GALAMEDIA
07/09/2005
400 Ribu Balita Tak Tersentuh PIN
DIPONEGORO, (GM).-
Sekitar 400.000 anak berusia di bawah lima tahun (balita) di Jawa Barat
tidak terimunisasi pada pelaksanaan pekan imunisasi nasional (PIN) yang
diselenggarakan pada 30 Agustus lalu. Hal itu selain disebabkan adanya
penolakan dari masyarakat, juga karena belum terjangkaunya daerah-daerah
pelosok dalam pelaksanaan PIN tersebut.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jawa
Barat, dr. Yudi Prayudha kepada wartawan seusai rapat kerja dengan Komisi C di
Gedung DPRD Jawa Barat, Jln. Diponegoro Bandung, Selasa (6/9). "Tapi hari ini
(kemarin, red) insya Allah akan selesai di daerah-daerah pelosok tersebut,"
ungkapnya.
Menurut Yudi, secara umum pelaksanaan PIN di Jawa Barat tercapai 91%.
Meski demikian, beberapa daerah masih di bawah 91% dalam pelaksanaan PIN kali
ini. Misalnya, Kab. Depok baru melaksanakan imunisasi 80%, Kota Bekasi 83%, dan
Kab. Cianjur 84%. "Daerah lainnya sudah di atas 90%," kata Yudi.
Ia mengakui, kendala yang dihadapi dalam PIN sehingga masih adanya anak
balita yang belum terimunisasi, di antaranya karena faktor geografis. Di Kab.
Cianjur, misalnya di Kec. Cidaun, PIN belum bisa dilaksanakan.
Yudi menyatakan, pelaksanaan PIN di ujung selatan wilayah Cianjur itu
baru dilaksanakan Senin (5/9). Selain itu, kendala yang dihadapi dalam PIN kali
ini adalah masih adanya penolakan dari beberapa kelompok tertentu.
Terlepas dari itu, tambah Yudi, ia sudah meninjau ke Kab. Cianjur dan
sempat menanyakan tentang sikap penolakan mereka, namun tanpa adanya alasan
yang jelas.
Sementara itu di Kota Depok, masih kata Yudi, ia belum mengetahi secara
persis permasalahannya. "Memang ada beberapa penolakan saat PIN dilaksanakan
pada 30 Agustus 2005," sebutnya.
Yudi menambahkan, sebenarnya target rutin yang ditetapkan 80%. Lalu,
kenapa ingin dicapai 100%? Sebab, Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin tahu
pasti bahwa semua masyarakat terdeteksi. (B.83)**
++++
07/09/2005 Ratusan Transmigran Jabar Telantar
DIPONEGORO, (GM).-
Ratusan transmigran asal Jawa Barat yang diberangkatkan 10 bulan
lalu hingga kini masih telantar di lokasi transmigrasi di daerah Kuala Tolam,
Kab. Palelawan, Riau.
Memasuki bulan ke-11, 40 kepala keluarga (KK) asal Jawa Barat itu
belum juga mendapatkan lahan garapan seperti yang sebelumnya dijanjikan.
Kondisi menyedihkan itu merupakan salah satu temuan Komisi E DPRD
Jawa Barat saat melakukan kunjungan kerja ke daerah transmigrasi yang dihuni
warga asal Jawa Barat. "Mereka (transmigran asal Jabar, red) datang ke lokasi
transmigrasi itu pada 2004. Tapi, hingga saat ini mereka belum dapat lahan
garapan. Padahal, jatah tanggungan dari pemerintahan setempat tinggal dua bulan
lagi," kata Ketua Komisi E DPRD Jawa Barat, Drs. Nur Supriyanto di Gedung DPRD
Jawa Barat, Jln. Diponegoro Bandung, Selasa (6/9).
Menurut Nur Supriyanto, situasi ini tentu saja sangat mengenaskan.
"Bayangkan, jika lahan garapan belum juga diterima, mereka tidak mungkin akan
bisa mandiri dalam waktu dua bulan ke depan ketika pemerintah setempat tidak
lagi memberikan tanggungan buat mereka," ujar anggota DPRD Jabar dari Partai
Keadilan Sejahtera (PKS) ini. (B.82)**
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/