11.08.2005

Stimulasi Magnetik dalam Perawatan Pasien Depresi

Tahukah Anda, bahwa depresi berat adalah penyakit
serius, yang bila tidak segera ditangani dapat
menyebabkan kematian? 

18 persen penderita gangguan mental ini akhirnya
meninggal, sebagian besar karena bunuh diri. 20 persen
warga di dunia barat diduga pernah mengalami fase
depresi dalam hidupnya. 

Seorang yang sedang mengalami depresi, dapat dilihat
dari simptom psikis, fisik dan sosial yang khas.
Simptom atau gejala adalah kumpulan perilaku dan
perasaan yang sering, namun tidak selalu, muncul pada
waktu yang bersamaan. Professor Thomas Schläper, dosen
Universitas Bonn yang menyelidiki penyakit depresi
menjelaskan beberapa gejala pasien depresi:

Thomas Schläper: "Mereka sukar untuk merasa bahagia,
konsentrasi gampang buyar. Gejala psikis  tersebut
sering disertai gejala fisik, misalnya penurunan berat
badan atau sebaliknya, berat badan bertambah drastis.
Simptom lainnya adalah gangguan pada pola tidur. Dan
secara umum, motivasi dan produktivitas kerja
berkurang. Biasanya pasien akan menjauh dari keluarga,
mereka menarik diri dari lingkungan sosial dan pada
akhirnya tidak dapat melakukan tugas dan pekerjaan
mereka.”

Selain gejala di atas juga disebutkan simptom lainnya
seperti rasa gelisah berlebihan, perlambatan gerakan
motorik, perasaan tidak berguna dan gampang putus asa,
gangguan seksual, serta munculnya pikiran tentang
kematian dan bunuh diri.

Ada dua penyebab depresi, yang pertama adalah faktor
biologis, termasuk faktor genetik, dan yang kedua
adalah faktor psiko-sosial. Faktor biologis misalnya
karena sakit, pengaruh hormonal atau depresi
pasca-melahirkan. Sedangkan faktor psiko-sosial
misalnya konflik pribadi atau interpersonal, masalah
eksistensi atau masalah keluarga. Depresi, gangguan
suasana perasaan atau mood sering dianggap sebagai
masalah pribadi dan bukan sebagai penyakit. 

Para pakar menilai depresi sebagai gangguan pada otak,
yang harus mendapat perawatan serius. Salah satu
hipotesa menyebutkan, depresi disebabkan gangguan
regulasi neurotransmitter dalam otak. Neurotransmitter
atau sel kimia dalam otak antara lain bertanggung
jawab mengendalikan gangguan alam perasaan pada
manusia. Bila gangguan neurotransmitter norepinephrin
dan serotonin  di jaringan otak dikoreksi dengan
pemberian zat anti depresan kepada penderita, pasien
depresi dapat disembuhkan. Terapi dengan obat anti
depresan ini disebut farmakoterapi. Biasanya, terapi
ini makan waktu dan hasilnya tidak langsung tampak.
Selain itu, obat anti depresan kadang membawa efek
sampingan seperti mulut kering, sakit kepala, rasa
mual dan rasa mengantuk atau sedasi pada pasien. 

Transcranial Magnetic Stimulation
Memberikan obat anti depresan kepada pasien depresi
tidak selalu membuahkan hasil. Karena itu, peneliti
Universitas Bonn tengah mengembangkan alternatif
perawatan yang menggunakan stimulasi langsung pada
otak pasien.

Mesin yang digunakan peneliti Universitas Bonn tampak
seperti kulkas dan bunyinya sangat keras. Mesin
tersebut menggunakan prosedur transcranial magnetic
stimulation (TMS). Prosedur ini mempengaruhi aktivitas
elektrik di otak dengan memberikan impuls melalui
medan magnet. Professor Thomas Schläper menjelaskan
cara kerja mesin tersebut:

Thomas Schläper: "Saya menempelkan kumparan berbentuk
kupu-kupu ini pada kepala pasien dan setiap tiga puluh
detik pasien merasakan serangkaian impuls selama dua
detik. Prosedur ini makan waktu sekitar setengah jam.“

Hal ini diharapkan dapat membantu pasien yang tidak
merespon pada terapi yang biasa dilakukan, yaitu
kombinasi farmakoterapi dengan psikoterapi berupa
konseling. Terapi stimulasi magnetik bekerja dengan
membuat medan magnet yang memberi stimulasi pada
bagian otak yang berbeda. Masalahnya, sampai saat in
belum diketahui secara jelas, bagian otak mana
dipengaruhi oleh gangguan mental seperti penyakit
depresi ini. Ketidakseimbangan zat kimia atau
neurotransmitter dalam otak menyebabkan bagian otak
tertentu sangat aktif, sementara bagian lainnya perlu
rangsangan dari luar. Schläper menjelaskan:
"Sekarang kami mencari posisi yang akan diberi
rangsangan. Sementara alat ini menelusuri kepala,
terdengar bunyi seperti tadi, sampai kita dapat
melihat reaksi otak yang kita inginkan. Dari sana kita
perhitungkan titik mana yang harus mendapat stimulasi
berulang. Ini adalah metode stimulasi yang digunakan
untuk menemukan titik tersebut.“

Selama prosedur ini, pasien dalam keadaan sadar dan
terbaring pada kursi. Mereka hanya merasakan gerakan
otot yang sangat minimal, tanpa ada rasa sakit.
Beberapa pasien mengatakan, stimulasi pada jaringan
syaraf otak langsung terasa efeknya. Walaupun begitu,
Professor Thomas Schläper tidak dapat memastikan,
apakah hasil tersebut merupakan sugesti atau tidak,
Schläper: "Kita tidak tahu terlalu banyak mengenai
jaringan otak yang terpengaruh saat depresi. Masih
merupakan misteri bagi kami, mengapa jaringan otak
tertentu tidak berfungsi secara normal. Yang kami tahu
adalah, sistem limbic adalah sistem mediasi perasaan
atau mood dalam otak. Sedangkan bagian lain yang
penting adalah bagian depan otak kiri. Bila kita dapat
mempengaruhi jaringan tersebut, ketika jaringan ini
tidak berfungsi secara normal, kita dapat melakukan
terapi untuk menghilangkan efek negatif depresi
berat.”

Prosedur TMS memberi stimulasi magnetik langsung pada
korteks prefrontal otak kiri atau bagian depan kiri
otak. Dikatakan, wilayah otak ini terkait dengan emosi
postif dan pengendalian diri. Artinya, stimulasi
bagian ini akan mengurangi depresi. Selain prosedur
TMS, metode yang digunakan untuk menstimulasi otak
adalah terapi elektro (ECT). Terapi ini melewatkan
arus listrik ke otak dan disebut-sebut aman, tidak
sakit dan efektif. Metode terapi ini masih sering
digunakan pada kasus depresi berat. Tetapi, terapi
elektro (ECT) mempunyai efek sampingan negatif, yang
tidak muncul pada terapi TSM. Psikolog Michael Wagner
menjelaskan:"Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa
terapi elektro ECT dapat menyebabkan hilangnya ingatan
sementara. Dalam prosedur TMS, kami tidak menemukan
dampak sampingan seperti itu, bahkan ada peningkatan
ingatan.“

Prosedur stimulasi magnetik masih tergolong baru dan
belum tersebar luas. Saat ini para peneliti
Universitas Bonn serta 20 kelompok riset lainnya di
dunia berupaya meningkatkan efektivitas mesin TSM.
Jika mereka berhasil, perawatan pasien depresi akan
mengalami kemajuan pesat. Lalu, bagaimana dengan
pengobatan alternatif untuk mengatasi depresi?
Meditasi dan relaksasi dikatakan dapat mengurangi
ketegangan dan depresi, karena merangsang otak untuk
beristirahat. Selain itu, olah raga dan yoga juga
efektif dalam menanggulangi fase depresi. Berbagai
alternatif ini terbukti ampuh dan hemat biaya.
Apalagi, mencegah suatu penyakit memang lebih baik
daripada mengobati. Selamat mencoba.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hsemdpq/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123761088/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Take
 a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who 
cares about public education</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke