Sorry, saya ulang sekali lagi mengirim posting seorang netter Muslim yang saya 
hormati, dari milis tetangga.

Salam

Danardono

------------ 

Von:Darwin Bahar Datum:Wed, 31 Aug 2005 12:41:32 +0700Betreff:[apakabar] Ahmad 
Syafii Maarif: Cak Nur

Saya kutip:Perkara orang belum tentu setuju dengan hujah-hujahnya, adalah 
lumrah belaka. Bukankah tafsiran menusia terhadap wahyu yang mengandung 
kebenaran mutlak tidak pernah benar mutlak semutlak wahyu itu sendiri? 

Oleh sebab itu, jika ada orang yang memonopoli kebenaran dengan jalan memasung 
hak orang lain untuk berpendapat berbeda, sebenarnya (secara tidak sengaja atau 
gegabah?) telah mengambil alih otoritas Tuhan sebagai Sumber Kebenaran Mutlak. 
Cara berpikir semacam ini sangat berbahaya dan dapat meluluhlantakkan 
persaudaraan antarmanusia.Wassalam, 
Darwin=====================================================Cak NurOleh: Ahmad 
Syafii MaarifRepublika, Selasa, 30 Agustus 
2005http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=211544&kat_id=19Cak Nur 
(Prof Dr Nurcholish Madjid) adalah cendekiawan dan penulis Indonesia yang 
sangat produktif sebelum mengalami pencangkokan hati di Cina, kemudian dirawat 
di Singapura dan di Jakarta selama beberapa bulan. Kondisi kesehatannya 
memburuk dan ia akhirnya wafat kemarin.Sewaktu dirawat di Singapura dan di RS 
Pondok Indah, sudah banyak sekali orang penting dan para sahabat menjenguknya 
demi menunjukkan simpati dan empati yang amat dalam terhadap Cak Nur. Sewaktu
 saya dan istri mengunjunginya di RS NUH (National University Hospital), 
Singapura, beberapa bulan yang lalu, Cak Nur baru saja keluar dari ICU dalam 
keadaan lemah sekali, tetapi dapat berkomunikasi melalui tulisan Arab-Melayu 
yang tidak mudah saya baca. Kami hanya trenyuh dan tertunduk hormat sambil 
berdoa untuk kesembuhannya.Sebagai sahabat yang pernah bergaul selama lebih 
empat tahun di Chicago dan mengaji Alquran pada Fazlur Rahman di kediamannya, 
sekitar 45 mil dari kota itu, saya sampai batas-batas yang agak jauh telah 
mengenal Cak Nur dari jarak yang dekat. Ketika berbicara, pembawaannya lembut, 
sopan, serta mengeluarkan pendapat melalui argumen yang kuat dan 
teratur.Perkara orang belum tentu setuju dengan hujah-hujahnya, adalah lumrah 
belaka. Bukankah tafsiran menusia terhadap wahyu yang mengandung kebenaran 
mutlak tidak pernah benar mutlak semutlak wahyu itu sendiri? Oleh sebab itu, 
jika ada orang yang memonopoli kebenaran dengan jalan memasung hak orang lain 
untuk
 berpendapat berbeda, sebenarnya (secara tidak sengaja atau gegabah?) telah 
mengambil alih otoritas Tuhan sebagai Sumber Kebenaran Mutlak. Cara berpikir 
semacam ini sangat berbahaya dan dapat meluluhlantakkan persaudaraan 
antarmanusia.Dengan sedikit wacana ini, saya akan langsung memasuki topik utama 
Resonansi ini yang sumbernya dari saksi mata langsung dan otentik. Demikianlah 
pada 26 Juli 2005, antara pukul 16.30 dan 17.30, beberapa orang mendatangi Cak 
Nur di rumahnya, sementara Cak Nur sendiri belum pulih kesehatannya, masih 
lemah. Menyaksikan kondisi fisiknya, semestinya meluluhkan perasaan mereka yang 
berhati nurani.Rombongan ini mengaku membawa pesan Abu Bakar Ba'asyir untuk Cak 
Nur. Sumber pertama merekamkan: “Apakah pikiran Cak Nur masih?” Cak Nur 
menjawab, “Saya masih tidak bingung.” Setelah basa-basi, salah seorang bilang 
menyampaikan salam Ustadz Ba'asyir, dan bahwa beliau bertanya, dalam buku Fiqh 
Lintas Agama ada nama Cak Nur dan berpendapat semua agama sama. Cak Nur
 menjawab, “Saya tidak berpendapat semua agama sama.”“Ada tertulis kawin 
antaragama boleh. Ustadz Ba'asyir minta Cak Nur menarik pendapat itu.” Seorang 
lagi mengulangi pesan Ba'asyir, “Itu pendapat salah, minta Cak Nur mencabut 
pendapat agama sama dan bolehkawin antaragama. Bagaimana pendapat Cak Nur?” Cak 
Nur menjawab, “Saya tidak dalam kondisi untuk menjawab.” (Ini informasi via SMS 
yang saya terima pukul 22.35, pada 14 Agustus 2005).Hampir serupa dengan yang 
pertama, sumber kedua antara lain merekamkan: “Yang mereka sampaikan adalah 
(katanya) amanat dari Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dan M Thalib (dengan asumsi Cak 
Nur sudah sehat) tentang tiga hal yang ada dalam buku Fiqh Lintas Agama.” (SMS 
pukul 06.44, pada 15 Agustus 2005).Saya tidak berminat mempersoalkan isi dialog 
itu. Sekiranya Cak Nur sehat, dia akan bisa menjawab berjam-jam semua 
pertanyaan yang diajukan itu. Yang menjadi keprihatinan saya adalah adab orang 
menjenguk si sakit. Apakah dalam batas kesopanan Cak Nur diguyur
 dengan pertanyaan-pertanyaan serupa itu dalam kondisi fisik yang mengundang 
rasa iba itu?Rombongan itu 'kan menyaksikan sendiri keadaan Cak Nur dari jarak 
yang sangat dekat. Mengapa sampai hati “meneror”-nya dengan berlindung di balik 
amanah Ba'asyir? Saya sungguh gagal memahami cara orang membawakan pesan agama 
demikian kasar. Sepengetahuan saya, Ba'asyir bukanlah tipe manusia garang yang 
suka memaksa-maksa orang lain. Sewaktu saya dan istri menjenguknya di RS PKU 
Solo pada waktu yang lalu, dia memeluk saya dan mohon doa. Tetapi, mengapa 
mereka yang menyebut diri pengikutnya seperti tak terkendali, khususnya sewaktu 
mengunjungi Cak Nur?Pesan saya sebagai orang tua yang sudah berusia di atas 70 
tahun adalah agar orang beragama secara beradab, santun, dan arif dalam 
menyikapi keadaan. Islam yang saya pahami adalah Islam yang sebangun dengan 
nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi, beradab, dan mulia.Cak Nur telah wafat. 
Saya dan keluarga menyampaikan belasungkawa yang sangat dalam dan
 dalam sekali. Semoga khusnul khatimah.(Ahmad Syafii Maarif )




***********************************************************************************
 
It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west; 
they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against 
misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled.

Sidharta Gautama



                
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke