itu, yang ingin selalu saya garis bawahi > adalah 'indallahi (yakni di sisi Allah). Atau dalam postingan > kemarin saya istilahkan dengan sudut subyektif agama. Sedangkan pada > ayat kedua, saya garis bawahi "lakum" (yakni bagi kalian) di mana > kata ini menjelaskan langsung kontek bahwa kita berada secara real > di tangah-tengah "yang lain" (sudut obyektif). Seperti kita > berbicara, "Saya merokok, anda tidak" yang menunjukkan adanya orang > lain yang kita sebut sebagai "anda" itu. > > > > Kenapa al-Qur`an tidak menyebut sebagai agama-agama secara > langsung pada semua bagian di mana digambarkan Nabi-Nabi yang diutus > oleh Allah untuk mengajak kepada jalan Allah? Tentu saja karena > Allah swt yang telah menurunkan al-Qur`an dan agama disisi-Nya hanya > Islam. Sehingga semua kepercayaan dan penyembahan yang bukan kepada- > Nya tidak disebut sebagai agama secara langsung. Berbeda ketika al- > Qur`an menuturkan konteks secara langsung seperti pada ayat "Lakum > diinuku waliya diin" itu. Dalam Ilmu Balaghah, yang seperti ini > disebut Lit Tanfir.. atau Lil Iihaam biannahu syaiun la yaliiqu > lahu.. atau Shaunul lisan 'an zikri syain imma li'azhamatihi au > lihaqaritihi.. atau beberapa istilah lain lagi yang merujuk kepada > maksud yang sama. > > LD: > Yap. Saya faham bahwa AlQur'an yg eksklusif tidak akan menyebut > suatu nama tertentu scr langsung (nama orang, nama agama, nama > bangsa), kecuali yang tertentu itu sungguh spesial dan perlu > diabadikan. AlQur'an hanya menyebut orang muslim, orang mukmin, > mukhsin, muttaqin, orang kafir, musyrik, munafik dan tidak pernah > menyebut orang kristen, orang budha, orang hindu, orang-orang baru > lainnya lagi yang mungkin akan terus bertambah (dll). Itu artinya > didunia ini memang cuma ada penggolongan orang spt yg disebutkan > AlQur'an itu. > > > > > Dari sudut pluralisme tidak ada yang perlu dipertentangkan karena > tujuan utamanya adalah memberdayakan kebersamaan. Sedangkan dari > sudut eksklusif (Innad-diina 'Indallahi al-Islam) atau dari sudut > Inklusif (Bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku), bagaimana > agar "kalian" di sini menjadi bagian dari "aku"? Ud'u ilaa sabiili > rabbika bil hikmah wal mau'izhatil hasanah wajaadilhum billati hiya > ahsan (Ajaklah kepada jalan Tuhanmu dengan cara yang bijaksana dan > anjuran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang > lebih baik). Garis bawahi pada ayat ini, "kepada jalan Tuhanmu" > dengan mengidhafatkan Rab kepada kata ganti "kamu". > > LD: > Bicara soal memberdayakan kebersamaan, kabarnya teori jizyah dan > dzimmah juga untuk memberdayakan hal tsb? sehingga minoritas non- > muslim yang hidup di 'negara Islam' berhak mendapatkan perlindungan > hukum dari penguasa. Ini juga pluralisme objektif. Ini mesti > diberdayakan oleh pemerintah. Sedang MUI, biar saja diwilayah > subjektif. Jadi Pemerintah dan Ulama (MUI) saling menunjang dalam > memenuhi kriteria AlQur'an yang subjektif sekaligus objektif...:-) > > Ini juga cuma tambahan saja. Mengenai sepotong ayat dari surah "Al- > Kafiruun" (lakum diinukum waliyadiin"), kalau dilihat dari > konteksnya, ayat tsb turun merupakan pemisahan tegas antara antara > orang muslim dengan orang non-muslim (dlm hal ini org kafir) dalam > hal akidah (Inklusif). Situasi saat itu adalah situasi dimana kaum > kafir menginginkan kompromi kepada Nabi SAW dalam bidang > agama/akidah. Mereka ingin Nabi SAW mengikuti ajaran mereka, nanti > pada gilirannya mereka akan mengikuti ajaran Nabi SAW. Mereka ingin > Nabi SAW menyembah sesembahan mereka, nanti mereka juga akan > menyembah sesembahan Nabi SAW, [jadi inget doa bersama yang > diharamkan MUI] > > > > Lalu bagaimana jika menolak ikut ke jalan Tuhanmu? Innaka lan > tahdi man ahbabta walaakinn-allah yahdii may-yasyaa (kamu tidak akan > pernah bisa memberi hidayah kepada orang yang kamu cintai, tetapi > Allah yang memberi petunjuk siapa saja yang Ia kehendaki.) Garis > bawahi lagi, "tidak akan pernah" (menggunakan huruf Lan). Atau pada > ayat lain, Innama anta mudzakkir walasta 'alaihim bimushaithir (Kamu > hanya mengingatkan dan bukan orang yang menguasai mereka). Yang > perlu digaris bawahi pada ayat ini, kata Innama (Tufiidu al- > Qashr)... dan beberapa ayat lain. > > LD: Saya sependapat. Memang segala perbedaan itu ada atas > kehendakNya pula agar manusia mau belajar, melalui cara apapun > bahkan komparatif sekalipun. Saya juga sependapat bhw manusia disi > cuma saling mengingatkan saja, karena tugas Nabi SAW juga pemberi > peringatan. Pada suatu kondisi, peringatan itu bisa menajdi > peringatan yang keras. > > Bung Aman, > Ada yang menarik ttg ayat yang bung Aman kutip "Kamu tidak akan > pernah bisa memberi hidayah..., ttp Allah yang ...siapa saja yang ia > kehendaki". Orang sering menyebutnya sebagai hak prerogatif Tuhan > dalam memberi hidayah. Saya pernah membaca bahwa ayat tersebut harus > diterjemahkan dengan "Allah memberi petunjuk kepada siapa yang > menghendakinya (petunjuk tsb)" tentu dgn memberi alasan ilmu tata > bahasa arabnya. Jadi Allah bukan bertindak sewenang-wenang. Dia akan > memberi petunjuk bagi orang yang menghendakinya. Gimana menurut bung > Aman. > > > > > Demikian, > > Wassalam > > > > Aman > > http://aman.kinana.or.id > > wassalam, > > > > > > ********************************************************************* ****** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org > ********************************************************************* ****** > _____________________________________________________________________ _____ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > --------------------------------- > YAHOO! GROUPS LINKS > > > Visit your group "ppiindia" on the web. > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > --------------------------------- > > > > > ********************************************************************* ************** > > It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west; > they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against > misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled. > > Sidharta Gautama > > > > > --------------------------------- > Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h2hu5pr/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123747771/A=2896110/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com ">Help save the life of a child. Support St. Jude Children¿s Research Hospital</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

