Yup, setuju dengan oom Danardono.

Masalah kita adalah, masyarakat cepat panik karena gak punya dasar
pengetahuan investasi dan mengatur cash flow.  Pemerintah sendiri gak jelas
kemampuan mengelola keuangannya.  Jadi kita ini sebenarnya bangsa yang hemat
atau yang boros sih ???  Duit kita emang sering boros karena susah pelit,
nggak gemi nastiti he he he ....  Akhir akhir ini profesi agen kartu kredit
dan finasial advisor serta agen asuransi jadi marak di Indon, tapi ya itu
dia, banyak tipu tipunya, dan pendekatnnya tidak mendidik mental orang untuk
jadi Robert Kiyosaki sejati.  Malah diiming imingi doang. oom samudjo
kayaknya pernah cerita juga ketika ada teman kantornya yang dikejar kejar
bagian collection kartu kredit he he he .....  dan bagaimana agen kartu
kredit nawarin daganganya sampai seperti cewek panggilan via telepon  :(
belum lagi segala undian atau doorprize jebakan :P

Profesi mulia, jadi membusuk begitu tiba di indonesia.

Jadi ingat pengalaman oom Rahardjo Mustajab.  Doi pernah cerita tentang
kelompok diplomat- luipa project apa, ketika dipegang orang swiss, ternyata
duit organisasi malah surplus ketika akhir periode, padahal ketika dipegang
bangsa lain, biasanya bokek :))  ya, ada etnis tertentu memang yang memang
punya keahilian sosial yang udah turun menurun ini.  Kalo di Indon, suku
tionghua, suku india, arab, banjar, batak dan padang terkenal piawai dalam
hal ini.


salam,
Ari Condro

----- Original Message -----
From: "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]>

Interest rate di Austria ber-orientasi pada sukubunga di Uni Eropa.
Sekitar 7% blanco, atau sekitar 3% ber-collateral. Credit card biasa
deh, 3% /month.

Mas Samudjo jerit jerit, saya mengerti, tetapi bankers di Nusantara
Indah kita kan bukan Yahudi, mas Ari? kalau anda petani atau nelayan,
pinjam uang pada tengkulak, berapa? Mereka juga bukan Yahudi tuh?

Berapapun tingginya interest rate, bagi sipeminjam haruslah tenang
tenang saja, kalau pinjaman itu dilakukan dengan perhitungan rapi,
sesuai dengan income stream kita. jadi debt service ratio haruslah
didalam jangkauan cash flow kita. Mbok ya seribu Yahudi kita tinggal
ber-siul siul "Sarinandi o Sarinandi"

Kalau negara kita terkasih sayang gak pakai perhitungan ini, ya
jebollah masa depan kita. Kalau corporate kita dapat melirik EBIT
atau EBITDA, ya kan? Kalau gali lubang, tutup lubang APBN, maka
tinggal kita nyanyi "Bagimu Negeri, Uang kami..."

Salam

Danardono





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke