MEDIA INDONESIA Selasa, 23 Agustus 2005
Kota Manado Gelap Gulita Solar untuk PLN Dikurangi MANADO (Media): Kota Manado pada malam hari selama dua minggu terakhir gelap gulita karena aliran listrik di kota itu padam. Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat terpaksa memadamkan listrik antara pukul 24.00 hingga 02.30 Wita karena pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik di wilayah ini dikurangi PT Pertamina. Dari pantauan Media, Kota Manado yang sebelumnya selalu terang benderang oleh lampu hias dari pusat kota hingga pelosok kelurahan, pada saat terjadi pemadaman listrik bagai kota mati. Jl Piere Tendean yang lebih dikenal dengan Jl Boulevard dan menjadi salah satu objek wisata andalan pemerintah, sejak pemadaman listrik keindahan malamnya sirna. Cahaya lampu listrik hanya terlihat di kompleks pejabat di kawasan Bumi Beringin atau rumah warga yang memiliki generator. Pemadaman ini dikeluhkan masyarakat karena aktivitas mereka terganggu. Selain itu, pemadaman juga mengakibatkan barang-barang elektronik juga rusak. ''Kami pelanggan sangat memaklumi kalau memang kebijakan PLN itu tujuannya untuk penghematan. Tapi mestinya waktu pemadamannya diberitahukan lebih dulu kepada pelanggan. Sebab, pemadaman menyebabkan barang elektronik kami rusak,'' kata Vanda Seopriadi, salah seorang warga Kelurahan Dendengan Dalam, kemarin. Pemadaman juga disesalkan Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara Freddy Sualang. Menurutnya, pemadaman yang terus menerus sangat meresahkan warga. ''Saya prihatin dengan ulah PLN. Kalau ada pemadaman aliran listrik harus diinformasikan kepada pelanggan. Tetapi, PLN tidak melakukannya. Otomatis tindakan itu meresahkan warga,'' kata Sualang. Wagub menyatakan maklum atas berkurangnya produksi energi listrik PLN Wilayah VII yang melayani pelanggan di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Provinsi Sulawesi Tengah. Namun, kebijakan pemadaman selain harus diumumkan juga harus dikoordinasikan dengan pemerintah setempat. Kepala PT (Pesero) PLN Cabang Manado, Heru, saat dikonfirmasi mengakui adanya kebijakan pemadaman listrik setiap malam. Menurutnya, kondisi ini tidak dapat dihindari karena produksi energi listrik sejak akhir Juli lalu berkurang setelah pasokan solar untuk PLN dikurangi oleh PT Pertamina. Heru menyebutkan, sebelumnya PLN mendapat pasokan 250 ton solar per hari untuk 11 pembangkit listrik yang ada di wilayah ini. Namun, sejak akhir Juli pasokan itu oleh PT Pertamina dikurangi menjadi 100 ton per hari. Premium habis Sementara itu, seluruh stasiun pengisian bahan bakar Umum (SPBU) di Batam, kemarin sore, kehabisan persediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Akibatnya, di setiap SPBU terjadi antrean panjang kendaraan yang akan mengisi BBM. SPBU yang kehabisan stok premium antara lain di kawasan Baloi, Sei Ladi, Tiban, dan Batuaji. Bahkan, di SPBU Sei Ladi panjang antrean kendaraan mencapai sekitar lima kilometer dan di SPBU Tiban panjangnya sekitar tiga kilometer. Kondisi tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas di sejumlah tempat. Kepala PT Pertamina Terminal Batam Nono Asmanu kepada Media mengakui kelangkaan BBM itu terjadi akibat kapal MV Mulia yang mengangkut premium dari Singapura datang terlambat. Kapal tersebut seharusnya tiba pada Sabtu (20/8) lalu, namun ternyata baru merapat di Tanjunguban, Kepulauan Riau Kepri, kemarin. ''Keterlambatan kapal premium impor itu memang tidak diduga. Sudah dua hari truk pengangkut kami juga menunggu kedatangannya,'' kata Nono. Namun, Nono tidak menjelaskan penyebab terlambatnya kapal tersebut. Dia hanya mengatakan, dari laporan yang diterimanya tangki penampungan minyak MV Mulia sempat bocor sehingga harus diperbaiki di galangan kapal yang ada di negara tetangga itu. Sejumlah wilayah di Batam juga mengalami kelangkaan minyak tanah, padahal PT Pertamina dan pemerintah kota Batam telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi kelangkaan. Kawasan yang mengalami kelangkaan antara lain Kecamatan Batam Center, Nongsa, Tanjungsengkuang, dan Kecamatan Batuaji. Warga di wilayah tersebut harus antre panjang untuk mendapatkan BBM tersebut. Hamdan, 35, salah seorang warga Taman Batara Raya, Kecamatan Batam Center, mengatakan, selain langka, harga BBM ini juga sangat mahal. Harga eceran minyak tanah di wilayahnya mencapai Rp3.500 per liter, padahal harga eceran tertinggi (HET)-nya hanya Rp950. Hal serupa juga terjadi di kawasan Bida Ayu, Mukakuning. Warga wilayah ini yang sebagian besar pekerja pabrik elektronik, tidak bisa memasak karena kesulitan mendapatkan minyak tanah. Untuk kebutuhan makan sehari-hari, mereka terpaksa membeli nasi bungkus. (VL/HK/ON/HM/N-1) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hpb5j3u/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124758449/A=2896112/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com ">Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children¿s Research Hospital</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

