http://www.media-indonesia.com/cetak/berita.asp?id=2005090223433540
OPINI Sabtu, 03 September 2005 Amerika dalam Kemajemukan Agama MASYARAKAT Amerika Serikat (AS) pasca-Serangan 11 September 2001 tumbuh menjadi AS baru yang religius. Masyarakat AS muncul kesadaran baru dalam tradisi keberagamaan. Kebiasaan baru muncul di kalangan masyarakat AS. Gerakan lintas agama menunjukkan perkembangan luar biasa. Jaringan antaragama mulai Washington DC sampai Seattle tumbuh menjadi tindakan dengan terbentuknya kepemimpinan sipil. Guru Besar Harvard University Diana L Eck merekam kesadaran masyarakat AS melalui buku Amerika Baru yang Religius. Buku dengan judul asli A New Religious America ini diluncurkan di Wisma Antara, Jakarta, Rabu (24/8). Dalam buku setebal 614 halaman ini, Eck menggambarkan kondisi di AS terutama terhadap dampak peristiwa 11 September yang kemudian menggambarkan kondisi keragaman agama sebelumnya. Runtuhnya World Trade Center (WTC) telah mengubah peta keberagamaan masyarakat AS. Berbagai kota yang belum memiliki dewan lintas agama pun membentuk dewan. Sebuah kubah masjid yang besar berwarna putih dengan menara-menaranya tampak menjulang di antara ladang-ladang jagung di luar Kota Toledo, Ohio. Bangunan itu akan terlihat apabila Anda melewati jalan antarnegara bagian. Sebuah kuil Hindu yang besar dengan relief gambar gajah di pintu masuknya berdiri di lereng bukit di sebelah barat pinggiran Kota Nashville, Tennesse. Sebuah kuil dan biara milik pemeluk Buddha asal Kamboja dengan bentuk atap berciri khas Asia Tenggara terletak di lahan pertanian di sebelah selatan Minneapolis, Minnesota. Di daerah sekitar Fremont, California, sejumlah bendera berkibar dari kubah-kubah emas Gurdawa Sikh di Hillside Terrace, yang sekarang diubah namanya menjadi Gurdwara Terrace. Eck ingin mengatakan peristiwa Serangan 11 September 2001 telah memberikan kesadaran baru kepada AS mengenai transformasi di dalam masyarakatnya. Melalui buku Amerika Baru yang Religius ini, Eck menginvestigasi kemajemukan agama di Amerika. Dia memetakan perkembangan agama-agama di AS itu, termasuk agama-agama baru yang berkembang sejak dibukanya kembali keran imigrasi pada 1965, dan masuknya banyak pengungsi ke AS, yang semua mereka itu tidak hanya menjadi warga negara AS, tetapi juga membawa agama dan kepercayaan yang beraneka ragam. Peraih penghargaan The National Humanities Medal dari Presiden Clinton pada 1998 itu menjelaskan agama tumbuh dan berkembang di AS diawali pada 4 Juli 1965. Ketika itu Presiden Lydon Baines Johnson mengesahkan sebuah UU imigran baru di bawah patung Liberty. Pintu-pintu Amerika terbuka bagi para imigran dari seluruh dunia. Namun, menurut Eck, semuanya tidak berlangsung begitu saja. Dalam perjalanan AS hingga menjadi Amerika yang seperti sekarang, ada sejarah yang tertulis dalam perjalanan itu mengenai apa yang disebut dengan rasisme. Undang- undang Amerika yang mengatur kehidupan rakyatnya sempat diwarnai dengan sentimen ini. Dengan semakin sadarnya orang-orang AS atas struktur rasisme yang tertanam dalam bangsa mereka, Presiden John F Kennedy kemudian di awal kepemimpinannya merancang UU untuk menghapuskan diskriminasi antara individu dan antarbangsa yang berdasarkan hal-hal yang tidak berhubungan dengan kontribusi yang dapat diberikan oleh para imigran, serta yang tidak konsisten dengan tradisi bangsa mereka yang penuh penerimaan. Dalam konteksnya untuk Indonesia, Eck mengatakan AS dan Indonesia memiliki kesamaan moto yang memberi gambaran kompleksitas. Untuk Indonesia ada Bhinneka Tunggal Ika yang berarti 'berbeda-beda tapi tetap satu'. Untuk AS E Pluribus 'Umum Satu dari Banyak'. Di AS kalimat itu tercetak di mata uang koin yang ada dalam kantong pakaian yang begitu kita kenali sehingga kadang kita jarang memikirkan apa artinya. (*/P-5) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

