Ekonomi Pancasila itu memang ekonomi bukan bukan bukan..bahasa Jawanya "ekonomi sing mboten mboten".
Ketika saya melawat ke Kopenhagen minggu lalu, kunjungi teman lama waktu study 30an tahun silam, kami ngobrol terntang income disana. Income kotor wahh tinggi sekali. Bisa ribuan US§/month, tetapi nyatanya mereka sederhana sekali, naik sepeda, mobil juga tua tua dan kecil kecil, toko toko yang wuahh seperti di mal mal kita gak ada. Pendek kata, kayak kere yang elegant. lalu kemana uangnya? Ya itu, kesedot pajak sampai 50an % keatas! appartement? juelek juelek. Mirip dengan Eropa timur, apalagi dimasa komunis. Sama rata sama rasa.. Ini namanya kapitalis? ya miriplah. Yang namanya system, mBak, namanya ganti ganti. Ayam Mbok Berek, ayam Kalasan, ayam Bu Suharti, gak banyak bedanya.. Nah ekonomi yang ideal kan seperti mBak katakan, pokoke sesuai dengan azas kemanusiaan, akidah agama kita semua. Islam memerintahkan keadilan sosial, Yesus mengajarkan membagi roti pada sesama, Sidharta mengajarkan pembagian harta dan dana, dst dst. By the way Marx juga ajarkan bagi bagi kekayaan. Ujung ujungnya selalu ada dua ujung: disini yang kaya, disana yang papa. Pokoke diusahakan yang kaya agak lebih papa, yang papa agak lebih kaya. Whatsoever the name is. rak iya to mBak? salam danardono --- In [email protected], "fauziah swasono" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pak Danar, > Tiba2 saya ingat komentar salah satu teman saya waktu ada diskusi ttg > Ekonomi Kerakyatan/Pancasila di milis kami. Katanya: "waktu saya > kuliah dulu dikatakan bahwa EP bukan ekonomi kapitalis, bukan ekonomi > sosialis, bukan ekonomi sekularis, bukan ekonomi .... sampai saya > berpikir bahwa EP adalah ekonomi bukan-bukan. Dalam EP tidak dikenal > kumpulan modal (kapital) tetapi kumpulan orang, jadi saya pikir 'kalau > segerombolan pengangguran maen gaple maka bisa disebut sbg modal dasar > EP' " > > Tidak bermaksud sinisme, saya cuma mengingatkan lagi kita sudah hidup > dalam dunia nyata yg -spt Pak Danar bilang- sangat kompleks dan punya > saling keterkaitan tinggi. Kalau mau hidup sendiri sbg closed- economy > maka lain cerita, tapi apakah kita mau mundur seperti Myanmar > misalnya? Cina saja sudah membuka diri walau malu2. > > Ekonomi Islam? Bagi saya, selama suatu sistem tidak bertentangan dg > prinsip Islam -yang ternyata sama saja dg prinsip kebaikan universal- > maka gak usah repot dg atribut/nama. Yang repot ilmu ekonomi adalah > ilmu yg rada "ajaib". Tidak selalu exact spt yg kita duga atau spt > kata teori karena menyangkut reaksi manusia yg sering kali unpredictable. > > Makanya kalau dulu kita bikin policy A, ternyata hasilnya > mengecewakan, maka para kritikus bilang harusnya bukan A tapi B, tapi > siapa yg bisa menjamin bahwa policy B akan menghasilkan hal yg bagus? > Namanya juga kritik, bisa aja tepuk dada dan tunjuk hidung orang lain, > toh tidak terbukti dalam realita. Sama saja dg konsep2 Ekonomi A dan > Ekonomi B, spt teman2 bilang disini, yang sudah terbukti adalah ekon > kapitalis (dg segala kelebihan dan kekurangannya) dan ekon sosialis > (yg sudah almarhum). Yang lain? Masih di awang2. > > Jalan tengah adalah yang mungkin bisa dilakukan. Seperti paparan Pak > Danar di negara2 Skandinavia. Tapi tak urung, kaum pekerja merasa > "dirugikan" dg pajak penghasilan yg bisa mencapai 60-70 persen. Tetap > ada kelebihan dan kekurangannya. > > Jadi? Kalau menurut saya lebih baik kita mencoba memodifikasi dan > menegosiasikan apa kekurangan dari sistem yang sudah ada. Kalau mau > merombak total? Hehehe.. gak cukup cuma modal baca2 atau gelar doktor, > apalagi yg belum banyak atau bener bacanya. Bisa2 terjebak pada salah > kaprah: yang dipuja2 ternyata konsep kapitalis atau konsep sosialis juga. > > salam, > > fau > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

