Ketika saya bekerja di Sekuritas (pialang saham/stock
broker) saya banyak melihat pembeli saham yang merugi.
Teman saya rugi Rp 20 juta (padahal dia uang dia untuk
transaksi tidak sampai Rp 50 juta). Saya sendiri meski
kelas teri, cuma rugi beberapa ratus ribu rupiah.

Yang lebih parah adalah para nasabah. Ada yang kalah
sampai tidak punya apa-apa lagi kecuali rumah. Ada
yang sampai rugi Rp 4 milyar, dsb. Padahal untuk
nasabah kelas kakap disediakan komputer untuk
memonitor harga saham seperti RTI/IMQ.

Saya juga mendengar ada oknum tertentu yang sengaja
membuat perusahaan yang listing di BEJ hanya untuk
mengeruk dana masyarakat. Setelah itu, perusahaan yang
sudah go-publik dibiarkan berjalan apa adanya hingga
nilainya turun terus.

Jika nilai saham jatuh hingga di bawah nominal atau
sampai 0 rupiah hingga didelisting, anda tidak akan
dapat ganti rugi.

Itulah resiko jual-beli saham.


Kisah Pilu Nasabah Reksa Dana
Duit Hilang dan Terancam Dicerai
Ardian Wibisono - detikcom
  Jakarta - Hancurnya reksa dana menyisakan kisah
memilukan. Seorang wanita yang diam-diam
menginvestasikan dana pendidikan anaknya ke reksa dana
harus gigit jari. Duit hilang, dan terancam dicerai.

Sebut saja dia Santi, wanita cantik nasabah reksa dana
BNI Securities, yang ditemui di kantor BNI Securities,
Wisma BNI, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (7/9/2005).
Santi bersama puluhan nasabah lainnya hari ini kembali
menyerbu kantor BNI Securities untuk meminta kejelasan
nasib investasinya.

Santi yang bergaya bicara blak-blakan ini menceritakan
kisah pilunya terkait investasi reksa dana sebesar Rp
100 juta. Dana itu diberikan oleh suaminya yang
bekerja sebagai salesman untuk dana pendidikan anaknya
yang berumur 2 dan 6 tahun.

"Saya bingung. Suami saya tahunya uangnya ditaruh di
deposito. Sekarang sudah hilang 20 juta. Saya tidak
tahu bagaimana harus menutup kekurangannya," ujar
Santi yang mengaku tidak tahu soal seluk beluk reksa
dana ini.

Ia juga mengaku tidak tahu bahwa dana yang akan
diinvestasikan itu bisa berkurang. Santi mencatat,
pada bulan lalu saldo reksa dananya masih sebesar Rp
104 juta, namun kemarin dana itu tinggal Rp 82 juta.

Wanita yang menjadi nasabah BNI cabang Kota ini
mengaku dijanjikan oleh marketing uangnya tidak akan
berkurang. "Saya tertarik karena orang marketing-nya
bilang pasti untung. Saya ditunjukkan nilai bunganya
yang selalu naik. Tidak dibilangin kalau modalnya bisa
berkurang," ujarnya.

Untuk menutup dananya yang hilang, Santi mengaku
tengah mencari pinjaman ke sanak saudaranya. "Saya
sampai cari pinjaman ke saudara untuk menutup Rp 20
juta ini," katanya sambil menunjukkan SMS dari kakak
iparnya yang akan memberi talangan Rp 20 juta.

"Untung kakak ipar saya baik. Kalau adiknya tahu pasti
stres. Saya juga takut kalau suami saya tahu bisa
diceraikan," ujarnya memelas.

Seorang nasabah wanita lainnya juga mengaku
menginvestasikan dananya tanpa sepengatahuan suaminya.
Wanita paruh baya ini mengaku menginvestasikan dana
sekitar Rp 200 juta yang merupakan dana pensiun
suaminya.

"Tapi sekarang sudah hilang sekitar Rp 40 juta. Saya
hanya ikut-ikutan. Sebenarnya saya nggak ngerti soal
NAB, saya cuma pantau perkembangan uang saya lewat
SMS," ujar wanita tersebut dengan sedih.

Sementara Thomas mengaku merasa tertipu dengan
orang-orang marketing BNI Securities. Pihak marketing,
menurut Thomas, sempat menjelaskan kenapa NAB-nya bisa
turun drastis. Namun ia mengaku tidak mengerti
penjelasan petugas marketing itu.

Ketiga nasabah itu mengaku kapok berinvestasi di reksa
dana dan akan menempatkan dananya dalam investasi yang
lebih aman di bank lain. (qom)

http://jkt.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/09/tgl/07/time/16204/idnews/437005/idkanal/5

Tips 5: Meskipun murah, sekali sampah tetap sampah.
Banyak investor awam membeli saham karena harga-nya
turun tajam, atau harga-nya sudah sangat murah.
Pendekatan ini sangat berbahaya, sebab saham yang
turun tajam atau saham yang harganya demikian murah
mengindikasikan masalah pada perusahaan tersebut.
Seringkali terjadi saham yang turun tajam dan menjadi
sangat murah kemudian di bangkrut-kan atau di
delisting. Contoh terbaru yaitu saham Daya Guna
Samudera (DGSA), Bintuni Minaraya (BMRA), Super Mitory
(SUMI).
http://www.e-samuel.com/knowledge/investment/index.asp?parent=218&gf=185

Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke