http://www.media-indonesia.com/cetak/berita.asp?id=2005090223433420
EKONOMI & BISNIS  
Sabtu, 03 September 2005    

Anggaran: Kenaikan Harga BBM Harus Dipercepat   

JAKARTA (Media): Pemerintah didesak mempercepat kenaikan harga bahan 
bakar minyak (BBM) dari rencana semula November 2005. Langkah ini 
diharapkan mampu menahan melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi 
mengatakan, bila pemerintah tidak berani mengeluarkan kebijakan 
tersebut, anggaran akan terus defisit akibat membengkaknya subsidi BBM. 
Cadangan devisa juga terus menurun karena digunakan untuk mengintervensi 
pasar.

"Dalam tiga bulan terakhir pemerintah sudah kehilangan cadangan devisa 
sebesar US$5 miliar. Kini cadangan devisa tinggal sekitar US$32 miliar," 
kata Sofjan di Jakarta, kemarin.

Cadangan devisa sebesar US$32 miliar, US$8 miliar di antaranya milik 
Dana Moneter Internasional (IMF). Cadangan devisa itu diperkirakan hanya 
cukup untuk membiayai impor selama tiga empat bulan.

Sementara itu, subsidi BBM yang ditanggung pemerintah juga terus 
membengkak dari Rp76,5 triliun menjadi Rp136,6 triliun. Ini dengan 
asumsi kurs rupiah 9.800 per dolar AS dan harga minyak mentah US$54 per 
barel. Padahal kini rupiah sudah hampir mencapai 11.000 dan harga minyak 
mentah US$70 per barel.

Wapres Jusuf Kalla juga sependapat bahwa menaikkan kembali harga BBM 
dapat memperkuat nilai tukar rupiah, karena pemerintah dapat mengurangi 
beban subsidi atas BBM.

"Saya yakin bila kita mengurangi subsidi, kita akan menghemat dolar dan 
rupiah yang banyak, sehingga rupiah akan menguat lagi," ujar Kalla kemarin.

Hanya Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan jika pemerintah menaikkan 
harga BBM jenis premium hingga 60% dari harga sekarang, hal itu akan 
memberi sumbangan inflasi 1,12%.

"Jika premium naik 30%, sumbangan inflasinya menjadi 0,56%. Naik 40% 
sumbangannya terhadap 0,75%," ungkap Kepala BPS Choiril Maksum, Kamis (1/9).

Sebelumnya, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie menegaskan pemerintah 
akan mempercepat kebijakan penyaluran subsidi langsung dan pengurangan 
subsidi BBM pada September 2005.

"Dalam waktu singkat ini, kemarin Presiden sudah memutuskan untuk 
mengarahkan ke bulan September-Oktober, itu sedang kami kerjakan. Kami 
cari kemungkinan bisa dipercepat September," jelas Aburizal, Kamis 
(1/9). Aburizal mengungkapkan hal itu menjawab pertanyaan kapan 
pemerintah memberikan kepastian akan kenaikan harga BBM.

Berkaitan dengan itu, Dirjen Perbendaharaan Negara Mulia Nasution 
mengatakan, dengan adanya kejelasan mengenai kenaikan harga dan alokasi 
subsidi BBM, diharapkan pasar mulai stabil. (Sdk/Tia/Sam/E-2)



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke