kamu MUI?
--- Aman FatHa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Takfirisasi Dalam Pandangan Ahlu Sunnah Wa
> al-Jama'ah: Pandangan Terhadap Ahmadiyah
> Islam memang tidak pernah sepi dari aliran-aliran
> dan mazhab-mazhab, baik fikih atau akidah. Pada masa
> kebangkitan Islam seperti yang didengung-dengungkan,
> banyak pihak yang berupaya melakukan kajian-kajian
> dalam rangka melakukan pendekatan-pendekatan
> antarmazhab. Dulu aliran-aliran ini penuh dengan
> konflik dan pertikaian, apalagi ketika aliran-aliran
> itu menerjunkan diri dalam kancah politik dan
> perebutan kekuasaan. Persoalan tentang perbedaan
> mazhab dan kelompok aliran di antara kaum muslimin
> kembali merebak. Khususnya setelah kejadian yang
> menimpa golongan Ahmadiyah di Parung, Bogor.
> Mayoritas orang Islam, khususnya di Indonesia--pada
> sudut pendapat dan pandangan--memang tidak sejalan
> dengan Ahmadiyah. Lebih dari itu, kita juga
> menemukan beberapa kelompok dan tokoh ulama yang
> menyatakan mereka ini bukan dari Islam dan
> semestinya tidak mencaplok Islam pada nama kelompok
> mereka.
>
> Apakah Ahmadiyah golongan Islam atau bukan? Bagi
> saya pertanyaan ini masih lebih baik dengan tujuan
> mengkaji kembali konsep-konsep teologis dan pendapat
> para ulama dalam masalah aliran-aliran ini.
> Bagaimanapun, pertanyaan apakah Islam atau bukan,
> sudah masuk lingkup teologis dan akidah yang
> berkaitan erat dengan keimanan Islam. Dalam hal ini
> kita juga perlu mencermati kembali prinsip-prinsip
> dasar Iman sehingga tidak bercampur aduk dengan
> persoalan kesempurnaan Iman.
>
> Berkaitan dengan Ahmadiyah, kalau pertanyaannya,
> kenapa Ahmadiyah masih mengaku sebagai muslim? Maka
> jawabannya bagi saya, karena mereka memang muslim.
> Tuduhan kepada mereka yang mempunyai keyakinan
> tentang kenabian yang berbeda itu harus dijelaskan
> lebih lanjut. Persoalan apakah Islam atau bukan,
> adalah perkara besar yang tidak bisa kita ringkas
> seringkas kalimat pertanyaan itu. Konsekuensinya
> sangat jauh hingga menjangkau akhirat, dan tidak
> terbatas pada kelompok yang dipertanyakan saja, tapi
> juga punya akibat pada orang yang mempertanyakan.
>
> Dalam beberapa bacaan saya yang langsung bersumber
> dari referensi Ahmadiyah sendiri, bisa saya
> simpulkan bahwa sebenarnya Nabi Terakhir bagi
> Ahmadiyah tetap Muhammad Saw. Sedangkan Mirza Ghulam
> Ahmad yang mereka akui sebagai Nabi adalah al-Masih
> dan al- Mahdi al-Muntazhar. Tentu saja kita tidak
> mesti harus sependapat dengan mereka apakah benar
> Mirza Ghulam Ahmad itu Nabi seperti yang mereka
> klaim atau bukan. Kalau kita tarik masalah ini ke
> wilayah dasar prinsip agama, yakni apakah mereka itu
> Islam atau bukan?, maka sekarang pembicaraannya
> bukan lagi perdebatan tentang al-Mahdi al-Muntazhar
> atau al-Masih, tapi sudah mempersoalkan akidah dan
> keimanan. Dan pertanyaan "kenapa Ahmadiyah masih
> mengaku muslim?" menjadi pertanyaan yang sudah
> mengandung tudingan dan tuduhan yang menyangkut
> prinsip dasar keimanan dan Islam (al-Ushul).
>
> Dalam sejarahnya, persoalan akidah dan yang terkait
> dengan masalah ini telah melahirkan banyak aliran
> teologi dalam Islam seperti Mu'tazilah, Syiah,
> Jahamiyah, Khawarij, dll. Banyak di antara ulama
> kita (jaman sekarang) dalam pembahasannya terhadap
> aliran teologis ini menyederhanakan masalah. Mereka
> mencampur adukkan antara istilah akidah dengan
> ushul. Biasa kita temukan mereka membagi pembasahan
> ajaran keislaman kepada Ushul (dasar) dan Furu'
> (cabang). Lalu memutuskan bahwa Ushul adalah bagian
> akidah, sedangkan Furu' adalah bagian fikih syariat.
> Kemudian hadits Nabi atau atsar yang menyatakan
> perbedaan adalah rahmat mereka tafsirkan sebagai
> perbedaan yang terjadi pada wilayah furu'. Adapun
> perbedaan yang terjadi pada wilayah Ushul, tidak
> termasuk ke dalam hadits terebut karena berbeda
> secara akidah jawabannya hanya dua; Islam atau
> Non-Islam.
>
> Saya melihat ada kekeliruan dan kekhilafan dalam
> padangan ini. Secara khusus, menghubungkan akidah
> sebagai bagian Ushul yang mutlak dan fikih sebagai
> bagian Furu' yang mutlak. Sebenarnya, yang dimaksud
> dengan Ushul adalah dasar-dasar agama yang tidak
> bisa dibantah lagi dan itu terdapat dalam wilayah
> akidah dan fikih. Dalam fikih misalnya, termasuk
> Ushul adalah kewajiban shalat lima waktu. Atau
> secara ringkas, ma huwa ma'lum min al-Din bi
> al-Dharurah, yakni apa saja yang sudah diketahui dan
> dipahami dari agama secara pasti. Standard konsep
> ini berlaku pada masalah-masalah dimana dalilnya
> yang sampai kepada kita berstatus Qath'i Dilalah dan
> Qathi Tsubut sekaligus. Qathi' tsubut adalah dalil
> yang diriwayatkan secara sangat kuat, dalam hal ini
> hanya al-Qur`an dan hadits mutawatir. Sedangkan
> Qath'i Dilalah adalah dalil tersebut tidak
> berpotensi mengalami banyak penafsiran maksud (bukan
> penafsiran yang hanya berupa penjelasan). Contohnya
> selain kewajiban shalat lima waktu adalah haram
> mencuri, haram berzina, dan haram merampok.
>
> Dalam masalah ini, seorang muslim yang melakukan
> zina berarti dia telah melakukan dosa besar dan itu
> tidak menyebabkan kekafiran yang mengeluarkannya
> dari golongan agama. Namun, kalau dia meyakini
> secara sadar dan pasti bahwa berzina itu halal, maka
> itu sudah masuk penyebab kekafiran yang mengeluarkan
> dari agama.
>
> Contoh dalil yang hanya Qath'i Tsubut tapi tidak
> Qath'i secara dilalah, "yadullahi fauqa aydiihim."
> Ayat ini jelas qath'i tsubut karena al-Qur`an, tapi
> kata dan kalimatnya mengandung potensi penafsiran
> maksud yang berbeda-beda. Setiap pendapat yang
> terkait dalam usaha memahami maksud ayat ini dengan
> segala perbedaannya adalah tidak menyebabkan
> kekafiran. Contoh terakhir ini sebenarnya sudah
> masuk dalam pembahasan akidah, tapi bukan wilayah
> Ushul.
>
> Dalam bukunya "Qadhiyat al-Takfir fi al-Fikri
> al-Islami", Prof. Dr. Muhammad Sayyid Ahmad
> Musayyar, menjelaskan banyak masalah yang berkaitan
> dengan Ushul dan Furu' ini dan kaitannya dengan
> akidah. Bagian yang membedakan seorang muslim dan
> non-muslim adalah Ushul al-Islam dan kaidah-kaidan
> keimanan yang Beliau simpulkan --saya kemukakan
> lebih ringkas dan tanpa menyebutkan ayat-ayat yang
> dikemukakan karena sudah bersifat jelas, demi untuk
> menyingkat ruang tulisan-- sebagai berikut:
>
> Pertama, Tauhidullah Azza Wa Jalla (mengesakan
> Allah).
> Allah Mahatunggal, Sempurna Zat, Sifat-Sifat, dan
> Af'al-Nya secara mutlak. Dia berdiri sendiri tanpa
> ketergantungan dan Mahakaya, tidak beranak dan tidak
> dilahirkan. Kekal abadi dan tidak ada bandingan-Nya
> dengan sesuatu pun juga. Ini adalah prinsip dasar
> Islam yang pertama.
>
> Akan tetapi, setelah itu para ulama akidah dan ahli
> teologi berbeda pendapat dalam banyak masalah yang
> terkait dengan prinsip pertama ini. Dalam
> pembahasan, mereka juga menggunakan akal untuk
> mencoba menyingkap persoalan-persoalan metafisis.
> Mereka kemudian berbicara tentang hakikat
> sifat-sifat ketuhanan apakah 'Ain al-Dzat atau
> bukan?--Ini termasuk masalah yang diperdebatkan oleh
> al-Asy'ari dan al-Maturidi dan dicoba dipertemukan
> oleh al-Sanusi dalam esensi pembahasannya. Mereka
> juga berdebat seputar ayat-ayat mutasyabihat,
> bagaimana seharusnya seorang muslim memahaminya?
> Begitu juga tentang masalah orang mu'min melihat
> Allah di dunia dan di akhirat, masalah Kalam Allah
> apakah Kalam Nafsi atau terdiri dari suara dan
> huruf? Mereka juga berdebat tentang mafhum Iman,
> apakah Tashdhiq (membenarkan dengan keyakinan dan
> pengakuan) saja atau Tashdhiq dan Amal? Apakah iman
> itu bisa bertambah dan berkurang atau tidak? Dan
> kami melihat perbedaan atau ijtihad seputar
> masalah-masalah ini tidak termasuk prinsip dari
> prinsip-prinsip dasar agama, yang mempunyai pengaruh
> terhadap keimanan atau kekafiran.
>
> Kedua, Kenabian dan Para Nabi.
> Allah mengutus hamba-hambanya yang Ia pilih sebagai
> Rasul yang memberi peringatan dan mengajak kepada
> kebaikan kepada kaum mereka. Mulai dari Adam As. dan
> ditutup dengan Muhammad Saw. Al-Qur'an menceritakan
> kepada kita tentang sebagian dari mereka dan tidak
> menyebutkan yang lain. Pada dasarnya setiap Nabi
> diutus kepada kaumnya saja, dan Allah mengutus
> Muhammad Saw kepada seluruh manusia dan jin dan
> sebagai rahmat bagi alam. Dan Allah Swt memberikan
> para Nabi dan Rasul mukjizat yang menguatkan
> kebenaran mereka. Ini adalah prinsip dasar kedua
> Islam.
>
> Akan Tetapi, para ulama akidah kembali membahas
> masalah-masalah yang berkaitan dengan prinsip kedua
> ini, seperti; perbedaan Nabi dan Rasul, Perbedaan
> kedudukan antara para Nabi dan Malaikat, kema'shuman
> para Nabi sebelum masa kenabian dan sesudahnya,
> Ijtihad Rasul, Syafa'at dan Tawassul. Dan kami
> melihat perbedaan pendapat dan ijtihad seputar
> masalah-masalah ini tidak menyentuh prinsip dari
> prinsip agama--yang menyebabkan kekafiran.
>
> Ketiga, Kitab-kitab yang diturunkan.
> Allah menurunkan kitab-kitab yang mengandung
> tuntunan dan petunjuk untuk hamba-hamba-Nya.
> Beberapa kitab-kitab itu antara lain adalah Shuhuf
> Ibrahim as, Taurat Musa as, Zabur Daud as, Injil Isa
> as, dan al-Qur`an kepada Muhammad Saw. Dan Allah
> telah menjadikan al-Qur`an sebagai penyempurna
> kitab-kitab terdahulu yang sudah mengalami perubahan
> dan penyimpangan. Dan al-Qur`an adalah mu'jizat
> dengan menggunakan Bahasa Arab yang jelas, diterima
> turun
=== message truncated ===
___________________________________________________________
To help you stay safe and secure online, we've developed the all new Yahoo!
Security Centre. http://uk.security.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/