Quote: ".. > Presiden mengarahkan agar setiap prajurit tetap loyal kepada bangsa dan negara > dan bagaimana loyalitas itu tetap dipelihara dan ditingkatkan, ujar > Sekretaris Kabinet > Sudi Silalahi merangkum pokok pembekalan Presiden dalam jumpa pers. > > Sebelum pembekalan, di meja pejabat TNI diletakkan buku panduan dan salinan > resmi > nota kesepahaman Pemerintah Indonesia dengan GAM. Menurut Sudi, seusai > penjelasan > mengenai nota kesepahaman oleh Presiden, tidak ada pertanyaan dari pejabat TNI > yang hadir. .."
Sami'na wa atho'na? Atau masih saudara kembar? :-) CMIIW.. Wassalam, Irwan.K -------- Pada tanggal 9/8/05, Ambon <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > http://www.kompas.com/kompas-cetak/0509/08/utama/2033181.htm > > > Presiden Minta TNI Tetap Loyal > Dipaparkan Soal Ekonomi dan MOU > > > > Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Rabu (7/9) > mendatangi Markas Besar TNI untuk memberikan pembekalan kepada Panglima TNI, > tiga kepala staf TNI, dan seluruh panglima komando utama mengenai > perkembangan lingkungan strategis dunia global, regional, dan nasional saat > ini. > > Presiden menyampaikan pokok-pokok nota kesepahaman yang ditandatangani > Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Finlandia, > dan masalah ekonomi yang tengah dihadapi bangsa serta bagaimana upaya > menghadapinya. Di tengah perkembangan masalah-masalah itu, Presiden minta > setiap prajurit tetap loyal kepada negara dan bangsa. > > Pembekalan selama sekitar tiga jam itu berlangsung tertutup dan dihadiri 34 > pejabat di lingkungan Mabes TNI, 31 pejabat TNI AD, 15 pejabat TNI AL, dan 15 > pejabat TNI AU. Yang diundang hadir adalah perwira tinggi TNI yang memangku > jabatan. Karena itu, mantan Kepala Staf TNI AD Jenderal Ryamizard Ryacudu > tidak tampak dalam acara itu. > > Presiden mengarahkan agar setiap prajurit tetap loyal kepada bangsa dan > negara dan bagaimana loyalitas itu tetap dipelihara dan ditingkatkan, ujar > Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi merangkum pokok pembekalan Presiden dalam > jumpa pers. > > Sebelum pembekalan, di meja pejabat TNI diletakkan buku panduan dan salinan > resmi nota kesepahaman Pemerintah Indonesia dengan GAM. Menurut Sudi, seusai > penjelasan mengenai nota kesepahaman oleh Presiden, tidak ada pertanyaan dari > pejabat TNI yang hadir. > > Masalah lain yang disampaikan Presiden, lanjut Sudi, adalah masalah ekonomi > karena terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). > Pembekalan serupa, diikuti instruksi antisipasi unjuk rasa dan efek sampingan > lain, disampaikan Presiden dalam rapat kerja dengan seluruh gubernur di > Kantor Presiden, Senin lalu. > > Disampaikan juga empat kebijakan ekonomi agar para perwira mendapatkan > pemahaman yang lebih jelas mengenai persoalan yang tengah dihadapi bangsa > saat ini, kata Sudi lagi. > > Mendampingi > > Ketika tampil di mimbar menyampaikan pembekalan, Menteri Koordinator Bidang > Politik, Hukum, dan Keamanan Widodo AS; Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono; > Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto; dan Sudi Silalahi duduk > mendampingi Presiden. > > Seusai mendatangi dan memberikan pembekalan kepada pejabat TNI di Markas > Besar TNI, di Istana Negara, Presiden didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla > dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu mengundang unsur pimpinan > Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk rapat konsultasi. Rapat tertutup > selama tiga jam itu membahas implementasi dan masalah yang muncul dari nota > kesepahaman. > > Dalam jumpa pers, bersama Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Presiden mengemukakan, > pemerintah mendengarkan wacana dan masalah yang berkembang di luar mengenai > implikasi nota kesepahaman. Pemerintah menegaskan akan berpegang teguh pada > komitmen dasar apabila dalam implementasi nota kesepahaman terjadi > pelanggaran. > > Komitmen dasar yang dimaksud adalah diselesaikannya konflik bersenjata di > Aceh secara damai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). > Dengan berpegang teguh pada komitmen dasar itulah, pemerintah akan > mengevaluasi implementasi nota kesepahaman. > > MOU (nota kesepahaman Red) memang penting, pemahaman yang benar mengenai MOU > diperlukan. Tetapi ada satu komitmen dasar antara Indonesia dan GAM, > komunitas internasional yang mendukung, membantu, dan mendorong: Aceh > diselesaikan dalam wadah NKRI, bukan Aceh yang lain, bukan Aceh di luar > Indonesia, ujarnya. > > Hidayat mengemukakan, rapat konsultasi mengenai nota kesepahaman itu dirasa > perlu oleh MPR dalam rangka mendengarkan penjelasan langsung dari tangan > pertama. > > Menurut dia, komitmen dasar penyelesaian aceh secara damai dalam kerangka > NKRI sangat gamblang tertera. Hidayat juga menilai, karena penyelesaian damai > masalah Aceh adalah amanat Ketetapan MPR, hasilnya sudah pasti berada di > dalam konstitusi. > > Yang perlu dilakukan pemerintah agar nota kesepahaman dipahami secara benar > adalah dengan sosialisasi. Mereka yang mengkritik dan menafsirkannya secara > keliru harus disikapi dengan bijak, ujar Hidayat. > > Jika dalam implementasi nota kesepahaman ada penyimpangan dan keluar dari > komitmen dasar yang telah disepakati Indonesia dan GAM, penyimpangan itu akan > dibawa ke tingkat pusat atau ke Jakarta, tidak ke Aceh Monitoring Mission > (AMM). > > Kami berupaya dan berharap penyimpangan dari komitmen dasar itu tidak > terjadi. Kalau itu sampai terjadi, mekanismenya selalu ada. Tentu tidak > mungkin kita serahkan ke AMM. Saya sebagai presiden akan berkomunikasi dengan > pimpinan masyarakat dunia yang memfasilitasi dan mendorong ini dan pihak GAM > untuk kembali ke komitmen dasar. Langkah itu akan saya pastikan, papar > Presiden. > > Dalam kaitan itu, saat berada di New York, AS, pekan depan dalam rangkaian > kunjungannya ke luar negeri selama 15 hari, Presiden akan bertemu Perdana > Menteri Inggris Tony Blair sebagai Presiden Uni Eropa yang terlibat dalam AMM > dan Martti Ahtisaari, mantan Presiden Finlandia, yang menjadi fasilitator > proses negosiasi Indonesia dengan GAM. Langkah-langkah ini saya tempuh agar > tidak ada tafsiran apa pun, kecuali penyelesaian masalah Aceh secara damai > dalam bingkai NKRI, ujar Presiden. (INU) > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > -- Wassalam, Irwan.K Jakarta, Indonesia ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

