Ingat!Persidangan belum selesai. Jadi belum ada keputusan final.Kecuali setelah ada keputusan Hakim. Setiap hukuman bukan ditujukan pada pribadinya tapi lebih pada prilakunya dan kesalahannya dan sebagai amar bagi calon pelaku yang lain. Bersalaman dalam Islam tidak harus bersentuhan kan?Saya juga faham. Bisa dengan salam seperti orang Bangkok itu lho!Jadi jangan marah gitu dong Cing!
Salam, ----- Original Message ----- From: "Hery Hadityo Sugiarto" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, August 11, 2005 2:20 PM Subject: RE: [ppiindia] Re: Suciwati Tolak Disalami Polly > tul saya setuju dengan mas kucing !!! > > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Behalf Of kucing_liar1 > Sent: 11 Agustus 2005 14:17 > To: [email protected] > Subject: [ppiindia] Re: Suciwati Tolak Disalami Polly > > > > Kalau dalam hukum Islam, suciwati sbg keluarga berhak memutuskan > hukum gantung ke Polly. Dia tidak mau disentuh juga hak dia sebagai > wanita dan tidak mau dilecehkan. > Anda malah menyalahkan Suciwati? Gimana sih? PAKE OTAK dong mas??? > > 'salam > > > --- In [email protected], "Samsul Bachri" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Beritahukan ke Suciwati bahwa tindakannya tlah melanggar HAM, > meskipun tidak > > berat. > > > > ----- Original Message ----- > > From: "heri latief" <[EMAIL PROTECTED]> > > To: "SP" <[EMAIL PROTECTED]> > > Sent: Wednesday, August 10, 2005 9:16 PM > > Subject: [ppiindia] Suciwati Tolak Disalami Polly > > > > > > Rabu, 10 Agt 2005, > > http://jawapos.com/index.php?act=detail&id=5406 > > > > Suciwati Tolak Disalami Polly > > > > > > JAKARTA - Pembunuh.pembunuh.pembunuh! Teriakan seperti itu terus > menggema di > > lantai dua ruang sidang PN Jakarta Pusat kemarin. Teriakan itu > semakin kuat > > saat Pollycarpus Budihari Priyanto, terdakwa pembunuh Munir, masuk > ke ruang > > sidang. > > > > Pollycarpus tidak terpancing oleh cacian pengunjung sidang. Mereka > adalah > > aktivis HAM yang mengenakan kaus hitam dan topeng bergambar wajah > Munir. > > Pilot senior Garuda itu tetap tenang berjalan menuju kursi > pesakitan. Dia > > dikawal ketat polisi. > > > > Di deretan bangku depan pengunjung sidang, Pollycarpus melihat > istri Munir, > > Suciwati. Dia berhenti sejenak hendak menyalami janda pendiri > Kontras itu. > > Dia mengulurkan tangan kanannya. Namun, Suciwa menepisnya. Tubuh > Pollycarpus > > yang terdorong kerumunan polisi hampir mengenai Suciwati. > > > > Suara riuh pengunjung sidang berhenti ketika majelis hakim > memasuki ruangan. > > Inilah suasana sidang pertama perkara pembunuhan pejuang HAM > Munir. Jaksa > > Domu P. Sihite mendakwa Pollycarpus dengan pasal 340 KUHP tentang > Pembunuhan > > Berencana dan pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Dokumen. > > > > "Terdakwa Polly (Pollycarpus), baik secara sendiri-sendiri maupun > > bersama-sama dengan Yeti Susmiarti dan Oedi Irianto, telah > melakukan, > > menyuruh melakukan, atau turut melakukan perbuatan yang sengaja dan > > direncanakan untuk menghilangkan jiwa orang lain, yaitu jiwa > Munir," kata > > jaksa. Yeti dan Oedi adalah pramugari dan awak kabin Garuda. > > > > Dalam dakwaannya, jaksa menyatakan bahwa Pollycarpus telah > berkecimpung > > dalam kegiatan pembelaan dan penegakan Negara Kesatuan RI (NKRI) > sejak 1999. > > "Polly melihat Munir, sebagai ketua Dewan Pengurus Kontras dan > direktur ekse > > kutif Imparsial, sering melontarkan kritik dan komentar yang > bernada negatif > > terhadap NKRI. Karena itu, terdakwa beranggapan bahwa kegiatan > Munir sudah > > menganggu jalannya program pemerintah," ungkap jaksa. > > > > Berlatar belakang itu, menurut jaksa, terdakwa Pollycarpus > merencanakan > > secara matang untuk menghilangkan jiwa korban. Dia terus memonitor > kegiatan > > Munir hingga mengetahui rencana keberangkatan Munir ke Belanda > untuk studi. > > > > "Tanggal 4 September 2004, terdakwa menelepon ponsel Munir dan > diterima > > istrinya, Suciwati," sambung jaksa. Polly ingin mengetahui secara > pasti > > tanggal keberangkatan Munir ke Belanda. Suciwati menjawab bahwa > suaminya > > berangkat 6 September 2004. > > > > Polly lalu mengubah jadwal keberangkatannya, dari yang seharusnya > ke Peking, > > China, menjadi ke Belanda. Dengan pesawat Garuda Indonesia Airways > bernomor > > GA-974, dia berangkat ke Belanda bersama Munir. Dia menawarkan > tempat > > duduknya di kelas bisnis no 3 K kepada Munir. > > > > "Tujuannya untuk mempermudah terdakwa melakukan rencana > penghilangan nyawa > > Munir," ungkap jaksa. Mengapa harus di kelas bisnis? Sebab, hanya > ada 18 > > tempat duduk di situ. > > > > Lalu, awak kabin Oedi Irianto menyiapkan minuman > > welcome drink di kelas bisnis. Sementara itu, Pollycarpus beranjak > menuju > > pantry di dekat bar premium. "Dia memasukkan sesuatu ke minuman > orange > > juice," ungkap jaksa. > > > > Laboratorium Kementerian Kehakiman Lembaga Forensik Belanda > memastikan bahwa > > sesuatu itu racun arsen dalam jumlah mematikan. Dipilihnya orange > juice > > karena Pollycarpus mengetahui Munir tidak minum alkohol. > > > > Pramugari Yeti Susmiarti kemudian memberikan dua gelas wine dan > dua gelas > > orange juice kepada Lie Khie Ngian, penumpang yang duduk di > sebelah Munir. > > Lie Khie Ngian mengambil wine di samping orange juice berisi arsen. > > Sedangkan Munir meminum orange juice berisi arsen hingga habis. > > > > Mengetahui Munir telah minum orange juice, Polly pergi ke ruang > pilot. Dia > > berbicara dengan pilot Pantun Matondang. "Setelah 120 menit > mengudara, > > sekitar pukul 23.32, pesawat mendarat di Bandara Changi Singapura. > Selama > > satu jam, Munir menunggu untuk transit pesawat," jelas jaksa. > > > > Pukul 00.45 pada 7 September 2004, pesawat Munir lepas landas. > Selang 15 > > menit, Munir mulai mules. Lalu dia muntah-muntah. Tiga jam > kemudian, pilot > > Pantun Matondang mendapat kabar kalau Munir sakit dan ditangani > dokter > > Tarmizi. > > > > Munir dibawa ke kelas bisnis. Dia dibaringkan lalu diberi obat dua > butir New > > Diatab, satu butir Zantac, dan satu Promag. Setelah itu diberikan > suntikan > > Primperam dan Diazepam hingga Munir tenang. Dua jam kemudian pilot > mendapat > > kabar Munir tewas. > > > > Dari dokter Tarmizi, pilot mendapat kabar kalau Munir tewas karena > sakit > > perut dan muntaber. "Dari hasil visum yang dibuat Lembaga Forensik > Belanda > > 13 Oktober 2004, yang ditandatangani dr Robbert Visser, > berdasarkan otopsi > > mayat, disimpulkan ada konsentrasi arsen yang meningkat pada > darah, urin, > > dan lambung," papar jaksa. > > > > Dakwaan Dinilai Kabur > > > > Usai sidang, pengacara Pollycarpus, M. Assegaf, mengatakan, > dakwaan jaksa > > kabur dan spekulatif. Dakwaan kabur karena jaksa menganggap > kliennya > > mempunyai motivasi dan kepentingan untuk melenyapkan nyawa Munir. > Sedangkan > > dakwaan dinilai spekulatif karena jaksa meyakini Munir akan > mengambil gelas > > berisi orange juice berisi arsen. Bukan wine yang turut disajikan > > bersama-sama. > > > > "Padahal, bicara hukum harus secara konkret. Bukannya > > menyatakan hal-hal spekulatif seperti itu," katanya. > > > > Assegaf menambahkan, dalam dakwaan ada satu hal yang tidak > dimengerti Polly. > > Yaitu, pernyataan tentang Polly mempunyai kegiatan menjaga > keutuhan Negara > > Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Assegaf menganggap jaksa > mengada-ada > > sehingga seolah Polly risau dengan kegiatan Munir yang dianggap > mengganggu > > kepentingan Polly untuk menjaga keutuhan NKRI. > > > > Assegaf menilai proses hukum seharusnya tidak hanya sampai pada > Polly dan > > dua tersangka lain, Oedi Irianto dan Yeti Susmiarti. Sebab, ada > pihak lain > > sebagai otak pengatur pembunuhan Munir. "Seakan-akan ketiga orang > itu > > terdakwa tunggalnya. Ini tidak masuk akal," ujarnya. > > > > Istri Polly, Herawati, mengatakan siap menghadapi apa pun hukuman > yang bakal > > dijatuhkan kepada suaminya. "Saya siap menghadapi semuanya jika > suami saya > > terbukti bersalah," tutur Herawati saat menghadiri persidangan. > > > > Wanita cantik ini berharap persidangan bisa mengungkap kebenaran > di balik > > kasus terbunuhnya aktivis HAM Munir. Dia mengatakan, Munir adalah > sosok yang > > sangat baik. "Kita sama-sama mencari kebenaran," ujarnya setelah > terdiam > > beberapa saat. > > > > Kalau begitu, mengapa Polly tidak menceritakan yang sebenarnya? > Herawati > > tidak menjawabnya. Dia hanya mengatakan, "Terima kasih atas > pertanyaan > > seperti itu." > > > > Sedang istri Munir, Suciwati, menginginkan Polly tidak hanya > dijatuhi > > hukuman maksimal, tapi juga harus mau mengungkapkan siapa > sebenarnya dalang > > pembunuhan itu. "Itu hukuman setimpal untuk yang membunuh suami > saya," kata > > Suciwati seusai persidangan kemarin. > > > > Suciwati datang ke pengadilan juga mengenakan kaus hitam bergambar > wajah > > Munir. Dia berharap nurani Polly terbuka sehingga bisa mengungkap > siapa > > dalang utama kasus kematian suaminya. "Saya yakin dia masih punya > nurani > > daripada hanya dijadikan dalang. Padahal, dia masih punya anak > yang juga > > membutuhkan kasih sayangnya. Saya harap dia mau bicara di > pengadilan siapa > > yang menyuruh dia," ujarnya. > > > > Meski pasal KUHP yang dijeratkan kepada Polly mempunyai ancaman > hukuman > > mati, Suciwati menolak hukuman itu. "Sejak dulu saya menolak > pemberlakuan > > hukuman mati," tandasnya. (eko/agm) > > > > > > --------------------------------- > > Yahoo! Mail for Mobile > > Take Yahoo! Mail with you! Check email on your mobile phone. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > ********************************************************************* > ****** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > Indonesia yg > > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi- > india.org > > > ********************************************************************* > ****** > > > _____________________________________________________________________ > _____ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan > dikomentari. > > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hr65gpn/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123789101/A=2896110/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com ">Help save the life of a child. Support St. Jude Children¿s Research Hospital</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

