http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=119105
APBN 2006 Kepercayaan kepada Pemerintah Merosot Selasa, 23 Agustus 2005 JAKARTA (Suara Karya): Asumsi-asumsi yang ditetapkan pemerintah dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2006 membuat kepercayaan terhadap pemerintah dalam mengelola perekonomian negara, semakin merosot. Penilaian itu datang dari Ketua Komite Pemulihan Ekonomi Kadin Indonesia, Sofjan Wanandi, di Jakarta, Senin (22/8). Menurut dia, penetapan asumsi-asumsi dalam RAPBN 2006 itu, menunjukkan pemerintah tidak punya konsep dalam mengelola perekonomian negara. Asumsi-asumsi RAPBN 2006, katanya, seharusnya merupakan angka-angka pasti. Dengan menetapkan angka yang tidak realistis dan mengatakan bahwa seluruh asumsi itu nantinya bisa diubah melalui pembahasan dengan DPR, menunjukkan bahwa pemerintah tidak punya kepemimpinan dalam kebijakan perekonomian negara. "Menkeu (Menteri Keuangan-red) ternyata tidak melibatkan departemen lain dalam menyusun angka pada asumsi. Kelihatannya Menkeu berpikir bahwa toh asumsi bisa dibicarakan dengan DPR dan asumsi bisa berubah. Ini tidak boleh, karena orang melihat pemerintah harus memberikan sesuatu yang sudah pasti dan DPR hanya mengikuti," tuturnya. Menurut Sofjan, semua asumsi dalam RAPBN 2006 yang ditetapkan pemerintah dikondisikan agar bisa diubah oleh DPR. "Seharusnya pemerintah yang harus ambil kendali dan tentukan kepastian, bukan melemparnya ke DPR. Ini namanya pemerintah tidak punya kepemimpinan. Asumsi harus yang realistis, bukan untuk bisa diubah-ubah," ujarnya. Di kesempatan terpisah, anggota Komisi XI DPR-RI, Dradjad Wibowo mengatakan, Presiden sebaiknya mengganti tim ekonominya karena terbukti tak mampu menyusun RAPBN 2006. Mereka malah mengikuti arahan yang salah, yang bersumber dari Bank Dunia. "Kalau hanya mendengar pendapat atau saran, ya tak apa-apa. Tapi kalau sudah mengikuti, apalagi menyusun kebijakan dasar seperti RAPBN, itu sudah sulit ditoleransi," kata Dradjad dengan Suara Karya. Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie membantah, tim ekonomi tidak bekerja maksimal dalam menyusun RAPBN 2006. "Kami telah bekerja maksimal dalam menyusun RAPBN 2006, dan melibatkan sejumlah menteri terkait," katanya. (Andrian/Yuliana/Kentos) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h8ltba4/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124759011/A=2896110/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com ">Help save the life of a child. Support St. Jude Children¿s Research Hospital</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

