1) mBak LIna: Memang, untuk hidup di dunia materi ini, perlu sekali kerja/berbuat hal positif. DH:Setuju mBak, bahkan berbuat baikpun kriteria untuk masuk sorga, jadi bukan soal dunia saja. Masak iya mbak, orang yang gak berbuat baik, masuk sorga? walau ibadah bukan main? ------------------ 2) mBak Lina: Bagi yang mau memperkaya khasanah beragama-nya dengan mempelajari hal-hal dosa, haram/halal, biarkan saja pula. DH: Lho kan gak ada yang larang mBak, asal juga diikuti perilaku baik, yang ada gunanya bagi sesama. kalau gak kan manusia yang gak berbuat baik, gak ada gunanya bagi masyarakat. Setuju kan mbak? ------------------ 3) mBak Lina: Karena kalau dia ingin mengerjakan suatu yang positif (misalnya memberi makan anak istri) tapi dengan cara haram (korupsi), gimana? Tentu mereka harus tau apa itu haram. Apa resikonya di kampung akherat. Agar suatu positif itu mempunyai nilai positif juga di akhirat kelak. Tidak sia-sia...bahkan tidak menjerumuskan. DH: mBak, semua manusia berakal sehat, tahu, mencari nafkah OK, tetapi dengan cara yang baik. Masak susah sih tahu yang begini, dan buka ayat ayat dahulu? Semua agama kan ajarkan yang sama, atau buka Kitab Hukum Pidana, kan juga langsung lihat..salah salah masuk Nusakambangan ----------------------- 4) Soal korupsi, mungkin tak ada negara yang bebas korupsi. Tapi di Indonesia ini emang dah akut banget. Makanya perlu hukuman mati.
5) Bebas? jangan pikiran bebas dulu mBak, batasi aja deh..kami urus surat surat disini paling hanya beberapa menit (surat kependudukan misalnya). Gratis lagi..Puluhan tahun saya di Eropa, belum pernah SATU kalipun bayar bea tak resmi. Sungguh mBak, mBak gimana pengalamannya dinegara yang berakidah? --------- 6)Soal gay dan lesbian, seharusnya kan mereka disembuhkan ya?. Itu namanya kasih (menurut saya sih). Ini namanya ingin mengembalikan manusia kepada kemanusiaannya. Bukannya diterima dimasyarakat, dibela haknya utk menikah, dll Ini kasih yang kebablasan. DH: Setuju. -------------------- 7) Kalau orang beragama masih demen menularkan kebencian, menciptakan kekerasan. Itu namanya belum sempurna beragamanya. Munafik? ya, banyak manusia dapat digolongkan sebagai munafik. Kadang dalam diri kitapun ada sifat munafik tsb. Bagaimanapula orang tak beragama tapi juga mengembus-embuskan kebencian or kekerasan? Apa kita gak beragama saja supaya gak disalahin kalo ada kebencian dan kekerasan? DH: Lhooo mBak, kan kebencian adalah anugerah, dan anugerah adalah kata yang konnotasinya baik, apalagi kalau dari Tuhan ya kan? Jadi menyebarkan anugerah, kan menurut mBak, baik baik saja, juga kata bung Free Share itu.. Salam Danardono Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: Memang, untuk hidup di dunia materi ini, perlu sekali kerja/berbuat hal positif. Bagi yang mau memperkaya khasanah beragama-nya dengan mempelajari hal-hal dosa, haram/halal, biarkan saja pula. Karena kalau dia ingin mengerjakan suatu yang positif (misalnya memberi makan anak istri) tapi dengan cara haram (korupsi), gimana? Tentu mereka harus tau apa itu haram. Apa resikonya di kampung akherat. Agar suatu positif itu mempunyai nilai positif juga di akhirat kelak. Tidak sia-sia...bahkan tidak menjerumuskan. Soal korupsi, mungkin tak ada negara yang bebas korupsi. Tapi di Indonesia ini emang dah akut banget. Makanya perlu hukuman mati. Soal gay dan lesbian, seharusnya kan mereka disembuhkan ya?. Itu namanya kasih (menurut saya sih). Ini namanya ingin mengembalikan manusia kepada kemanusiaannya. Bukannya diterima dimasyarakat, dibela haknya utk menikah, dll Ini kasih yang kebablasan. Kalau orang beragama masih demen menularkan kebencian, menciptakan kekerasan. Itu namanya belum sempurna beragamanya. Munafik? ya, banyak manusia dapat digolongkan sebagai munafik. Kadang dalam diri kitapun ada sifat munafik tsb. Bagaimanapula orang tak beragama tapi juga mengembus-embuskan kebencian or kekerasan? Apa kita gak beragama saja supaya gak disalahin kalo ada kebencian dan kekerasan? wassalam, --- In [email protected], Free Thinker <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Banyak sih ukurannya, > Bebas korupsi, memiliki umat yang nggak pemarah (nggak > suka ngobrak-ngabrik rumah ibadah orang lain, atau > teriak2 atas nama agama dengan penuh kemarahan), > menerima gay dan lesbian sebagai bagian dari ciptaan > Tuhan (bukannya memperlakukan mereka seperti binatang > yang ga berharga), tahu caranya ngantre dengan benar, > nggak buang sampah sembarangan, malu kalau bodoh, > menghargai keyakinan orang lain, ga merasa paling > benar sendiri. The list could go on and on deh... > > Gereja ditinggalkan? Nggak apa-apa deh, asal jangan > rumah ibadah penuh tapi korupsi dan kekerasan > merajalela kayak di Indonesia. Kaum beragama yang > munafik itu kegagalan agama yang paling dahsyat. > Soalnya orang-orang yang munafik yang giat beragama > itu biasanya paling gampang menularkan kebencian dan > menciptakan kekerasan. > > Nggak percaya? Udah kelewat banyak contohnya. Kaum > konservatif di AS, kaum pembela umat di Indonesia. > Sama dan sebangun. > > Jadi, buat yang giat beragama, daripada ribut mikirin > dosa atau nggak, haram atau nggak, halal atau nggak, > mending banyak2 berbuat. Kalau kebanyakan mikir agama > biasanya perbuatannya nol besar. > > > > > > --- Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Apa sih ukuran yang dipakai sehingga suatu negara > > bisa > > dikatakan "berhasil membangun masyarakat manusia > > secara rohani" ? > > Adanya free sex, adanya pernikahan antara guy/lesbi, > > buanyaknya > > orang yang bunuh diri, banyaknya orang mencari > > keyakinan pada aliran- > > aliran baru semacam new age? Gereja ditinggalkan > > umat? > > > > Jadi, apa sih ukuran yang dipakai sehingga suatu > > negara bisa > > dikatakan "berhasil membangun masyarakat manusia"? > > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] SPONSORED LINKS Indonesian languages Indonesian language learn Cultural diversity Indonesian --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "ppiindia" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- *********************************************************************************** It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west; they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled. Sidharta Gautama --------------------------------- Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hvemg15/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124705293/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail">Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who cares about public education</a>!</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

