http://www.kompas.com/kompas-cetak/0509/08/utama/2033181.htm
Presiden Minta TNI Tetap Loyal Dipaparkan Soal Ekonomi dan MOU Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Rabu (7/9) mendatangi Markas Besar TNI untuk memberikan pembekalan kepada Panglima TNI, tiga kepala staf TNI, dan seluruh panglima komando utama mengenai perkembangan lingkungan strategis dunia global, regional, dan nasional saat ini. Presiden menyampaikan pokok-pokok nota kesepahaman yang ditandatangani Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Finlandia, dan masalah ekonomi yang tengah dihadapi bangsa serta bagaimana upaya menghadapinya. Di tengah perkembangan masalah-masalah itu, Presiden minta setiap prajurit tetap loyal kepada negara dan bangsa. Pembekalan selama sekitar tiga jam itu berlangsung tertutup dan dihadiri 34 pejabat di lingkungan Mabes TNI, 31 pejabat TNI AD, 15 pejabat TNI AL, dan 15 pejabat TNI AU. Yang diundang hadir adalah perwira tinggi TNI yang memangku jabatan. Karena itu, mantan Kepala Staf TNI AD Jenderal Ryamizard Ryacudu tidak tampak dalam acara itu. Presiden mengarahkan agar setiap prajurit tetap loyal kepada bangsa dan negara dan bagaimana loyalitas itu tetap dipelihara dan ditingkatkan, ujar Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi merangkum pokok pembekalan Presiden dalam jumpa pers. Sebelum pembekalan, di meja pejabat TNI diletakkan buku panduan dan salinan resmi nota kesepahaman Pemerintah Indonesia dengan GAM. Menurut Sudi, seusai penjelasan mengenai nota kesepahaman oleh Presiden, tidak ada pertanyaan dari pejabat TNI yang hadir. Masalah lain yang disampaikan Presiden, lanjut Sudi, adalah masalah ekonomi karena terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Pembekalan serupa, diikuti instruksi antisipasi unjuk rasa dan efek sampingan lain, disampaikan Presiden dalam rapat kerja dengan seluruh gubernur di Kantor Presiden, Senin lalu. Disampaikan juga empat kebijakan ekonomi agar para perwira mendapatkan pemahaman yang lebih jelas mengenai persoalan yang tengah dihadapi bangsa saat ini, kata Sudi lagi. Mendampingi Ketika tampil di mimbar menyampaikan pembekalan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Widodo AS; Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono; Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto; dan Sudi Silalahi duduk mendampingi Presiden. Seusai mendatangi dan memberikan pembekalan kepada pejabat TNI di Markas Besar TNI, di Istana Negara, Presiden didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu mengundang unsur pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk rapat konsultasi. Rapat tertutup selama tiga jam itu membahas implementasi dan masalah yang muncul dari nota kesepahaman. Dalam jumpa pers, bersama Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Presiden mengemukakan, pemerintah mendengarkan wacana dan masalah yang berkembang di luar mengenai implikasi nota kesepahaman. Pemerintah menegaskan akan berpegang teguh pada komitmen dasar apabila dalam implementasi nota kesepahaman terjadi pelanggaran. Komitmen dasar yang dimaksud adalah diselesaikannya konflik bersenjata di Aceh secara damai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan berpegang teguh pada komitmen dasar itulah, pemerintah akan mengevaluasi implementasi nota kesepahaman. MOU (nota kesepahaman Red) memang penting, pemahaman yang benar mengenai MOU diperlukan. Tetapi ada satu komitmen dasar antara Indonesia dan GAM, komunitas internasional yang mendukung, membantu, dan mendorong: Aceh diselesaikan dalam wadah NKRI, bukan Aceh yang lain, bukan Aceh di luar Indonesia, ujarnya. Hidayat mengemukakan, rapat konsultasi mengenai nota kesepahaman itu dirasa perlu oleh MPR dalam rangka mendengarkan penjelasan langsung dari tangan pertama. Menurut dia, komitmen dasar penyelesaian aceh secara damai dalam kerangka NKRI sangat gamblang tertera. Hidayat juga menilai, karena penyelesaian damai masalah Aceh adalah amanat Ketetapan MPR, hasilnya sudah pasti berada di dalam konstitusi. Yang perlu dilakukan pemerintah agar nota kesepahaman dipahami secara benar adalah dengan sosialisasi. Mereka yang mengkritik dan menafsirkannya secara keliru harus disikapi dengan bijak, ujar Hidayat. Jika dalam implementasi nota kesepahaman ada penyimpangan dan keluar dari komitmen dasar yang telah disepakati Indonesia dan GAM, penyimpangan itu akan dibawa ke tingkat pusat atau ke Jakarta, tidak ke Aceh Monitoring Mission (AMM). Kami berupaya dan berharap penyimpangan dari komitmen dasar itu tidak terjadi. Kalau itu sampai terjadi, mekanismenya selalu ada. Tentu tidak mungkin kita serahkan ke AMM. Saya sebagai presiden akan berkomunikasi dengan pimpinan masyarakat dunia yang memfasilitasi dan mendorong ini dan pihak GAM untuk kembali ke komitmen dasar. Langkah itu akan saya pastikan, papar Presiden. Dalam kaitan itu, saat berada di New York, AS, pekan depan dalam rangkaian kunjungannya ke luar negeri selama 15 hari, Presiden akan bertemu Perdana Menteri Inggris Tony Blair sebagai Presiden Uni Eropa yang terlibat dalam AMM dan Martti Ahtisaari, mantan Presiden Finlandia, yang menjadi fasilitator proses negosiasi Indonesia dengan GAM. Langkah-langkah ini saya tempuh agar tidak ada tafsiran apa pun, kecuali penyelesaian masalah Aceh secara damai dalam bingkai NKRI, ujar Presiden. (INU) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

