di bawah ini ada 2 guntingan berita dari detik.com:
di samping mba Riana, gadis 14 tahun yang diterima di Fak Kedokteran UGM, masih ada satu lagi, pemuda berbakat, mas Adian juga 14 tahun, diterima di Fak Teknologi Industri ITB. Terimakasih kepada rekan yang telah mengirimkannya. ===( i-haem )================================== ========================================== Date: Fri Aug 26, 2005 12:43 pm Subject: Anak-anak jenius Indonesia ========================================== Riana, Gadis 14 Tahun, Diterima di Fakultas Kedokteran UGM Bagus Kurniawan - detikcom Yogyakarta - Di antara 7.670 mahasiswa baru yang diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Riana Helmi menjadi mahasiswa termuda. Dia masih berumur 14 tahun 5 bulan. Dia diterima di Fakultas Kedokteran. Riana yang lahir di Banda Aceh, 22 Maret 1991 itu masuk di salah satu fakultas favorit di UGM melalui jalur Penelusuran Bakat Skolastik (PBS) oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada 2005. Mulai hari ini, Rabu (24/8/2005) hingga Sabtu (27/8/2005), dia mengikuti Ospek (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) di UGM. Ia adalah alumnus SMA Negeri III Sukabumi, Jawa Barat. Riana merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Helmi dan Rofiah. Ayahnya saat ini menjadi staf pengajar di Sekolah Calon Perwira (Secapa) Polri di Sukabumi. Kepada wartawan di sela-sela kegiatan Ospek, Riana mengaku senang bisa masuk UGM, meski teman-temannya berumur lebih tua darinya. Dia juga menikmati status barunya sebagai mahasiswa. Saat ini, Riana juga indekos tidak jauh dari kampus di Fakultas Kedokteran. "Senang, karena teman-teman malah lebih sayang kepada saya karena mereka tahu saya paling muda dan saya juga tak sungkan dengan mereka karena mereka juga baik-baik," katanya sambil tertawa nyengir. Lantas mengapa Riana bisa lulus SMA dalam umur 14 tahun? Riana pun membuka rahasia. Dia masuk SD pada tahun 1995 ketika usianya baru empat tahun. Meski masih balita, tapi otak Riana memang encer. Sejak duduk di kelas I SD, dia selalu menempati peringkat pertama di sekolahnya. Setelah lulus SD, ia masuk ke SMP Negeri I Sukabumi. Dia tidak perlu berlama-lama menuntaskan SMP-nya. Lewat program akselerasi, dia bisa menyelesaikan SMP dalam waktu dua tahun. Selepas SMP, Riana meneruskan studinya ke SMA Negeri III Sukabumi. Lagi-lagi dia bisa menyelesaikan sekolahnya dalam waktu dua tahun. Sejak kecil, Riana memang bercita-cita menjadi dokter ahli kandungan. Karena itu, masuk Fakultas Kedokteran adalah pilihan pertamanya. "Doakan saja nanti kuliah saya lancar sehingga cepat selesai," kata Riana yang pernah tinggal di Banda Aceh selama dua tahun mengikuti tugas orangtuanya itu. (asy) -------------------------------- http://jkt.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/08/tgl/ 26/time/15\ 1332/idnews/429866/idkanal/10 =========================================== Adian, ABG 14 Tahun yang Jadi Mahasiswa ITB =========================================== Ahmad Dani - detikcom Jakarta - Di tengah terpuruknya rupiah, berita ini cukup menggembirakan. Pasalnya, kian banyak juga anak baru gede (ABG) jenius yang kita miliki. Setelah Riana, gadis 14 tahun yang diterima di Fakultas Kedokteran UGM, Adian yang usianya sebaya, juga diterima di sebuah universitas terkemuka. Nama lengkap ABG jenius terbaru ini adalah Adian Muhammad Al Raisuli. Anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Agustian Purnama dan Intan ini, kini menuntut ilmu di Fakultas Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB). "Mungkin ini memang sudah karunia dari Allah," begitulah komentar singkat Intan, ibu dari anak jenius ini pada detikcom, Jumat (26/8/2005). Saking jeniusnya, kuliah di ITB saja tidak cukup. Di sore hari selepas kuliah, Adian mengikuti pendidikan teknologi informasi (TI) di lembaga -- yang oleh Intan disebut -- NTC. Kejeniusan Adian mulai diketahui oleh kedua orangtuanya sejak Adian berusia satu setengah tahun. Ketika diajak pergi oleh kedua orangtuanya, Adian selalu membaca setiap tulisan yang berada di sekelilingnya. "Waktu itu saya dan suami saya mengajarkan dia setiap tulisan nama mobil atau nomor mobil. Eh, ternyata esok harinya, ketika kita pergi belanja di supermarket secara tiba-tiba ia membaca tulisan (nama) supermarket itu. Kita kaget, kirain dia melihat dari logonya. Tapi ternyata benar-benar membaca huruf supermarket itu," papar Intan yang bekerja di Hotel Aryaduta Jakarta ini. Kejeniusan Adian pun semakin terlihat seiring bertambahnya usia. Memasuki umur dua tahun, Adian sudah bisa membaca koran. "Setiap pagi ia selalu membaca koran, dan itu tak pernah dilewatinya," ungkap warga Pejaten Barat, Jakarta Selatan, ini. Melihat kejeniusan anaknya yang semakin menjadi-jadi maka Intan pun tak khawatir untuk menyekolahkan Adian ke sekolah dasar (SD). "Waktu itu Adian baru berumur empat tahun. Dia ingin sekali sekolah, jadi kita masukkan SD saja," tutur Intan. Selesai mengenyam sekolah dasar selama enam tahun, Adian yang waktu itu baru berumur 10 tahun langsung melanjutkan sekolahnya ke tingkat SMP. "Tapi baru dua tahun di SMP, Adian sudah bisa lulus. Begitu pun waktu di SMA, dia juga lulus hanya dua tahun," ujar Intan dengan nada gembira. Berarti dari SD sampai SMA Adian hanya butuh waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikannya. Sehingga di umurnya yang masih 14 tahun dia sudah lulus SMA dan melanjutkan ke bangku kuliah. Bahkan waktu lulus SMA, Adian langsung diterima di lima perguruan tinggi swasta dan negeri, yaitu Universitas Gunadarma, Swiss Germany University, Altech, UI VVIP, dan di ITB. "Namun akhirnya dia lebih memilih di ITB, soalnya ayahnya dulu juga dari sana," jelas Intan. Uniknya, kejeniusan Adian tak diasah dengan menjadi seorang kutu buku atau belajar mati-matian. "Adian tidak pernah belajar, dia malah sering bermain play station dan komputer. Mungkin dengan seperti itu kreativitas otaknya semakin terpacu. Selain itu memang daya tangkap Adian cukup kuat. Hanya dijelaskan beberapa detik saja dia sudah menangkap," cerita Intan. Di akhir pembicaraan Intan berharap, jika sudah besar kelak anaknya bisa menjadi pemimpin bagi bangsa ini. "Itu sesuai dengan namanya Al Raisuli, yang berarti pemimpin," harapnya. Semoga saja ya, Bu! (ahm) ------------------------ ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery. http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

