Yth. rekan-rekan di PPI India, saya melihat ada pertanyaan yang dilontarkan oleh Sdr. Ambon, tertanggal 7 Agustus 2005. namum ternyata belum ada yang menjawab.
From: "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Sun Aug 7, 2005 6:05 pm Subject: Re: [ppiindia] Dr. Johny Setiawan & jejak-2 manusia indonesia di jerman [EMAIL PROTECTED] Apakah yang namanya Dr Setiawan itu mengaku dirinya orang Indonesia? Yth. Sdr. "Ambon" di tempat, Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah: ya, saya adalah Warga Negara Indonesia, silahkan lihat referensinya ke: http://www.mpia.de/homes/setiawan/profile.html hormat saya, J. Setiawan ----- Original Message ----- From: "imuchtarom" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Sunday, August 07, 2005 6:39 AM Subject: [ppiindia] Dr. Johny Setiawan & jejak-2 manusia indonesia di jerman > > > sampuraseun, > > perkenankan saya kirimkan fotokopi tulisan postingan > dari teman mancing saya yang rumahnya juga di pinggir > kali ... kali bengawan Rhein, tepatnya di kota bisnis > Duesseldorf ... Tanpa beliau sadari, saya termasuk > salah satu fans dari kolumnis pinggir kali bengawan > Rhein ini :) > > *** > > mengenai Dr. Johny Setiawan, salah satu tokoh (astronom > Indonesia) yang prestasinya dalam menemukan planet baru > di luar tata-surya kita, perkenankan saya menambahkan > bbrp. link di bawah ini: > > > 1. Link Max-Plank Institute do Heidelberg (where he works): > > <http://www.mpia.de/homes/setiawan/hd11977_indonesian.html> > > 2. Link artikel National Geograohic edisi Jerman: > > <http://www.nationalgeographic.de/php/magazin/redaktion/2003/06/ > redaktion_geographica.htm> > > 3. Link artikel Kompas sbg. salah satu media massa yang memuat > > <http://kompas.com/kompas-cetak/0507/29/humaniora/1934996.htm> > > 4. Link agak 'teknis' bagi yang ingin agak lebih mengetahui > instrumen yang digunakan oleh tim Dr. Setiawan di dalam > penemuan planet tsb. : > > <http://obswww.unige.ch/.../VLT-PLA-AOS-15759-0003_ Issue0. > 1_reference_setiawan.pdf> > > ===( ihm )=============================================== > > > ------------------------------------------------------ > From: ed > Date: Sun Aug 7, 2005 1:05 am > Subject: Grenengan Akhir Pekan: Berjejak di Jerman.... > ------------------------------------------------------ > > > Assalamu alaykum wr. wb. > > Grenengan Akhir Pekan: Berjejak di Jerman.... > > Duesseldorf, dini hari Sabtu, 06 Agustus 2005. Ingatan > dan lamunan saya mengantarkan saya untuk "menggreneng" > lagi. Kali ini grenengan saya jatuh ke suatu peristiwa > kecil yang juga terjadi di hari Sabtu sekitar tiga > tahun berselang, tepatnya 12 Oktober 2002. > > Kala itu, seorang lelaki warganegara Jerman turun dari > Lufthansa yang mendarat di Cengkareng. Ia segera > menuju hotel dan bermaksud sejenak melepas penat. > Tiba-tiba, deringan telepon bertubi-tubi menyentakkan > istirahatnya. Karib kerabat dan koleganya di Jerman > menanyakan kabar tentang dirinya. Sebagiannya bahkan > mendesak agar lelaki itu segera berkemas dan bergegas > meninggalkan Jakarta, pulang kembali ke kampung > halamannya. > > Apa pasal? "Beberapa jam lalu bom meledak di Konsulat > Filipina, Manado dan di Kuta, Bali," kata lawan > bicaranya di seberang sana. Terhadap permintaan dan > anjuran agar mengurungkan niatnya tinggal beberapa > hari di Indonesia, lelaki itu menjawab ringkas. "Saya > percaya nasib," demikian ia menukas. "Saat ini bom ada > di mana-mana. Relatif, tidak ada lagi tempat yang aman > di dunia," tambahnya. > > Lelaki itu, Karl-Ruedeger Siebert namanya, tetap > "keukeuh" dan ngotot meneruskan tinggal selama > seminggu di Indonesia seperti ia rencanakan semula. Ia > ingin sekali hadir dalam acara peluncuran karya > tulisnya, sebuah buku tentang suka duka manusia Jerman > di Indonesia. Karya tulis itu sendiri aslinya berasal > dari proyek multi media Redaksi Siaran Bahasa > Indonesia Radio Jerman, Deutsche Welle, yang berjudul > "Jejak Orang Jerman di Indonesia". Rudi, demikian > lelaki itu biasa dipanggil, saat itu menjabat sebagai > Pemimpin Redaksi Seksi Siaran Bahasa Indonesia. > > Sejumlah tokoh Jerman yang memainkan peranan penting > dalam hubungan (manusia) Jerman-Indonesia ia tampilkan > dalam proyek multimedia itu. Profil dan riwayat hidup > mereka disajikan dalam paket siaran berbentuk feature > radio. Versi radio dari proyek multimedia itu telah ia > siarkan menjelang ahir tahun 2002. Untuk versi > cetaknya ini, ia membuatnya dalam dwibahasa, > Jerman-Indonesia. > > Edisi bahasa Jermannya ia beri judul "Deutsche Spuren > in Indonesien" dan kemudian diterbitkan oleh Penerbit > Horlemannn, Bad Honnef. Sementara, penerbit Katalis, > Jakarta--yang juga dikenal sebagai pemegang hak cetak > beberapa buku pelajaran Bahasa Jerman di Indonesia, ia > percayai sebagai penerbit edisi Indonesianya yang ia > beri judul "Berjejak Di Indonesia: Kisah Hidup 10 > Tokoh Jerman". Di Indonesia, ia melakukan dua kali > kegiatan peluncuran buku, di Goethe Institut Jakarta > dan di Goethe Institut Bandung. > > Sepuluh tokoh dalam rentang awal abad 17 hingga abad > 21 ia rangkum dan ia perkenalkan melalui buku itu. Ia > menulis profil mulai dari Gubernur Jendral VOC Gustav > Wilhelm van Imhoff sampai ke Romo Franz Magnis-Suseno, > pakar etika politik terkemuka Indonesia saat ini. Ia > menulis juga kisah tentang Sang Penemu Kina, Junghuhn > atau kisah pelestari "Hikayat Melayu Hang Tuah" yang > nyaris punah, Hans Overbeck. Diceritakan juga olehnya > pengusaha sukses Batavia, Emil Helfferich, yang > membangun Taman Makam Tentara Jerman di Arca Domas > Bogor. Tak ketinggalan, ia menulis tentang rohaniwan > yang namanya saat ini diabadikan sebagai nama > perguruan tinggi di Medan, Ludwig Nommensen. > > Di dalam buku itu Rudi juga mengungkapkan peranan > pemusik dan pelukis Walter Spies. Spies adalah orang > yang menyebarkan citra Pulau Bali sebagai Pulau Dewata > ke masyarakat dunia sekitar tahun 1920-an. Masih ada > beberapa nama yang ia tulis, semisal kisah tentang > Werner Joachim Meyer, seorang dokter militer; serta > Max Dauthendey, sastrawan dan pelukis yang popular di > awal abad 20. > > Melalui buku itu, Rudi berusaha mengungkap sejarah dan > keterlibatan manusia Jerman di suatu belahan dunia > yang bernama Indonesia. Sayangnya, ia justru tidak > memuat tentang manusia Jerman yang memopularkan kata > "Indonesia" itu sendiri. Bukankah nama "Indonesia" > untuk gugusan kepulauan Nusantara juga erat kaitannya > dengan ahli etnologi Jerman, Adolf Bastian? > > Mengingat hal di atas, saya menggreneng lagi, > mungkinkah sekarang kita melakukan yang sebaliknya? > Bisakah kita juga menggagas tentang manusia Indonesia > yang juga "Berjejak di Jerman"? Hati kecil saya > menjawab "warum nicht, mengapa tidak?" > > Selain Habibie, saya sudah mendengar sejumlah nama > orang Indonesia yang sukses berkiprah di berbagai kota > di Jerman ini. Ada dokter Syaiful Rangkuti dan dokter > Suparwata di Kassel dan Muenster. Keduanya adalah > kardiolog yang cukup tersohor di kota masing-masing. > Ada lagi selentingan kabar tentang orang Indonesia > yang dikenal dalam dunia per-linux-an di Jerman ini. > Sayangnya memori saya tidak sempat merekam namanya. > Bahkan baru-baru ini, Dr. Johny Setiawan, astronom > Indonesia yang bekerja di Institut Astronomi Max > Planck, berhasil menemukan sebuah planet ekstrasolar! > > Agaknya kita bisa bersama-sama mencari tahu untuk > menambahkan nama-nama lain, sehingga nanti selain > "Berjejak di Indonesia", juga ada buku dengan judul > "Indonesien Spuren in Deutschland" yang mejeng di > Amazondotde....... > > { Spuren = jejak - catatan 'redaksi' } > Schoenes wochenende > > wassalam > ed ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hqtb2bh/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124815383/A=2896112/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com ">Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children¿s Research Hospital</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

