http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/8/12/b1.htm
Dari Warung Global Interaktif Bali Post Naikkan lagi harga BBM Pemerintah Bermain Api PEMERINTAH melalui Wakil Presiden Yusuf Kalla mengisyaratkan akan menaikkan harga BBM akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun 2006. Alasannya keuangan negara akan mengalami kesulitan sangat besar seiring melonjaknya harga minyak dunia yang telah mencapai 64 dolar AS per barel. Kebijakan pemerintah ini ibarat bermain api. Rakyat pun perlu mengucap selamat datang penderitaan baru. Mungkin inilah yang dimaksud dengan perubahan oleh pemerintahan sekarang. Perubahan menuju meningkatkan kemiskinan. Lihat saja nanti semua akan menyusul antre naik, seperti tarif PLN, Telkom, PDAM dan lain-lain. Demikian opini yang terungkap dalam acara Warung Global di Radio Global FM 96,5 kamis (11/8) kemarin yang direlai Radio Singaraja FM dan Radio Genta Swara Sakti. Berikut rangkuman selengkapnya. ----------------------------------------- Dogler di Gianyar mengatakan pemerintah sekarang tampaknaya sedang bermain api. Karena baru saja menaikkan harga BBM, akan menaikkan lagi 4 bulan lagi. Kalau biaya produksi supaya imbang sekalian saja naikkan harga BBM menjadi Rp 5.000 rupiah per liter. Sekalain kalau rakyat sakit, sakit satu kali daripada setahun berkali-kali naik harga BBM-nya. Ini namanya menambah beban rakyat. Efeknya jelas akan ada pengaruhya terhadap keamanan. Pemerintah sekarang sepertinya sudah bisa didikte oleh Pertamina padahal Pertamina di bawah pemerintah. Pemerintah sekarang ini kelihatannya mau enaknya saja. Sementara Kadek Mako di Kedewatan mengatakan, minyak di bumi Indonesia ini sudah semakin menipis. Kalau kita disuruh mengencangkan ikat pinggang kenapa justru yang lainnya tidak? Seperti tunjangan anggota DPR naik sampai Rp 20 juta, menteri, gubernur, bupati juga dinaikkan gajinya. Untuk rakyat biasa tentunya tetap saja menderita. "Selamat datang penderitaan baru". Ireng di Bajera mempertanyakan, kenapa kebijakan pemerintah anyang-anyangan? Kenapa tidak sekalian Rp 10 ribu saja dinaikkan? Sebagai masyarakat kecil ia mengucapkan terima kasih. Kenaikan yang diterima PNS tentu tidak akan ada artinya karena harga BBM sudah akan dinaikkan lagi. Rakyat biasa akan lebih tidak ada artinya dan rakyat memang selalu menjadi sapi perahan. Selain itu Aritonang di Denpasar mengatakan, rakyat tentunya memerlukan penjelasan. Karena seperti diketahui Indonesia itu mengekspor minyak, harga dunia naik, harga minyak negara tetangga naik. Tetapi kenapa harga minyak di Indonesia dinaikkan padahal itu minyak sendiri? Ternyata minyak yang dijual Indonesia itu minyak yang tidak siap pakai. Minyak itu dijual dengan harga murah, di sana diolah dan dibeli dengan harga yang mahal. Bukan hanya minyak yang diperlakukan seperti itu, hasil bumi lain di Indonesia pun diperlakukan sama. Memang negeri kita kaya tapi hasil bumi itu akan bermanfaat apabila diolah sendiri. Tapi apabila diolah semua di luar negeri, itu sama dengan menjual murah, membeli mahal. Solusinya, SDM yang mengolah minyak ditingkatkan sehingga kita tidak tergantung dengan pengolahan minyak diluar negeri. Efek yang timbul bila harga BBM dinaikkan maka semua komponen yang menggunakan energi tentu akan dinaikkan. Harga sayur akan naik walau sayur tidak terkait langsung dengan BBM tapi akan berpengaruh karena sayur menggunakan transportasi. Jerri di Kuta mengatakan, Pertamina harus fair dengan peristiwa langkanya minyak dan ujung-ujungnya akan dinaikkan lagi. Karena baru akan naik harga BBM, barang-barang sudah mulai start untuk naik. menurut dia, Pertamina yang gaji direkturnya tinggi-tinggi itu harus fair dan terus terang harga pokok minyak kita ini berapa, biaya yang dijual ke masyarakat berapa. Apakah produksi sendiri atau impor. Dia pun mengucap salut kepada pemerintah sekarang yang melakukan perubahan dan meningkatkan kemiskinan sebagai bentuk perubahannya. Sukadana Kendal di Merpati Denpasar mengatakan sebagai seorang penjahit dirinya akan diam saja. Bagaimana mau bicara, apalah artinya rakyat kecil. Kalau mau naik silakan saja jangan anyang-anyangan. Kalau seperti ini masyarakat tidak akan tenang untuk bekerja. Coba lihat saja nanti semua akan antre untuk menyusul naik seperti PLN, Telkom, PDAM. Sementara itu Sudira di Batuan sebagai sales yang sering berada di jalan menilai, tentu ini akan membuat rusak kinerja sales. Dalam menyikapi kenaikan harga BBM ini dia berharap pemerintah melihat efek yang terjadi ketika ada gerakan mahasiswa tahun 1998. Bisnis dan perekonomian di Bali ini selalu berhubungan dengan BBM. Gus Aji di Dalung berkata, banyak potensi lain yang bisa dikembangkan di luar BBM kenapa tidak dilakukan, seperti pengembangan wilayah timur Indonesia. Di wilayah timur ada potensi batubara. Anton di Klungkung menambahkan, sebenarnya Indonesia ini punya banyak tenaga ahli dan minyak hanya dimonopoli oleh Pertamina. Kenapa tidak ditawarkan ke masyarakat, siapa yang mampu mengelola minyak yang murah? Dari sini kita akan bisa mengetahui sebenaranya Pertamina itu bohong atau tidak. Kalau dibiarkan kondisinya seperti ini masyarakat tidak tahu pertamina bohong atau tidak. Sedangkan Kontra di Denpasar bertanya, dalam kenaikan harga BBM nanti apakah bisa meminta pada DPR untuk mengkaji lebih dalam? Maria di Sidakarya pun bertanya, kenapa pemerintah selalu membandingkan dengan harga minyak dunia? Apakah pemererintah tidak pernah mempertimbangkan daya beli dan income per kapita. Income perkapita Indonesia jauh dengan standar dunia. Jadi kalau Indonesia dibandingkan umpama dengan Singapura jelas tidak bisa karena Singapura income perkapita dan daya beli mereka tinggi. Pemerintah diharapkannya lebih bijaksana kalau menaikkan harga BBM naikkan dulu pendapatan rakyatnya. Biar ada keseimbangan antara daya beli dan barang yang ada. Menurut Arya di Denpasar, kenaikan itu memang dari sekarang harus dikumandangkan supaya jadi naik. Jika tidak menaikkan BBM maka pemerintah akan banyak beban untuk mensubsidi. Ketika dinaikan paling efeknya satu dua bulan saja untuk rakyat. Beban pemerintah tentu untuk jangka panjang. Prianus di Denpasar mengharap, pemerintah melalui juru bicaranya menjelaskan kenapa BBM mesti naik. Harus ada penjelasan yang rasional dan sebabnya harus dikaji. Harus ditemukan solusi bersama dan harus disadari BBM itu memang tidak abadi, pasti akan berkurang dan lenyap. Pikirkan juga solusinya bila BBM habis apa yang harus dilakukan. Diperlukan dana untuk survai menggali sumber energi lain . Sementara itu Yudi di Denpasar mengatakan sebaiknya masyarakat tidak emosional menanggapi berita ini. Kalau dilakukan suatu pengkajian dirinya setuju, BBM itu memang harus dikurangi subsidinya yang berakibat pada kenaikan harga BBM. Secara rasional kenaikan itu tidak mungkin sekaligus. Ini harus juga diimbangi dengan pengembangan sektor-sektor yang lain. Seperti pendidikan dan sektor pertanian, sektor kesehatan yang sifatnya lebih menyentuh pada kehidupan masyarakat yang kategori tidak mampu. Implementasi kebijakan harus dilakukan dengan komitmen aparat pemerintah sampai ke bawah. Harga pasar tentu tidak bisa direm dan akan direspons oleh masyarakat. Semakin tinggi harga barang tentu masayarakat merespons untuk tidak membeli. Tetapi Made Asa di Werdibhuana Mengwi mengatakan kalau pasar jangan main-main dengan harga karena akan direspons pembeli untuk tidak membeli, itu kurang tepat. Apakah kita pembeli bisa mengerem harga beras yang termasuk kebutuhan pokok? Penjual beras tentu akan bertahan dengan harga yang dinaikkan itu walaupun pembeli tidak membeli. Tidak ada pedagang beras yang takut dengan pembeli yang tidak mau membeli. Pedagang beras tentu akan berpikir silakan tidak membeli berasnya memangnya pembeli akan tahan menahan lapar? Kalau pembeli bergaya dengan pedagang sayur tentu bisa tapi jangan harap bisa dengan pedagang yang menjual kebutuhan pokok. Kenapa BBM naik tapi malah ada kejadian BBM langka orang membeli sampai antre? Vijay di Pecatu menganggap, inilah risiko kalau kita ingin maju dan mau jadi negara besar. Karena ada pendapat kalau mau sukses harus meniru. Masalah harga yang naik itu lebih banyak karena faktor psikologis. Seringkali kebnaikan BBM selalu dikaitkan dengan presiennya yang dianggap tidak becus dan akhirnya ada demo. Menurutnya siapa pun presidennya dengan situasi seperti ini akan melakukan hal yang sam . Tapi ia berharap kenaikan ini jangan dikaitkan dengan politik . *bram [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h1fk0g1/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123801545/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail">Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who cares about public education</a>!</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

