Benar juga, SBY telah melakukan paraktek apa yang disebut althuser sebagai idiologi state aparatus. mengumbar pesona melalui citra, politik citra di berbagai media massa, jualan omongan, tapi jelas -jelas nggak terbukti dengan apa yang diomongkan itu. Ahli-ahli Komunikasi harus bisa menjelaskan ke publik praktek pembodohan melalui citra ini. Realitas citra adalah semu..penuh kebohongan...
Rakyat jangan sampai tertipu.... Kalo SBY benar-benar menaikkan BBM dan melakukan kebijakan yang tidak pro rakyat, jangan salahkan rakyat untuk berbicara dengan bahasa dan caranya sendiri... Kaum intelektual juga harus berbicara, bahwa biang kerok dari masalah ini adalah merajalelanya mazhab neoliberal yang telah merasuki para birokrat dan komprador-komprador kapitalis yang saat ini bercokol di birokrasi negara... SAVE Indonesia.... Salam HIkaru Purwokerto --- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Refleksi: Tak ada penjual jamu koyok yang tidak memakai retorika. > > > http://www.suarapembaruan.com/News/2005/09/08/index.html > > SUARA PEMBARUAN DAILY > Tajuk Rencana I > > Presiden Larut dalam Retorika? > PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu mengatakan, "I don't care about my popularity." Pernyataan ini dilontarkan merespons kritik dan kecaman pedas berbagai kalangan atas kebijakan kenaikan harga BBM, Maret lalu. Padahal popularitas itulah yang mengantar Yudhoyono menjadi RI-1 pada Pilpres 2004 lalu. Kalau popularitas terdegradasi karena mengangkat harkat dan martabat serta kesejahteraan rakyat banyak, memang tidak menjadi soal. Tapi, belakangan popularitas Presiden Yudhoyono mulai digugat karena kebijakannya cenderung hanya menjadi retorika belaka. > > Benar, Presiden Yudhoyono sangat responsif. Tapi mengingat berat dan kompleksitas permasalahan yang tengah dihadapi, sikap responsif dan reaktif saja tidak memadai. Mutlak diperlukan operasionalisasi secara nyata. Memang, Presiden Yudhoyono sangat cekatan dalam membuat analisis dan evaluasi yang tepat, tapi itu saja tidak cukup. Perlu tindakan nyata di lapangan. > > Sangat tepat pendapat Pastor Dr Piet Timang, Rektor Universitas Atma Jaya, Makassar yang mengatakan, kepemimpinan Presiden Yudhoyono tidak tegas dalam menghadapi berbagai permasalahan. "Presiden terkesan terus mengumbar janji dengan retorika-retorika, tetapi tidak ada aksinya" (Pembaruan, 5/9). Sedang HS Dillon, Direktur Eksekutif Kemitraan untuk Pembaharuan Tata Pemerintahan di Indonesia mengatakan, yang tengah dihadapi sekarang adalah masalah kualitas kepemimpinan (quality of leadership) mulai dari atas. Untuk itu harus dilakukan governance reform (Kompas, 6/9). > > MENJELANG satu tahun usia Kabinet Indonesia Bersatu, kualitas kepemimpinan para menteri ingin digugat. Melihat intensitas rapat- rapat kabinet yang tidak mengenal waktu, bahkan juga dilakukan di luar kota, seharusnya permasalahan makin berkurang. Tapi, kenyataannya makin menumpuk. Lantas, di mana salahnya? Analisis sudah tepat, evaluasi sudah menjawab persoalan dan instruksi telah jelas, namun operasionalisasinya selalu tidak menampakkan hasil. > > Ada pengalaman, sebuah lembaga beraudensi dengan Presiden. Presiden Yudhoyono sangat responsif dan akomodatif. Ketika disampaikan keluhan, dengan sangat jelas Presiden memerintahkan menteri yang mendampinginya supaya keluhan itu diselesaikan dalam waktu satu bulan. "Jika tidak, harap dilaporkan kepada saya, baik melalui telepon maupun SMS," tandasnya. Tapi kenyataannya, instruksi Presiden itu sampai sekarang belum menjadi kenyataan. > > Ada kemungkinan hal serupa dialami lembaga dan instansi lainnya saat melakukan audensi dengan Presiden Yudhoyono. Jadi, persoalannya terletak pada kualitas kepemimpinan itu tadi. Dengan kualitas kepemimpinan yang seadanya seperti itu, para pembantu akan mengatakan, "Toh, presiden tidak punya waktu mengecek apakah instruksinya sudah dilaksanakan apa tidak." > > KALAU diperhatikan, cara-cara pemerintahan Yudhoyono-Kalla menanggulangi berbagai permasalahan akhir-akhir ini boleh dibilang sudah tepat. Berbagai kebijakan yang diambil pun adalah hasil analisis dan evaluasi. Tapi ternyata tidak membuahkan hasil seperti diprogramkan. Oleh karenanya tidak terlalu salah kalau ada kesan pemerintahan Yudhoyono-Kalla bersifat retorika belaka. Hanya mampu melakukan analisis dan evaluasi, tapi tidak menyelesaikan persoalan yang dihadapi. > > Demikian juga dengan berbagai terobosan yang dilakukan, ternyata bukannya menyelesaikan masalah, bahkan sebaliknya makin menambah masalah. Persoalan yang satu belum selesai, sudah muncul persoalan lain yang makin berat dan kompleks. Baru saja satu janji diucapkan, muncul janji lain, demikian seterusnya sehingga terkesan hanya semacam retorika belaka. Hal-hal seperti ini harus segera diakhiri dengan aksi nyata di lapangan sesuai mandat yang diterima presiden dari rakyat langsung melalui Pilpres 2004 lalu. > > > Last modified: 8/9/05 > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

