Dari milis mediacare: ========================= Saya juga melihat editorial MEDIA INDONESIA (MI) sekarang sudah sangat berubah dan tidak memberikan pembelajaran positif bagi pembaca/rakyat/pemimpin bangsa Indonesia. Dan kadang-kadang lebih berpihak pada negara asing/kapitalis.
Sebagai contoh, pada editorial (MI) hari ini yang berjudul Pertarungan Minyak Pertamina - Pemerintah sangat jelas keberpihakan MI kepada kotraktor negara kapitalis A.S dan sangat nampak menakut-nakutkan pemerintah kalau melakukan tindakan lain. Berikut kutipan editorial MI : Sungguh sebuah ironi besar ketika sebuah kesepakatan pemerintah dengan Exxon bisa dibatalkan oleh Pertamina yang notabene adalah BUMN milik pemerintah. Bagi Exxon dan juga bagi investor dunia, kasus ini kalau tidak segera diatasi akan meruntuhkan citra Indonesia. Kita akan dianggap sebagi negara yang tidak tahu dan tidak menghargai kesepakatan. Kesepakatan pemerintah bisa di anulir oleh direksi sebuah BUMN. Dimanakah koordinasi ?. Dimana dan siapakah yang memegang kendali dan komando ?. Apa arti sebuah MoU ?. Tidak cuma itu. Kalu MoU ini dibatalkan hanya karena Pertamina tidak berkenan, potensi yang US $3,6 milliar setahun belum juga terealisasi karena sesama organ pemerintah berkelahi memperebutkan porsi. Kita ibarat itik yang mati kehausan di atas danau yang berlimpah. Exxon yang merasa dibohongi kemungkinan akan mengadukan kasusnya ke Mahkamah Internasional. dan yang tidak kalah penting, pembatalan itu akan menyebabkan investor menjauhi negeri kita. Maka diplomasi buka praktik yang dilakukan SBY dengan para investor terkemuka di dunia dalam berbagai kunjungan ke luar negeri akan berantakan. Saya coba menanggapi editorial MI tsb diatas (warna merah) : - 1a) Tidak ada perubahan kesepakatan, porsi pembagian tetap 45:45:10 (Exxon:Pertamina:Pemerintah Daerah RI). Yang diharapkan Dirut Pertamina adalah bagian Pemda RI yang 10 % tsb. Apa salahnya, orang satu rumah-ibarat orang tua dan anak-satu kepemilikan (bangsa Indonesia) kenapa dimasalahkan kalau bergabung menjadi 55 % yang kemudian nantinya diberikan kembali ke Pemda ?!. - 1b) Media Indonesia nampak sekali tidak profesional dan asal cuap. Pertamina-kan sudah PT, dan seharusnya sudah mandiri tidak ada lagi interfensi dari pihak manapun kecuali yang menyangkut hajat hidup rakyat Indonesia. Jadi seharusnya editorial MI lebih mendukung dan mengarahkan opini bahwa dengan bagian Pertamina yang 55 % (realisasi tetap Pertamina 45%, Pemda 10%) dan Exxon 45 %, bargaining Pertamina akan lebih kuat dan dapat mengontrol setiap kegiatan dan kebijaksanaan dalam operasional Migas di blok tersebut (walaupun operatornya tetap dipegang oleh Exxon). Dan kemudian mengingatkan pemerintah, untuk tidak terlalu banyak campur tanggan dengan hal lain. Kalau permasalahannya bisnis lakukanlah dengan BtoB. Jangan sampai GtoB bisa berbahaya !!!!! kalau diarbitrase ! - 2) Bung MI, migas adalah produk yang non renewable (tidak dapat diperbaharui) dan harganya akan selalu bertambah/melambung (menurut prediksi 2-3 tahun kedepan harga minyak bisa di atas US $100/barrel). Jadi kalau kita belum dapat mencicipi US $ 3,6 milliar setahun jangan ditakutkan, anggap untuk tabungan anak cucu kita 3-5 tahun kedepan dengan hasil bisa mencapai 5 - 8 kali lipat dari yang sekarang. - 3) Tidak ada yang dibohongi, yang kita masalahkan adalah urusan rumah tangga sendiri. Jadi jangan terlalu dibesar-besarkan kalau begini..., kalau begitu..... investor akan menjauhi kita. Negara kita hancur karena terlalu dihantui dengan omongan besar MI tersebut. Lihat Malaysia yang berani menyuarakan hati nuraninya, tetap diminati dan didatangi para investor. Hati-hati bung MI kalau membuat berita atau ulasan dimedia masa. Perhatikan kepentingan bangsa Indonesia jangan kepentingan kapitalis, atau MI merupakan bagian darinya ? [EMAIL PROTECTED]> wrote: Bung Muhammad Naimi, Tentu saja adalah hak masing-masing media untuk bermain politik. Tapi dengan begitu, media bersangkutan mengkhianati kemerdekaan pers yang diperjuangkan bersama. Kita semua bersama-sama berupaya menegakkan kemerdekaan pers karena kita percaya pers merupakan matahati rakyat. Surya Paloh harusnya paling tahu itu. Ketika Prioritas dulu dibredel, dia kemana-mana meminta dukungan untuk memperjuangkan hak masyarakat memperoleh informasi yang benar. Kini, dia justru nampak sebagai bos koran yang dengan sangat mudah menggunakan media untuk kepentingan kelompoknya. Media Indonesia tidak bisa dihukum secara formal karena sikapnya soal Pilkada Depok. Tapi, mereka yang bekerja di sana sebaiknya memang tidak lagi percaya bahwa mereka adalah jurnalis profesional... ----- Original Message ----- From: muhammad naimi To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, August 09, 2005 2:30 PM Subject: Re: [mediacare] Editorial Media Indonesia TOLOL Mo Nambahin Dikit Dukung mendukung sebuah media pada golongan tertentu sudah jadi rahasia umum. Toh media-media besar biasa bermain di lingkaran politis demi kepentingan pribadi pemiliknya atau bisnis. Masyarakat pun sudah bisa menilai mana media yang mendukung golongan A, mana koran yang pro golongan B. Semuanya berpulang pada seleksi alam, koran mana yang paling banyak pembacanya (pembeli) itulah yang bisa bertahan. Kalau tidak suka dengan suatu media, masyarakat tak usah saja membacanya. Toh lama-lama kalau gak ada yang baca koran itu sendiri yang merugi danny kristianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mo ikut nimbrung ya. Media Indonesia dimiliki oleh Pak Surya Paloh yang notabene pendukung Golkar. Terlebih sudah ada "anjuran" dari pak Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI yg nota bene adalah Ketua Umum Golkar, bahwa "Hormatilah" hukum. Jadi bagaimana bisa Pak Surya Paloh dengan Media Indonesia-nya bersuara sanagt beda? Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hvnc1mp/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123780864/A=2896129/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail">DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today</a>!</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

