http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/27/opini/2001781.htm

 
Aristoteles dan Aborsi 
Oleh: CB KUSMARYANTO



Perdebatan soal aborsi bukanlah barang baru, meski dari segi medis, sudah lama 
para dokter dilarang melakukan aborsi karena melanggar sumpah hipokratiknya 
sebagai dokter.

Dulu, yang menjadi bahan perdebatan adalah ensoulment, masuknya jiwa ke dalam 
janin. Ada yang berpendapat, jiwa masuk ke dalam janin bersamaan dengan 
pembuahan. Yang lain berpendapat beberapa hari sesudahnya. Karena jiwa adalah 
unsur penggerak janin, maka gerakan janin menjadi tanda masuknya jiwa ke dalam 
badan janin.

Aristoteles dalam buku History of Animal menerangkan, jiwa masuk badan janin 
laki-laki pada hari ke-40, dan 90 hari untuk janin perempuan. Orang lain ada 
yang mengatakan pada umur 14, 30, 90 hari, bahkan 120 hari. Pendapat 
Aristoteles ini memengaruhi banyak filsuf, agamawan, dan orang umum hingga kini.

Embriologi Aristotelian

Pendapat Aristoteles ini berdasarkan pada embriologi saat itu. Dalam buku 
Generation of Animals, Aristoteles menerangkan, faktor-faktor keturunan manusia 
diturunkan dari generasi ke generasi lain melalui semen. Yang mempunyai semen 
hanya lelaki, sedangkan perempuan punya darah menstruasi yang merupakan materi 
yang akan dihidupkan oleh semen.

Semen tumbuh dalam rahim. Pertama-tama dalam fase vegetatif yang mempunyai 
nutritive soul, lalu menuju tahap sensitive soul, tahap binatang, menyusul 
rational soul yang menjadikannya manusia. Semua tahap perkembangan itu perlu 
waktu.

Menurut Aristoteles, badan janin itu berasal dari ibu, sedangkan jiwa dari 
bapak. Mengingat jiwa lebih tinggi daripada badan, maka dalam perhitungan 
generasi, yang dihitung hanya garis keturunan bapak, bukan ibu.

Pendapat Aristoteles ini berdampak amat besar dalam keputusan moral soal 
aborsi. Banyak tokoh masyarakat dan agamawan berpendapat, aborsi yang dilakukan 
sebelum berumur 40 hari tidaklah berdosa, sebab waktu itu janin belum mempunyai 
jiwa. Aborsi hanya dilarang atau berdosa jika dilakukan setelah janin berumur 
40 hari.

Embriologi modern

Embriologi modern menentang embriologi Aristotelian. Embriologi modern dengan 
kepastian tinggi menolak pendapat, hanya ayah yang punya andil bagi anaknya. 
Ayah-ibu masing-masing menyumbangkan separuh dari keseluruhan faktor genetis 
anaknya, yakni 23 kromosom yang dibawa ovum dan sperma.

Penahapan perkembangan embrio Aristotelian juga ditolak. Dalam penahapan ini 
terjadi lompatan kualitas amat besar, yakni apa yang semula tidak ada, 
tiba-tiba ada. Misalnya, pada hari ke-40 terjadi lompatan revolusioner karena 
tiba-tiba jiwa masuk ke dalam badan. Embriologi modern menolak keras penahapan 
dan lompatan kualitas ini sebab perkembangan embrio terjadi secara kontinu 
tanpa penahapan dan tidak terjadi lompatan kualitas.

Menurut Komisi Warnock bentukan Pemerintah Inggris (1982), �Sekali proses 
(pembuahan) dimulai, tidak ada bagian khusus dari proses perkembangan itu yang 
lebih penting dari yang lainnya; semuanya adalah bagian dari sebuah proses yang 
berlangsung terus-menerus.�

Kesaksian lain dari Lee M Silver, profesor di Princeton University. Dalam buku 
Remaking Eden: Cloning and Beyond in a Brave New World (1998) dikatakan, 
�Ketika fertilisasi sudah selesai, tidak ada lagi waktu yang terisolir dalam 
seluruh proses itu di mana Anda dapat mengatakan, embrio ini atau fetus ini 
berbeda secara substansial dari embrio ini beberapa menit lalu atau bahkan 
beberapa jam lalu.

Kesinambungan ini berarti, embrio yang berumur satu hari bukanlah subjek lain 
dibanding embrio yang berumur 40 hari atau lebih. Hal yang sama juga terjadi 
pada manusia sesudah lahir. Meski terjadi banyak perkembangan, manusia yang 
berumur 10 tahun bukan orang lain (subjek lain) dibanding saat dia berumur 50 
tahun. Ia masih tetap subyek yang sama.

Kapan embrio mulai hidup

Aristoteles berpendapat, hidup manusia dimulai saat masuknya jiwa ke badan. 
Pemikiran ini ditentang keras embriologi modern yang menekankan, hidup manusia 
langsung dimulai seusai proses pembuahan.

Pembuahan adalah proses fusi antara sperma dan ovum, masing-masing membawa 23 
kromosom. Fertilisasi itu selesai saat dua inti sel ovum dan sperma menyatu dan 
membentuk manusia baru yang mempunyai genom baru berjumlah 46 kromosom. Genom 
itu unik (satu-satunya) dan baru (belum pernah ada genom manusia seperti itu).

Dengan terbentuknya genom baru dan unik, siklus hidup manusia dimulai. Leon R 
Kass, profesor dari University of Chicago sekaligus Chairman of the 
Presidentâ?Ts Councill on Bioethics, Amerika, mengatakan, â?Pertama-tama, 
zigot dan tahap-tahap awal embrio benar-benar hidup... Semua biologis yang 
jujur akan terkesan fakta-fakta ini dan harus mengakui... pandangan bahwa 
manusia itu mulai pada saat pembuahan.� (Kass, 2002, hal. 87)

Bahkan secara genetis segala sesuatunya sudah ditentukan saat pembuahan. Helen 
Pearson dalam Journal Nature 418 (2002) mengatakan, Duniamu terbentuk pada 24 
jam pertama sesudah pembuahan. Saat kepala dan kaki akan tumbuh, bagian mana 
akan menjadi punggung dan perut, sudah ditentukan dalam menit dan jam sesudah 
sperma dan ovum bersatu. Lima tahun lalu, pernyataan ini akan dipandang sebagai 
sebuah heresi.

Fakta-fakta baru embriologi modern seharusnya mengubah pandangan mengenai 
aborsi. Mungkin selama ini ada yang menyetujui aborsi karena percaya, hidup 
manusia baru dimulai pada 14 hari, atau 40 hari, atau 120 hari. Dasar ilmiah 
pendapat ini amat lemah karena tidak didukung data ilmiah embriologi modern.

Embriologi modern melihat jelas, manusia hidup sejak proses pembuahan usai, 
karena itu mempunyai hak asasi yang bersifat intrinsik untuk dilindungi 
hidupnya. Hak untuk hidup adalah hak paling dasar, mendasari semua hak asasi 
lainnya. Tanpa hidup, manusia tidak ada dan tidak mempunyai hak asasi. 
Perlindungan terhadap hidup harus dikenakan pada semua manusia yang hidup. 
Karena itu, aborsi dalam tahap apa pun dan dalam umur berapa pun menjadi salah 
satu sebab janin itu adalah manusia yang hidup yang hidupnya harus mendapat 
perlindungan.

CB Kusmaryanto Doktor Bioetika Universitas Gregoriana, Roma; Dosen Bioetika di 
Pascasarjana Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke